Serial Saraswatichandra

Saraswatichandra: Kumud Menari Sebelum Pernikahan, Kusum Mulai Mencintai Danny, Samud Melanggar Tradisi


Saras yang sudah selesai menyelimuti tumpukan bantal seperti orang yang sedang tidur, yang menutupi semua tubuhnya dengan selimut, menenangkan Kumud yang terus ngoceh dibelakangnya, “Sssttt, dengar, kata bibi, kau ada disini *tunjuk bantal berselimut*, dan menurutku, kau selalu bersamaku”, sambil teelngkan kepala ke arah kumud dengan senyum manis. Kumud ternganga. Saras menepuk pundak Kumud, “kau biasa aja”, sambil mengisyaratkan dengan tangan untuk mengatupkan mulut. Saras bergegas menuju pintu.

Kumud masih tetap berdiri memberi alasan, “Tapi aku tidak bisa kemana-mana, lihat tanganku ada henna”. Saras mengangkat tubuh Kumud sambil mengisyaratkan, “ssstttt, jangan sampai tertangkap sebelum kita melakukannya”. Kumud latah menaroh tangannya dibibir bilang ‘sssttt’. Saras tersenyum, “Kita akan pergi”. Kumud tersenyum menatap Saras. Saras menurunkannya, “ayo”. Mereka berdua ngacir dari kamar.

Saraswatichandra episode 244 245 37

Sementara itu, di kamar lain, hp Kusum berbunyi, dia meraihnya dari meja kecil tempat tidur dengan mata tetap terpejam, “Ya, Danny”. Danny di kamar, dirumahnya, menjawab, “Aku menelponmu untuk mendengar suara ngantukmu”. Kusum mengubah posisi tidurnya, “Hmmm”. Danny berkata, “Sepertinya kau ngantuk berat”. Kusum menjawab dengan nafas ngantuknya. Danny bicara lagi, “Kusum”. “Ada apa Danny, aku sudah ngantuk aku mau tidur”, ujar Kusum.

Danny mengubah posisi tidurnya yang tengkurap menjadi telentang sambil memeluk bantal, “tapi aku sama sekali tidak mengantuk”. Kusum hanya bilang, “tidurlah, iya”. Danny meminta satu hal, “Tapi katakan dulu kata-kata romantis sebagai pengantar tidur”. Kusum menjawab, “Baiklah, *Danny udah siap mendengar*, Selamat malam”, Kusum menutup telpon. Danny kaget, “hei, hei, kok,,”. Kusum menaroh ponsel kembali. Danny bergumama, “aneh sekali, pertama dia bekerja seharian, lalu kelelahan, dan langsung tidur seperti itu. Setelah nanti Kumud menikah, Kusum baru akan kembali bersama denganku”. Danny memeluk bantal.

Saraswatichandra episode 244 245 38

Mobil yang dikendrai Saras berhenti disebuah tempat yang ada bangku-bangkunya. Kumud yang duduk disebelahnya dengan mata tertutup bertanay, “dimana ini, kau mau kemana, Saras!”. Kumud mendengar Saras turun dari mobil, karena Saras diam aja, ia berteriak, “Saras!”. Saras sampai disamping pintu mobil, duduk Kumud, “aku disini”. Kumud meraba-raba, “Saras, apa yang kau lakukan”. Saras membuka pintu mobil, “Ayo”, bantu Kumud turun.

Kumud yang menjaga tangannya yang terpasang henn kembali mengingatkan, “Ini sudah malam”. Saras membelokkan badan Kumud ke arah yang dimauinya, “sana”. Kumud kembali bertanya, “kita mau apa kemari”. Kumud memegang tangan Kumud, “kita datang jauh-jauh, karena ini merupakan kejutan”. Kumud yang matanya masih ditutup kain putih bertanya, “Kejutan?”. Saras mengiyakan, kemudian membimbing Kumud ke tempat duduk yang ada disitu. Kumud tak hentinya bertanya, “kita ada dimana”. Saras menjawab penuh misteri, “Duduklah, aku akan segera kembali”. Kumud agak khawatir,”kau mau kemana? Saras”. Saras berlari ke mobil, “tunggu sebentar”.

Saras mengambil tas bawaannya ke mobil, kembali kebangku dekat Kumud. Kumud memberitau, “Aku kedinginan”. Saras menyuruhnya menunggu, “Tunggu sebentar, aku juga sudah mengaturnya”. Kumud bertanya lagi, “Mengatur apa, apa yang kau atur, pertama kau membawaku ke luar, apalagi disini dingin”. Kumud meniup mulutnya karena dingin. Saras mengeluarkan kain dari keranjang, “sebentar”. Kumud ga sabar, “Kejutan, kejutan apa yang kau rencanakan Saras, apa,,”. Saras menyelimuti tubuh Kumud dengan kain yang dibawanya, “Sebentar ya”. Kumud penasaran, “aku,,”.

Saras meminta waktu sebentar. Kumud setuju, tapi dengan syarat jangan lama-lama. Saras menaroh keranjang dibawah, mengeluarkan dubuah lilin merah berbentuk bulat, menarohnya berdekatan dibangku, diantara mereka duduk. Kumud mulai bertanya lagi, “Saras, apa yang kau lakukan. Kalau ketauan orangtuaku, mereka akan membunuh kita sekarang”. Saras menenangkan, “Tenang saja, ini kejutan, jadi kau, bersabarlah dulu”. Saras menyalakan lilin.

Saraswatichandra episode 244 245 41

Saras membuka kain penutup mata Kumud. Kumud mengerjapkan matanya. Saras berbisik ditelingan Kumud, “Inilah kejutannya”. Kumud melihat dua lilin berdekatan yang sedang menyala, ia tersenyum menatap Saras. Saras kembali duduk. Kumud tersenyum, “Indah sekali”. Saras tersenyum, “tunggu”, Saras mengambil bawaannya dari keranjang lagi. Kumud berkomentar, “Kau bawa makanan?”. Saras membuka tempat makanan yang dibawanya. Kumud begitu melihat isi makanan, kaget, “Mie?”.

Saras menjawab, “ya”. Kumud tertawa. Saras mengambil sendok, “aku siapkan sendiri”. Kumud tersentuh, “Kau memasak?”. Saras menjawab, “Apa boleh buat, aku tidak tau hidangan lainnya, jadi aku memasak mie saja”. Saras menyuapkan ke mulut Kumud, “bagaimana”. Kumud mengunyah mie, merasakan dilidahnya, memberi komentar, “Kau tau, tepla adalah makanan favorit ku, tapi sekarang, termasuk mie”. Wajah Saras yang sempat sedikit kecewa mendengar makanan favorit Kumud, langsung tersenyum begitu Kumud menyukai mie masakannya, “Ohya”. Kumud tertawa.

Saras ingat sesuatu, “Satu kejutan lagi”, mengambil termos ke keranjang. Kumud bertanya, “Sekarang apa lagi?, *memperhatikan apa yang dilakukan Saras, Kopi?”. Kumud menahan senyum. Saras dengan bangganya bilang, “Ya, aku juga yang membuatnya”. Kumud tertawa senang, melihat lilin dan pernak-pernik yang disiapkan Saras. Kemudian berkomentar khas ibu guru Kumud, “Lumayan juga usahamu, aku akan bebas. Sepertinya setelah menikah, mie dan kopi sudah cukup buatmu ya”.

Saras mengernyitka wajahnya, ini kesimpulan yang sangat merugikannya, “Ooo, sebentar. Aku, menyiapkan semua ini, karena aku tau kalau setela kita menikah, kau pasti memasak berbagai hidangan yang istimewa untukku. Aku memasukkan menu program diet, untuk sarapan ada gandum, strowberry shake tanpa lemak, ibli, dogza dengan minyak zaitun. Kumud mulai melihat Saras dengan wajah serius.

Saraswatichandra episode 244 245 40

Saras masih bicara, “Oa,,a,, menu siang, aku siapkan beras merah dengan banyak lentil yang cukup banyak, alutika, pandatika, ,,, semuanya harus sehat”. Mulut Kumud mulai ternganga. Saras memberitau menu sorenya, beras merah, moha dan berbagai jus buah segar, dan setelah itu cappucino, dan untuk menu malam, aku buatkan pasta barbeque, sayuran dikukus atau digoreng dengan minyak yang sangat sedikit tanpa jamur, dan untuk masakan sup, sekali-kali akan kubuatkan sup tomat kentanga, dan bergiliran dan selang seling, setuju”. Kumud benar-benar ternganga dengan menu yang disebutkan Saras.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Saraswatichandra: Kumud Menari Sebelum Pernikahan, Kusum Mulai Mencintai Danny, Samud Melanggar Tradisi”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.