Shakuntala: Kalau Kau Mencintaiku, Temui Aku Di Bangunan Tua Sebelum Matahari Terbenam-Dushyant


Cerita Shakuntala episode sebelumnya, Untuk ‘menyelamatkan’ Rishi Satanand dari cambukan Mritunyay, Shakuntala terpaksa mengikuti ritual pernikahan yang ditawarka Mritunjay, Dushyant datang menyelamatkan dan Mritunjay tewas saat duel pedang. Shakuntala dibawa ke ashram.

Shakuntala episode 81 #80 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 81 #80, Dushyant merawat luka Shakuntala, dan menunggui dengan sabar Shakuntala yang sudah tertidur. Shakuntala menggigau dengan wajah mengernyit, “lepaskan aku, aku tidak mau menikah dengan mu. Lepaskan aku, aku tidak mau menikah. Tolong aku”. Shakuntala yang dalam kondisi tidur menggengam erat tangan Dushyant.

Dushyant mengusap tangan Shakuntala dengan sayang untuk menenangkan, “sssttttt”. Mata Shakuntala terbuka, wajahnya terlihat sangat cemas, sambil terus ngoceh, “tolong aku”. Dushyant menenangkan, “Kau jangan khawatir, aku bersamamu, tidak akan terjadi sesuatu padamu, kau tidur saja. Sekarang, kau sudah aman”. Shakuntala terus menatap mata Dushyant yang terlihat sangat khawatir, “Pangeran Dushyant”. Dushyant mengusap tangan Shakuntala dan tersenyum mengangguk. Shakuntala memejamkan matanya kembali.

Shakuntala episode 81 #80 01

Dushyant terus menunggui Shakuntala yang sudah tertidur dengan wajah damai dengan tak beranjak, tetap duduk di samping Shakuntala sambil mengusap wajah dan rambut Shakuntala dengan sayang.

Karan muncul di pondok, tersenyum, melihat Shakuntala yang diurus Dushyant dengan sepenuh cinta. Dushyant yang duduk membelakangi pintu, seperti ikut tenggelam dalam lelapnya Shakuntala. Karan bersuara pelan, tak ingin mengganggu, “Kau pasti lelahkan, istirahat aja sebentar. Sejak pagi kau belum makan”.

Dushyant menoleh ke Karan dengan tersenyum, “Kau pasti juga belum makan.*Karan tertunduk*. Aku tau, sejak pagi kau belum makan dan juga belum istirahat. Sebaiknya kau istirahat saja, dan makanlah sesuatu”. Karan langsung menyela, “Aa, tidak, tidak, aku tidak apa-apa, aku hanya,,”. Dushyant nyahut, “Aku tau, kau sangat mencemaskan Shakuntala. Sekarang kau tak perlu khawatir, ada aku. Aku akan mengatasi semuanya, aku tidak akan kemana-mana dan meninggalkan Shakuntala, tidak akan kubiarkan dia terluka sedikitpun”, sambil mengusap wajah Shakuntala.

Karan merespon Dushyant, “Aku yakin sekali padamu. Akan ku suruh seseorang mengantarkan makanan”. Dushyant mengangguk. Karan meninggalkan tempat itu.

Shakuntala episode 81 #80 02

Saat Karan melangkah meninggalkan pondok Shakuntala, beberapa teman perempuan menghadangnya, “Bagaimana keadaan Shakuntala sekarang, dia baik-baik saja kan”. Karan merespon, “Hussst, jangan berisik, dia baik-baik saja”. Salah satunya bertanya lagi, “Apa benar, Pangeran Hastinapura mencintai Shakuntala kita”. Karan seperti tercenung, berpikir, “Tidak”.

Teman-temannya yang mendengar itu saling pandang dengan wajah kaget, “Haahh? tidak?”. Karan menyuruh mereka untuk mendekat telinga mereka ke arahnya, seperti mau membisikkan sesuatu, tapi Karan malah berbicara dengan suara keras, “Sangat mencintainya”. Teman-temannya pun tersenyum mendengar dan melihat ulah Karan mengerjai mereka. Karan juga tersenyum. Salah satu teman perempuan itu berkomentar dengan wajah penuh senyum, “Coba pikir saja, Pangeran Dushyant, calon dari Raja Hastinapura, mencitai gadis seperti Shakuntala”. Teman satunya ikutan bicara, “Shakuntala kita sangat beruntung ya”. Teman perempuan yang tadi berkomentar pun merespon, “Kau berkata benar, dia memang sangat beruntung”. Karan menyudahi gadis-gadis yang sepertinya bakal ngegosip itu, “Hei, kalian, sudah cukup. Ayo sana cepat pergi”. Para gadis saling tertawa, Karan beranjak meninggalkan mereka.

Shakuntala episode 81 #80 04

Para gadis itu malah melangkah ke jendela pondok Shakuntala dirawat, mereka melihat ke dalam dan menyaksikan Dushyant yang terus duduk disamping Shakuntala tidur, sambil mengusap, dan menjaganya dengan penuh perhatian. Para gadis itu pun saling berbisik, “Lihat, dia sangat mencintainya, sssstt”. Mereka saling tersenyum dan tak mau mengganggu. Dushyant tak menyadari kehadiran teman-teman Shakuntala itu.

Di istana, Permaisuri merawat Raja yang hanya bisa stirahat di tempat tidur, “Ini Yang Mulia, minum obatnya. Kau akan merasa sehat”. Raja menolak dengan tangannya obat yang disodorkan Permaisuri sambil bersuara, “Ahhhh,, Dushyant. Haaah, mana Dushyant. Segera panggil dia, aku ingin melihat dia”. Permaisuri awalnya tertunduk mendengar permintaan Raja, tapi kemudian mencoba menenangkan, “Kau jangan khawatir Yang Mulia, dia akan segera pulang”.

Raja bertanya, “Apa dia, masih belum kembali dari ashram”. Ratu menaroh wadah obat ke nampan, kemudian memijat kepala dan tangan Raja dengan lembut, “Yang Mulia, kau jangan merasa khawatir, kalau tidak kesehatanmu akan semakin menurun. Prajurit kita sedang mencarinya, dia akan segera diajak pulang ke istana”. Raja bertanya, “Permaisuri, Dushyant pergi ke ashram Rishi Kanva, kenapa prajurit kita mencari dia”. Dengan wajah sedih Permaisuri memberitau, “Dia tidak ada di ashram”.

Wajah Raja terlihat sangat kaget dan cemas, “Lalu dimana dia sekarang”. Ratu dengan wajah tertunduk menjawab, “Aku tidak tau”. Nafas Raja terlihat sesak. Permaisuri mengusap kepalanya, “Yang Mulia, aku sudah mengirim pesan lagi ke ashram. Yang Mulia istirahatlah, jangan cemaskan sesuatu. Begitu dia terima pesan itu, dia akan langsung kesini untuk menemuimu”. Raja memejamkan matanya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan