Wajah Kusum langsung menunjukkan marah, “Apaa!”, ia menahan nafas kesal, langsung meninggalkan ruangan tersebut. Danny tak menyangka reaksi Kusum seperti itu, kelimpungan sendiri, “tunggu, tunggu Kusum”. Dugba yang melihat ambekan Kusum malah tersenyum memberi isyarat pada Guniyal dan Vidya. Vidya langsung menggoda, “Sudahlah Danny,tenangkan dia, butuh sehari untuk menenangkannya”. Wajah Danny tegang. Guniyal melihat Vidya supaya jangan menggoda, Vidya tak mengubris, “lagi pula ribut-ribut”. Guniyal memukul suaminya dengan sari ditanggannya sebagai isyarat agar suaminya itu diam. Danny menunjukkan wajah sedih, “tidak paman”. Kumari memberi semangat, “Semoga beruntung”. Danny menjawab lawannya adu mulut itu dengan kesal, “Diam” sambil melangkah meninggalkan ruangan. Kumari senyum dan duduk disebelah Guniyal yang menutup mulut menahan senyum melihat Danny kalang kabut menghadapi Kusum yang ngambek. Vidya tertawa.

Saraswatichandra episode 244 245 03

Sementara itu, Kumud berjalan pelan terpincang-pincang sambil berpegangan pada dinding, ia bicara sendiri, “Aku harus bilang padanya, kalau aku tidak bisa menari, dia harus menari sendirian”. Sambil meringis menahan sakit, Kumud sampai di depan kamarnya, memiringkan badan, melongok ke dalam, melangkah sambil menahan sakit di kaki, terpana melihat Saras masih berlatih menari sendiri, dan sepertinya menikmati setiap gerakannya. Saras yang asyik dengan gerakannya, begitu melihat Kumud, langsung menghampiri dengan wajah senyum penuh semangat, “kau melihatnya, bagaimana latihanku tadi”.

Kumud tersenyum, “Bagus sekali”. Saras bernafas lega, “Terima kasih, tadi kau sudah pergi, tapi sejak itu, aku terus berlatih. Sebaiknya kau lihat caraku menari selama upacara nanti, aku akan membuat pasangan menarimu tahun lalu menjadi malu, dan dia tidak akan bisa bicara apa-apa”. Kumud tersenyum tipias. Saras menerawang, “Kumud, aku tidak pernah menyangka akan menari di depan begitu banyak orang, *gosok telapak tangan, semangat*, aku ingin agar, di acara sebelum pernikahan kita, aku menari dengan mu”.

Mata Kumud tertunduk, tak berani melihat mata Saras yang penuh semangat dan harapan. Saras heran melihat ekspresi Kumud, “Ada apa, sejak tadi kau hanya diam saja”. Kumud menarik nafas tersenyum. Saras menunjukkan wajah was-was, “Apa menariku tidak cukup bagus?”. Kumud langsung menyanggahnya, “Tidak, tadi sudah kubilangkan, menarimu bagus sekali”. Saras tersenyum lebar, memeluk Kumud dengan senang, sementara Kumud menahan sakit dikaki, dan juga takut menghancurkan harapan besar Saras.

Saraswatichandra episode 244 245 05

Sementara dilantai bawah, Kusum yang pergi dari ruang keluarga berkumpul, berjalan di lorong rumah sambil mengomel, “dia membawakan hadiah untuk semuanya, kecuali untukku”. Dugba bergegas memanggilnya, “Kusum. Dia akan memberikan hadiah yang besar sekali untukmu nak”. Kusum tak percaya, “Bagaimana mungkin Bi, dia bahkan tidak mengingatku selama kepergiannya, makanya dia tidak membawakanku hadiah”, Kusum menunjukkan wajah kesalnya.

