Shakuntala: Ditahan Mritunjay (Paksa Pakai Pakaian Pengantin), Agar Dushyant Menderita


Shakuntala episode sebelumnya, saat pulang ke ashram bersama Rishi Satanand, Shakuntala ditahan Mritunjay & Kebohongan Kalki diketahui Dushyant, lewat surat yang ditinggalkan Shakuntala pada pelayan kamar yang berisi ucapan selamat atas pernikahan Dushyant dan Kalki setelah sayembara Gauri usai.

Shakuntala episode 78 #77 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 78 #77, begitu tau Shakuntala salah paham dengannya gara-gara Kalki, Dushyant berencana menuju ashram. Baru mau jalan ke kudanya, prajurit memanggil, “Pangeran Dusyant”. Dushyant membalikkan badannya, “Ada apa”. Prajurit tergagap, “Pangeran,, A,,aa”. Dushyant ga sabar, “cepat katakan dengan jelas”. Prajurit memberitau, “Pangeran Mritunjay, kabur dari tahanan”.

Dushyant terdiam, sesaat, “Dia kabuar?,, Itu tidak mungkin. Ayo ikut aku”. “Baik Pangeran”, Prajurit mengikuti Dushyant.

Shakuntala episode 78 #77 01

Dushyant masuk ke ruang tahanan Mritunjay, disana terduduk dengan mata tertutup seseorang yang kalau dari belakang mirip Mritunjay. Prajurit yang berjaga disana bicara, “Ma’afkan aku Pangeran, beberapa waktu lalu, Pangeran Mritunjay masih ada didalam tahanan, tapi kemudian,,”. Dushyat langsung merespon dengan nada marah, “kalin semua tidak bisa menjaga satu orang saja dalam tahanan?! Kenapa? Ayo jawab!”. Prajurit terdiam.

Dushyant memberi perintah, “Kerahkan semua prajurit, jangan sampai Mritunjay lolos”. Prajurit langsung keluar melaksanakan tugas. Dushyant juga keluar ruang tahanan dan bicara pada prajurit penjaga yang ada, “Siapkan juga kudaku, aku juga mau keluar”. Dushyant ingat sesuatu, mundur lagi selangkah dan berpesan, “sampai aku kembali lagi, jangan biarkan Putri Kalki keluar istana, aku tidak bisa percaya pada dua bersaudara ini”.
Dushyant terlihat sangat kesal.

Shakuntala episode 78 #77 02

Di tempat Mritunjay menahan Shakuntala, Rishi Satanand berteriak, “Apa kau sadar apa yang kau lakukan”. Mritunjay menggertakkan gerahamnya, kemudian mendorong bahu Rishi Satanand hingga terjajar ke belakang. Shakuntala terkejut melihatnya. Mritunjay bicara dengan wajah marah, “kalau kau berkata satu kata lagi, kau akan merasakan akibatnya”. Rishi Satanan memegang bahu yang di dorong Mritunjay melihat ke Shakuntala yang terlihat cemas.

Mritunjay kemudian melihat dan mendekat ke Shakuntala berdiri dan menatapnya dengan takut, “Kenapa, pakai *tunjuk pakaian pengantin yang sebelumnya dilempar ke lantai dekat Shakuntala*, kalau tidak mau memakainya, pikirkan sendiri, apa akibatnya!”, Mritunjay melototkan mata dan menggertakkan geraham. Shakuntala semakin ketakutan, Rishi Satanand memperhatikan ekspresi itu. Shakuntala dengan berlinang air mata berkata dengan terbata pada Mritunjay, “Kau,,, tidak bisa,, memaksaku. Kau tidak bisa memaksaku, aku tidak mau memakainya, aku tidak mauuu”. Mritunjay mengayunkan tangannya, menampar pipi Shakuntala dengan keras. “Auwww”, Shakuntala memegang pipinya.

Rishi Satanand masih hanya memperhatikan Shakuntala, seperti menunggu kekuatan Shakuntala menerima ‘tekanan’. Mritunjay bicara dengan nada ancaman, “sejauh ini aku bicara baik-baik, tapi jangan pernah berharap sama lagi”. Shakuntala yang masih memegang pipinya menatap dengan mata berair. Mritunjay membungkuk mengambil pakain dilantai, meraih tangan Shakuntala, menaroh pakain ditangan Shakuntala dengan kasar, “Kau harus memakai pakaian pengantin ini, dan kau harus menikah dengan ku. Kau dengar!!”. Shakuntala terlonjak kaget mendengar teriakan Mritunjay, menatap Mritunjay yang melototl dengan air mata berlinang dan dada turun naik. Rishi Satanand tetap dengan ekspresi yang sama, memperhatikan ekspresi Shakuntala. Shakuntala menahan tangis dengan kepala tertunduk dan dada sesak.

Shakuntala episode 78 #77 04

Di ashram, Karan hanya melihat makanan dinampan yang ditaroh di rak yang ada di kamar itu. Wajahnya terlihat sangat sedih, ia memperhatikan sekeliling kamar. Pryamvada masuk, melihat ke nampan yang masih utuh, melihat Karan yang berdiri membelakangi pintu masuk dengan wajah tak bersemangat, “Apa ini, hari ini kau tidak makan lagi. Kau teringat pada Shakuntala kan”.

Karan melihat ke temannya itu, “tanpa Shakuntala, ashram ini terasa sepi sekali”. Pryamvada merasakan hal yang sama, “Iya kau benar”. Karan berbicara lagi, “Jika saja aku tau, Rishi Satanand mau mengajak Shakuntala ke Hastinapura, aku tidak akan membiarkannya pergi sendiri. Aku hanya berdoa kepada Dewa, semoga dia baik-baik saja, dan tidak ada masalah yang timbul”.

Pryamvada mencoba menenangkan kecemasan Karan, “Tidak akan terjadi apa-apa padanya”. Karan menerawang, “Entah kapan, dia akan kembali ke ashram ini”. Tiba-tiba dibelakang mereka ada yang bicara dengan nada cemas, “Apa Shakuntala tidak ada disini?”. Karan dan Pryamvada menoleh kaget ke arah pintu, Dushyant berdiri disitu menatap mereka.

Karan terperanjat, “A,,a, kau disini?”. Dushyant melihat kedua orang itu, “Katakan, apa Shakuntala tidak ada disini”. Karan menjawab, “Kenapa Shakuntala ada disini, bukankah dia bersama kalian di istana?”. Dushyant melangkah masuk, memberitau, “Rishi Satanand dan Shakuntala sudah sejak siang pulang ke ashram. Ini sudah lama sekali, aku benar-benar tidak mengerti, seharusnya mereka sudah sampai disini”. Pryamvada merespon dengan wajah cemas, “Tapi mereka belum sampai disini”. Dushyant terlihat berpikir, kemudian membalikkan badan melangkah keluar ruangan tersebut, “Ayo Karan, kita harus mencari Shakuntala”. Pryamvada melepas mereka dengan tatap cemas.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan