Saraswatichandra episode 244 245 48

Pagi harinya, di rumah, Kalika sedang membawa nampan berisi gelas. Entah karena emosi tertahan, gelas itu terjatuh, mengeluarkan suara berisik. Kalika melirik ke kiri dan kanan, kemudian jongkok mengumpulkan kembali gelas yang berserakan itu. Ia melihat ada satu gelas yang menggelinding masuk kamar, dia agak bingung, kok pemilik kamar tidak bersuara. Kalika semakin buru-buru mengumpulkan gelas-gelas tersebut.

Setelah gelas terkumpul semua dan ditaroh kembali dinampan, Kalikan melangkah masuk kamar mengambil gelas yang menggelinding kesitu sambil berkata, “Ma’afkan aku, kau pasti terganggu, aku sudah menjatuhkan gelas ini. *berdiri, lihat ke tempat tidur*, Kau harus bangun sekarang, kenapa kau tidur saja seharian ini, nghu, mungkin kau sedang memimpikan Saras ya, benarkan. Ayo bangun, ini sudah pagi”. Kalika membalikkan badan, melangkah keluar dari kamar Kumud.

Tak berapa lama, Kalika kembali lagi ke kamar Kumud, ia berdiri dipintu, sambil memperhatikan tempat tidur. Selimut yang menutupi orang yang tidur, tak ada gerakan sama sekali. Setelah melihat ke belakang dan merasa aman, ia melangkah mendekat ke tempat tidur, dengan hati-hati dan agak takut-takut, Kalika membuka selimut yang seperti menutupi orang yang tidur itu.

Kalika sangat kaget, nampan berisi gelas yang masih dipegangnya jatuh lagi kelantai, begitu ia tau bahwa yang tertutup oleh selimut itu hanyalah tumpukan bantal, bukan Kumud. Tapi kemudian Kalika tersenyum, dudk di tempat tidur Kumud kayak bersantai, sambil berkata, “indahnya, pada malam pernikahannya, pengantinya,, *telapak tangan terbuka, artia lain ga ada alias kabur*, ini adalah kesempatan yang sempurna, untuk membuat satu adegan”, ia tersenyum.

Saraswatichandra episode 244 245 50

Selanjutnya, adegan Kalika berwajah panik berteriak-teriak memanggil semua orang, “Ibu mertua, bibi, tolong cepat sedikit”. Dugba yang muncul bersamaan dengan ibunya Yash, Kakek dan yang lain langsung bertanya, “Ada apa Kalika”. Kalika menjelaskan, “Waktu aku datang kesini, Kumud tidak ada, hanya bantal yang ditutupi selimut, coba lihat saja. Ayo lihat”. Keluarga agak bingung. Tapi dengan ragu, kemudian masuk kamar. Kakek memperhatikan tempat tidur dengan wajah serius. Yash melangkah masuk juga, Kalika menahan senyum, menunggu kepanikan keluarga.

Kakek justru tertawa,”Hahahaha, itu tandanya dia banyak akal, dia menipu kita semua. Dia melarikan diri dari kita”. Wajah Kalika tak lepas dari senyum. Guniyal bertanya, “Tapi keman, dia masih pagi”. Vidya mengambil buku, duduk dipinggir tempat tidur Kumud dengan santai, tapi menyuruh Kusum untuk telpon. Kusum mengiyakan, kemudian melangkah, tapi matanya melihat, “Hei, Kumud tidak membawa telponnya ayah”. Wajah Kalika mulai mengernyit. Gantian semua keluarga yang tertawa.

Kalika bersuara dengan nada sedikit kecewa, “Apa, Kumud tidak membawa telponnya”. Ibunya Yash memperhatikan Dugba dan Kusum yang tertawa. Kalika bicara seperti menganalisa, “Tidak mungkin dia pergi begitu saja sebelum pernikahannya. Bagaimana, kalau dia dalam bahaya”. Semua keluarga melihat ke arah Kalika yang selalu berpikiran negatif. Tapi keluarga tak terpancing.

Ibunya Yash bicara, “Ma’af Kak Vidya, dia adalah orang yang peling terdidik di dalam keluarga ini. Dia menghargai tradisi juga ritual, tapi dia, akan pergi ke pernikahan tanpa memberi kabar”. Keluarga yang mendengar hanya menarik nafas. Dugba berkata, “Tenanglah kakak ipar, tidak ada yang perlu untuk kita khawatirkan. Aku tau dimana dia”.

Saraswatichandra episode 244 245 52

Dugba kemudian mengambil telpon dari tangan Kusum dan menelpon, “Hallo”. Diseberang, Danny menjawab masih terkantuk, “hallo, nggg, ya, biar kuperiksa dulu bi”, Danny melepas selimut, turun dari tempat tidur sambil membawa hp. Dugba menunggu informasi. Danny masuk kamar Saras, kosong. Danny memberitau Dugba lewat hp, “Bibi, kakak tidak ada dirumah”. Dugba menjawab dengan wajah sudah maklum, “terima kasih untuk informasinya”.

Dugba kemudian menaroh telpon diatas bantal yang sudah dirapikan Kusum dan memberitau yang lain, “Saras juga tidak ada dirumah”. Semua keluarga tersenyum maklum. Kakek bicara, “Bukannya sudah ku beritau, sebelum pernikahan, mereka mau mengenal satu sama lain”. Dugba menjawab ayahnya, “Ayah ini terlalu banyak berharap, aku sudah bilang pada mereka, tinggal satu hari lagi”. Kakek nyantai, “Biarkan saja, mereka pasti kembali”. Vidya dan Guniyal tertawa dan tersenyum. Yash ikut tertawa.

Kusum juga tertawa. Dugba berkata dengan gemes, “Biar nanti aku jewer mereka keras-keras kalau nanti mereka muncul sebelum acara pernikahan”. Kalika seperti merenung.

Saraswatichandra episode 244 245 53

Tak berapa lama, pintu rumah terbuka, wajah Saras melongok kedalam, matanya melihat ke sekeliling, ia tersenyum, kemudian berbisik, “Ayo, masuk”. Saras membuka pintu sedikit lagi dengan pelan-pelan, Kumud masuk sambil menenteng tangannya yang berhenna. Saras menutup pintu kembali dengan pelan. Mulut ternganga memeprhatikan sekeliling. Setelah Saras berdiri disebelahnya, dia berkata pelan, “ssttt, kelihatannya semua masih tidur, mereka semalam tidurnya malam, Syal nya”.

Saras dengan manisnya menjawab, “kau simpan saja. Apa aku harus ikut”. Kumud melangkah mau menuju kamarnya sambil melihat tangannya yang sudah dilukis. Saras memanggil pelan, “Kumud”. Saras berdiri mendekat, Kumud masih sibuk dengan tangannya yang dilukis henna. Saras sambil tersenyum menunjukkan mutiara yang sudah berhasil dicurinya dari Kumud. Mulut Kumud terbuka lebar.

Saraswatichandra episode berikutnya, Saras Kumud didudukkan berdampingan dihadapan seluruh keluarga. Danny dibelakang kakek berbicara bahwa itu adalah pengadilan keluarga Desai, mereka harus dihukum. Dugba juga menyetujui ucapan Danny, bahkan mengusulkan untuk diberikan hukuman yang sangat berat. Saras Kumud tak berkutik dihadapan pengadilan keluarga. Kakek sebagai hakim juga menunjukkan ‘wajah’ garang dalam mengambil keputusan.