Dugba tersenyum melihat wajah kesal yang ditunjukkan Kusum untuk Danny, “Aku suka melihatmu marah. Mungkin kau tidak akan bisa mengerti nak, tapi kau mulai mencintainya. Percayalah padaku apa arti dari semua ini”. Kusum tertunduk malu. Dugba menjelaskan, “Seseorang sudah menghabiskan waktunya, inilah cara Danny untuk bisa diterima disisimu. *pegang pundak Kusum*, kelihatannya kau tidak membutuhkan siapa-siapa saat ini, tapi sebenarnya, kau sangat membutuhkan kehadiran Danny suamimu. *Kusum seperti baru tersadar juga*, dan hari ini, aku adalah orang yang paling bahagia, kau telah mengambil keputusan yang bijak, nak. Karena sekarang kau menerima hubungan ini. *usap kepala Kusum*, Semoga Tuhan melindungimu dari kemarahan mata iblis, semoga kau bahagia nak”. Kusum terharu, tapi dia merespon bibinya dengan sikap merajuk, “tanpa hadiah, aku akan berbahagia?”.

Dugba mencubit gemes Kusum, “Kalau begitu, cepat kau ganggu dia”. Kusum tertawa kepada Dugba. Dugba mau melangkah meninggalkan Kusum saat ingat sesuatu, “Oya, apa kau sudah menghubungi penyedia henna”. Kusum menjawab, “Iya Bi, dan dia akan menambah dua asisten lagi, karena mereka akan membuat desain yang bagus dan cepat, hhihi”. Setelah mendengar jawaban Kusum itu, Dugba meninggalkannya dengan tersenyum, sambil melirik ke arah Danny yang sudah muncul dibelakang Kusum beberapa waktu lalu.

Saraswatichandra episode 244 245 07

Begitu melihat Danny, Kusum langsung melangkah pergi. Danny mengejar sambil memanggil nama kusum. Kusum tetap melangkah. Danny mengejar di belakang, “Kusum tunggu, hanya masalah kecil saja kenapa kau marah, Kusum tunggu. Kusum dengarkan aku, aku mencarikanmu hadiah, tapi,,”. Kusum yang sudah masuk kamar dan duduk dibangku, sambil memegang mangkok berisi henna langsung memotong ucapan Danny sambil mendongak kearah Danny yang sudah berdiri di hadapannya, “Tapi kau tidak memberiku kan”.

Kusum mengaduk henna ditangannya, melanjutkan kekesalannya, “kau memberikan hadiah pada semua orang, kecuali aku”. Danny membungkuk memegang pundak Kusum dengan sayang, “Kusuuuumm”. Kusum menghindarkan bahunya refleks, “Jangan sentuh aku, atau ku tumpahkan henna ini diwajahmu, supaya kau bisa berkeliling dengan warna ini diwajahmu”. Danny yang sudah jongkok memegang kepalanya sambil tersenyum melihat kekesalan Kusum, ia kemudian memegang kedua bahu pundak Kusum, “Dengar ya”, henna dimangkuk yang depegang Kusum tumpah mengenai naju dibagian dada Danny. Kusum terkejut.

Danny langsung berdiri, melihat kedada dan bajunya yang terkena tumpahan henna. Kusum menaroh mangkok yang dipegangnya di meja, berdiri dengan kalut, “Ma’af Danny, ma’af mengotori bajumu, akan kubersihkan”. Dany justru menggenggam tangan Kusum, “Nggak apa-apa, biarkan baju ini, seperti ini. Mulai sekarang, ini adalah baju favoritku. Kau masih ingat saat Kumud mengotori baju kakak dengan henna, kakak tidak pernah mencucinya dan aku mengejeknya, baru sekarang aku mengerti. Sudahlah kau jangan khawatir”.

Kusum kembali menunjukkan wajah merajuk kesal, “Lupakan saja, *belakangi Danny*, kau tau, Saras membawakan sebuah gaun buatan Ramphur untuk Kumud, dan kau,, kau bahkan tidak memberiku apa-apa”. Danny mengambil sesuatu dari kantong celananya, kemudian menyodorkannya lewat bahu Kusum yang membelakanginya, Kusum terpana melihat sepasang gelang cantik ditangan Danny itu, memutar badan, melihat Danny, ekpresi wajahnya langsung berubah ceria, “gelang”, mau ngambil dari tangan Danny. Danny mengangkat tangannya cepat, menghindar jangkauan tangan Kusum dari gelang.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :