Saraswatichandra episode 244 245 08

Danny kemudian menatap Kusum dengan penuh cinta sambil berkata, “sebenarnya tadi aku ingin memberikannya, tapi, kau sudah terlanjur marah. Aku akan memakaikannya ditanganmu”. Kusum terdiam, tak bisa berkata-kata menatap suaminya itu. Danny meraih tangan Kusum, memakaikan gelang. Kusum menatap Danny dengan tatap cinta. Danny memakaikan ke tangan Kusum satunya lagi, sambil terus tersenyum.

Maat Kusum berair, “Apakah aku seharusnya berterima kasih atau meminta ma’af padamu”. Danny menengadahkan wajahnya berfikir, “Hmmm, katakan aku cinta padamu”, dengan setengah berbisik dihadapan Kusum. Kusum menangis bahagia kemudian memeluk Danny. Kusum memukul manja punggu Danny dengan telapak tangannya sambil membenamkan wajahnya di bahu lelaki yang sangat mencintainya itu. Danny tertawa bahagia dipeluk dan memeluk Kusum.

Kusum melepaskan pelukannya, mengusap air matanya. Danny berdehem melihat baju bagian dada Kusum. Kusum menatap Danny heran, Danny memberi isyarat dengan gerakan alis dan dagu ke arah baju Kusum yang juga terkena henna dari baju Danny. Mereka tertawa bersama.

Saraswatichandra episode 244 245 09

Di kamarnya, Kumud duduk dibangku, mengoles kakinya yang sakit dengan minyak, mengurut pelan sambil menahan sakit, mencoba berdiri lagi, sambil mengatur nafas dan berpegangan pada lengan bangku. Wajahnya langsung meringis begitu kakinya menapak lantai.

Kumud semakin cemas sekaligus berfikir, “Kalau dia tau aku begini, dia tidak akan membiarkan aku menari. Tapi kalau aku tidak menari, dia pasti akan patah hati.

Kalika yang sudah berdandan rapi, turun tangga sambil memasangkan gelang ketangannya. Di ujung tangga Yash yang sedang berjalan sambil menunduk, terpana begitu melihat penampilan Kalika. Kalika tersenyum melihat Yash terkesima, ia terus aja melenggang mau meninggalkan Yash. Yash memegang dan menarik tangan Kalika, “Ada apa, kelihatannya kau senang sekali hari ini, *Yash genggam tangan Kalika*, kau mau kemana”. Kalika memperlihatkan senyum manis pada suaminya itu, “Aku mau keluar, memangnya kenapa. Bandnya akan segera datang, lepaskan tanganku. Aku akan menari malam ini, aku akan memikat perhatian semua orang padaku. Kau lihat saja nanti, kau pasti akan senang”.

Kalika mau melangkah, Yash memegang lengannya, “Aku tidak tau dengan orang lain, tapi aku pasti akan terus melihatmu. Kau bersinar seperti pengantin baru, aku jadi jatuh cinta lagi padamu”. Kalika meyakinkan, “benarkah?”. Yash mengiyakan. Kalika sambil melepaskan tangannya berkata, “Tidak mungkin, pergi dan carilah gadis lain untukmu”, sambil mendorong tubuh Yash menjauh. Yash berkata, “Apa? setidaknya beritau aku, kenapa wajahmu bersinar seperti ini, hmm”.

Kalika menunduk berkesan malu-malu dengan pertanyaan Yash, dengan membathin, ‘karena aku punya kesempatan untuk membuat wajah orang lain pucat’, tapi yang keluar dari mulutnya dengan gaya manja pada Yash, “tidak akan ku beritau”. Kalika bergegas meninggalkan Yash. Yash tersneyum geleng-geleng.

Saraswatichandra episode 244 245 12

Di halaman yang sudah dihampar kerpet biru dan merah, penari sudah menari mengelilingi panabuh gendang. Di tenda depan teras rumah, sudah dihiasi dengan hiasan bunga dan lampu-lampu, keluarga sudah barada diposisinya masing-masing. Yash mulai membuka acara menari dengan nyanyian di malam pra pernikahan Kumud :

Yeeee, sa lalalala, aaaaa,,,
Ji,, ji,,ji,,,jiiiiiii haaa,,,, *Kusum, Kumari, Kalika, menari bergabung dengan Yash dan penari lain.
Hari ini gendang dimainkan
Hari ini tamborin dimainkan
Bersama gelang-gelang tangan gadis
Gelang kakinya pun bergemerincing *Saras didampingi Danny tersenyum melihat tarian mereka.

*Vidya ikut turun menari dan menyanyi* Bunyikan, bunyikan, bunyikan gendangnya *Sahut-sahutan sama Yash.

Kumud muncul di ruang menari dengan terpincang, terpana dan tersenyum melihat ibunya, Dugba dan ibunya Yash ikut turun menari, mengikuti irama gendang dan nyanyian

Hei, hei, hei, dibunyikan
Mainkan gendangnya
Dham, dham, suara gendangnya
Main kan gendangnya
Telah terjadi kehebohan, kehebohan

Saraswatichandra episode 244 245 13

Mereka semua menari membentuk lingkaran mengelilingi tiang tenda yang dihias lampu-lampu mengikuti irama gendang yang di tabuh oleh seorang laki-laki brewok. Semua menari dengan suka cita. Kumud tersenyum melihatnya. Danny dan Saras yang berdiri di belakang kursi roda kakek menyaksikan sambil bertepuk tangan. Semua menari dengan semangat, dan ceria.
Akhir tarian diiringi oleh tepuk tangan riuh yang menghadiri.

Salah satu lelaki berpakaian pemukul gendang, merekam acara secara sembunyi-sembunyi dari arah luar pagar. Saat kameranya mengarah ke tempat Danny berdiri, yang sedang bertepuk tangan. Danny menyadarinya, ia menoleh ke arah si pengintai dibalik kamera tersebut, wajahnya mengernyit.

Tepuk tangan tamu yang datang masih terdengar riuh selesai sesi menari bersama. Danny berlari ke arah pengintai dibalik kamera, “Siapa disana!”. Si pengintai kaget, ia pergi menghindar, kameranya terjatuh. Danny berteriak, “Hei!”. Saat sampai ditempat, pengintai sudah tidak ada. Mata Danny melihat kamera yang tergeletak dilantai, saat mau melagkah mengambil kamera, Kusum yang menyusul memanggil, “Danny”. Danny menjawab, “Ya”, sambil matanya ke arah kamera. Kusum menarik tangannya,”Danny, ayo cepat, Saras dan Kumud akan menari”. Si pengintai memanfaatkan situasi ini dengan mengambil kameranya yang terjatuh. Danny melepaskan tangan Kusum, bergegas ke tempat kamera lagi, tidak ada. Danny melihat sekitar dengan bengong. Kusum menghampiri dan memegang lengannya, “Kau mau ikut atau tidak, ayo, kesana. Kita akan melewatkan pertunjukannya, ayo Danny, cepat”. Danny yang sudah ditarik-tarik Kusum tetap melihat ke arah dia melihat orang mencurigakan tadi ‘kameranya hilang’. Danny mengikuti Kusum kembali ke dalam.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :