Saraswatichandra: Pengadilan Keluarga Desai, Ritual Upacara Kunyit Saras Kumud


Saraswatichandra episode sebelumnya, walaupun kakinya keseleo, Kumud bisa mewujudkan keinginan Saras yang sudah berlatih dengan keras. Saras Kumud menari diacara sebelum pernikahan. Kusum mulai mencintai Danny, Samud melanggar tradisi malam pingitan henna yang tidak memperbolehkan mereka bertemu lagi kecuali nanti di pelaminan.

Saraswatichandra episode 246 247 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 246 dan 247, Saras yang sedang menunjukkan mutiara yang berhasil dicurinya dari Kumud, terpana, saat menyadari kemunculan Kusum diruang aula rumah tersebut diikuti seluruh keluarga lain yang menatap mereka dengan wajah serius. Kumud melongo. Saras Kumud tertangkap basah melanggar tradisi dan aturan. Saras menyimpan mutiaranya kembali.

Saras Kumud menatap wajah keluarga satu persatu, tak ada senyum di wajah-wajah itu. Saras Kumud saling lirik. Akhirnya, keduanya di dudukkan dibangku ‘pesakitan’, dihadapan kakek dan seluruh anggota keluarga lain. Danny dan Kusum muncul menggunakan topi ‘keadilan’. Saras Kumud yang awalnya tertunduk, mulai menatap wajah serius keluarga satu persatu, tapi akhirnya tertunduk lagi, karena semua wajah itu menunjukkan keseriusan. Mereka berdua saling lirik lagi.

Saraswatichandra episode 246 247 01

Saras terperanjat kaget saat melihat Danny Kusum yang sudah menggunakan topi hitam, ia pun bersuara, “Kakek, itu semua gara-gara aku, aku sudah minta ma’af pada semua orang, lalu, apa gunanya kau lakukan semua ini”. Kakek mengetukkan benda yang dipegangnya, “Cukup-cukup, sekarang giliran jaksa penuntut”. Danny Kusum saling lihat, Kusum duduk. Saras Kumud mengernyitkan wajah, yang kalau diterjemahkan kedalam kata-kata ‘ala maak’.

Danny mulai bicara, sambil mengelilingi tempat duduk terdakwa, “Yang Mulia, tuduhan terhadap terdakwa Tuan Saraswatichandra Vyas dan Nona Kumud Desai adalah semalam mereka diam-diam bertemu diluar, dan mereka keluar dari rumah ini, tanpa mengatakan kepada siapapun”, Danny mengucpakan itu dihadapan kakek sambil menunjuk Saras. Saras langsung memegang telunjuk Danny, “Memalukan, apa yang kau katakan, kau ini bukannya memberi dukungan”. Dugba, Guniyal dan yang lain, memperhatikan serius protes Saras.

Danny melepaskan pegangan Tangan Saras, melihat Kakek, “Yang mulia, mereka berdua sudah aku peringatkan, mereka berdua tidak boleh bertemu sebelum menikah, selain itu, ini termasuk melanggar kebiasaan. *Tunjuk Saras*. Kak, kenapa kau menatapku?”. Saras yang tadinya mengangkat tangan tanda protes ke arah Kumud, menjawab Danny, “Emangnya aku harus memberitau mu”.

Vidya berdiri di tempat duduknya, bicara, “ini pelanggaran berat”. Danny setuju, “Ya, mereka melakukan pelanggaran berat, karena itu harus dihukum yang berat”. Saras Kumud mengernyitkan wajahnya melihat aksi jaksa penuntut Danny. Kusum berdiri dari duduknya, “Tapi aku keberatan yang mulia. Memang perbuatan mereka itu salah, *berjalan kebelakang terdakwa Samud*, tapi itulah yang dinamakan cinta. Cinta tidak terbalik. Saat berada dekat, ataupun jauh, saat baik ataupun buruk, cinta mereka tidak akan berubah, bagaimana mungkin mereka tinggal berjauhan satu sama lain”.

Saraswatichandra episode 246 247 02

Danny yang duduk saat Kusum mulai bicara sebagai pembela. Sekarang ia berdiri, “Biarkan mereka berjauhan untuk sementara Yang Mulia, karena ini merupakan adat kebiasaan, dan sebagai pengadilan dari keluarga Desai, *mendekat ke telinga Kakek*, mereka harus dihukum Yang Mulia”, Danny melangkah duduk lagi. Dugba ikut berdiri, “Benar sekali Yang Mulia, *Kumud ternganga, lirik Saras yang juga lakukan hal sama, saling lirik*, Mereka berdua telah pergi tanpa pamit pada kita. Dan sekarang mereka berdua harus kita berikan hukuman yang sangat berat”. Guniyal ikut menunjukkan tangannya tanda setuju. Wajah kakek semakin serius.

Saras berdiri, “Bibi, apa kau berubah pikiran”. Dugba menatap tegas, “Ya, benar sekali”. Danny memberi salam pada Dugba. Saras langsung duduk, ga jadi protes. Giliran Vidya yang menyampaikan pendapat, “Tapi ayah, maksudku, Raja, Ya, kupikir seandainya kami tidak melarang mereka dari awal, mereka tidak akan pergi diam-diam untuk saling bertemu”. Saras Kumud tersenyum tipis dapat pembelaan dari Vidya. Dugba mau protes Vidya, “Tapi,,”.

Vidya meneruskan ucapannya, “Bukan begitu, itu sebabnya, aku meminta pada ayah, maksudku, aku mohon pengadilan terhormat ini mema’afkan atas kesalahan mereka”. Guniyal sampai ternganga mendengar ucapan Vidya. Dugba menunjukkan wajah ga suka pada kakaknya itu. Saras, Kumud, Kusum tersenyum tepuk tangan. Kakek yang menunjukkan wajah serius menenangkan ruang sidangnya, “tenang, tenang, ini bisa butuh waktu lama untuk menerima penjelasan kedua belah pihak. Makanya pengadilan ini akan segera memutuskan”.

Saraswatichandra episode 246 247 03

Danny dan Kusum sebagai jaksa penuntut dan pembela, bersiap mendengar putusan hakim. Kakek tunjuk terdakwa Saras Kumud, “Mereka berdua ini, tidak pantas dima’afkan. Dan hukumannya adalah mereka saling berhadapan dan akan mengatakan dua hal kelemahan dari pasangannya”. Kumud bernafas lega, Saras menunjukkan wajah terkejut. Kakek tersenyum. Vidya tergelak. Danny jugatergelak. Dugba, Guniyal dan bibinya Yash, masih menunjukkan wajah serius menunggu kelanjutan dua pasangan ini.

Kalika menunjukkan wajah bosan, melirik ke arah Saras dan Kumud, dengan membathin, ‘apa lagi yang harus aku lakukan, mereka punya cara yang lebih baik, kau harus tau karena tidak mudah menyakiti mereka dirumah ini Kalika”.

Kumud yang dari tadi diam, menunggu putusan, bersuara, “Aku bisa mengatakan banyak hal negatif tentangnya”. Guniyal, Dugba, Yash, terbelalak mendengar pernyataan Kumud itu. Kusum mengambil alih, “Baiklah ayo mulai”. Kumud bersiap, “Baiklah”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan