Saraswatichandra: Kumud Terkurung di Ruang Pendingin Makanan & Saras Belajar Manari.


Saraswatichandra episode 242 243 42

Esok paginya, di ruang aula, para penyanyi sudah mendendangkan tembang pujian di tempat yang sudah disediakan. Kusum sedang mempersiapkan keperluan ritual. Dugba menghampirinya, “Kusum, ini jeruk nipisnya, campurkan sedikit ke dalam henna milik Kumud ya. Warnanya akan menjadi gelap ditangan Kumud, aku tau kalau Saras sangat menyukai itu”. Kusum memeluk bahu Dugba, “Warnanya akan menjadi sangat kuat, dan tidak akan hilang sampai sebulan”. Dugba mengingatkan, “Jangan dicampur terlalu banyak, nanti bisa merusak kulit”. Kumud mengingatnya, “Baiklah”.

Kalika datang membawakan teh, “Silahkan, *taroh untuk Dugba*, Kusum ini. Oya, berikan jeruk nipisnya, akan kucampurkan dengan henna”. Kalika mengambil jeruk nipis yang tadi dibawa Dugba dan melangkah pergi. Kusum yang heran melihat sikap Kalika, berkata, “Ada apa dengannya belakangan ini, dia sama sekali tidak melawan ataupun tidak membantah, dia bersikap baik pada semua orang”. Dugba hanya tersenyum mendengar Kusum.

Kalika membawa bubuk jeruk nipis yang diminta untuk dicampur sedikit, ke meja lain. Sambil lirik-lirik kebelakang, Kalika menuangkan semua bahan bernama jeruk nipis itu kedalam campuran henna. Kemudian berbicara, “Waktu untuk menghitamkan tangan sudah selesai. Sekarang, aku harus menghancurkan hidupnya Kumud”. Wajah manis yang ditunjukkan Kalika di depan keluarga, berubah menjadi wajah penuh dendam yang sangat menyeramkan.

Saraswatichandra episode 242 243 44

Sementara itu, dikamar, Kumud sedang menjadi guru tari buat Saras, “Baiklah, ayo kita coba lagi sekarang”. Saras menyetujui, “Baiklah, ayo sekali lagi”. Saras kemudian seperti memastikan mutiaranya ada dikantong celananya. Mata Kumud yang awas langsung melihatnya, ia tersenyum, semangat baru langsung muncul, “Apa kau siap”. Saras mengiyakan.

Kumud memberi aba-aba, “Baiklah, dua langkah ke kiri, dua langkah ke kanan. Pertama, satu, dua langkah ke kiri, tiga, empat, lalu, munduur, lalu seperti ini. Baiklah coba lagi”. Saras memperhatikan gerakan yang dicontohkan Kumud, “Ok, satu, dua langkah kekiri, mundur, mundur”, Saras membuka tangannya lebar-lebar saat gerakan mundur. Kumud langsung protes, “Memangnya dalam permainan kabagi”. Saras tersinggung, “Kau tidak perlu meledekku, aku ini sedang berusaha untuk latihan. Aku haru bagaimana kalau gagal”. Kumud meredakankan Saras dengan mengangkat kedua tangannya, “ya sudah”. Saras terus nyerocos, “Ke kiri, kekanan, lalu, mundur, mundur, aku sangat bingung!”.

Kumud juga bicara, “Ya sudah, sudah. Apa kau tau tarian lainnya, *lirik Saras*, Maksudku, apakah kau bisa menari, sedikiiiiit saja, tidak banyak-banyak. Coba tunjukkan padaku”. Saras gondok mendengar dan melihat Kumud, “Dengar Kumud, kau jangan meremehkan aku”. Kumud menunjukkan wajah akan mempercayainya, “hhhmm”. Saras agak ragu, “Ya, karena, aku, aku,, yaaa, ada sesuatu, yang belum ku katakan pada siapapun. Aku akan memberitaukanmu, tapi berjanjilah tidak mengatakannya pada orang lain.

Kumud memegang lehernya, “Aku berjanji”. Saras lega, “Mendekatlah”. Kumud menjawab tidak. Saras memperlihatkan wajah serius, “Ayo mendekatlah”. Kumud curiga sambil tunjuk, “Kau,,”. Saras meyakinkan, “Ini rahasia, bagaimana mengatakannya, nanti orang dengar”. Kumud mendekat. Saras memberitau dengan sikap serius, “Dulu, di universitas, saat liburan musim panas, aku sudah menyelesaikan satu sesi menari”. Kumud menunjukkan wajah kaget dengan memegang wajah dengan kedua tangannya sambil berteriak, “Haaaa, Apaa!”.

Saras menunjuknya, “Kau! tidak perlu berlebihan seperti itu. Aku bisa lupa semua yang kupelajari”. Kumud menenangkan Saras, “baiklah, aku minta ma’af, sekarang tunjukkan padaku. Setelah itu aku akan menari untukmu”. Saras tersenyum, “Apa kau yakin”. Kumud membulatkan matanya, “Hhmmm”. Saras menggoda, “Sebaiknya kau pikirkan lagi”. Kumud meyakinkan, “Ayolah, kenapa kau tidak mencoba”.

Saraswatichandra episode 242 243 48

Dengan gerakan cepat, Saras meraih pinggang Kumud, memegang sebelah tangannya, merendahkan tubuh Kumud. Kumud kaget mengira akan jatuh telentang, tangan satunya spontan memegang bahu Saras dari belakang, sehingga posisi mereka seperti posisi dansa berpasangan, “Bagaimna menurutmu”, ujar Saras sambil tersenyum dan menatap Kumud dalam posisi seperti itu. Kumud memukul punggung Saras, “Huh, dasar nakal, kau keterlaluan. Aku tidak mau menari denganmu”. Kumud membelakangi Saras sambil memangku tangannya.

Saras membujuk, “Ok, tenang, ma’afkan aku. Aku hanya melakukan yang kau inginkan. Baiklah akan ku coba sekali lagi”. Kumud terlihat memikirkan sesuatu. Saras mencoba mengingat gerakan yang diajarkan Kumud, “O, bagaimana tadi ya, satu, dua tiga”. Wajah Kumud seperti menemukan ide, “E,, sudah, sudah, tidak perlu melakukan itu, kita ganti sedikit gerakan langkahnya. Sekarang coba berdiri dengan kepalamu”. Saras heran, “Apa? Bagaimana aku bisa belajar menari dengan cara begini”.

Saraswatichandra episode 242 243 49

Kumud sok serius, “Astaga, itu untuk memberi tekanan pada pikiranmu, dengan begitu kau bisa mengingat langkah-langkahnya, itu saja”. Saras berpikir sesaat, wajahnya sedikit lega, “Benar juga yaa, kau benar”. Kumud langsung tersenyum lega juga, begitu respon Saras setuju, “Benarkan, sudah kubilangkan, ayo coba lagi”. Saras sibuk menganalisa maksud Kumud, “Kalau aku berdiri dengan kepalaku, mungkin aku bisa menari dengan benar, lalu, dimana aku melakukannya”.

Kumud menunjukkan tempatnya, “Disana. Dengar, apapun yang terjadi, jangan menyerah”. Saras mengambil ancang-ancang dekat jendela dipinggir tempat tidur yang dipilihkan Kumud. Kumud memberi aba-aba, “Satu, dua, tiga”. Saras tak bisa mengangkat kedua kakinya. Kumud tersenyum. Saras mencoba lagi. Kali ini dia berhasil mengangkat kakinya keatas, dengan posisi kepala dibawah dan bertumpu dengan kedua tangannya. Saras mengatur nafas, mutiaranya jatuh dari kantongnya, menggelinding kearah Kumud berdiri. Kumud memungutnya sambil tersenyum. Saras yang dalam posisi kepala dibawah melihatnya, langsung berteriak, “Kumud, Pencuri! sekarang bagaiman caraku turun”. Kumud berkata, “Tetap begitu untuk sementara, dasar ladu busuk”. Kumud beranjak ke pintu. Saras berteriak, “Dengar Kumud, hentikan, Kumud!”. Kumud berdiri sebentar dipintu, memperlihatkan mutiara, berteriak ke Saras, “Sekarang kita lihat, siapa yang unggul”. Kumud lari dari kamarnya. Saras menurunkan kakinya sambil memanggil Kumud. Ia sempat meringis memegang pinggangnya.

Saraswatichandra episode 242 243 51

Di kamarnya, Kalika sibuk memilih pakaian, semua bajunya terhampar di tempat tidur. Ia bingung sendiri, “Apa aku harus pakai yang ini *sari warna toska*, atau yang hijau. aduh, aku bingung. Aku harus memakai baju yang bagus malam ini, karena ini upacara musikal Kumud”. Kalika memilah milih bajunya lagi.

Ibunya Yash masuk, menepuk pundaknya, “Kau sedang apa sekarang. Kanapa malah kau yang bersemangat Kalika”. Kalika menjelaskan, sambil memegang bahu ibu mertuanya, “Aku tau bahwa ini upacara pernikahan Kumud. Tapi kita lah yang harus merasakan paling gembira”. Kalika melangkah mengitari ibu mertuanya, “Kumud akan menginggalkan kita atau tidak, yang jelas kekhawatiran kita pasti akan hilang. Dan aku pastikan itu”.

Ibunya Yash bengong mendengar ucapan menantunya itu, “Aku tidak pernah mengerti, pola pikir mu itu Kalika. Kenapa aku malah buang-buang waktu bicara dengan mu, sudahlah cepat bersiap-siap, sebentar lagi tamu akan datang. Ayo cepat lakukan sesuatu, jangan diam saja disini”. Ibunya Yash beranjak keluar. Kalika nyahut, “Baiklah ibu mertua”, kemudian tersenyum.

Serial Saraswatichandra episode selanjutnya, Kumud berusaha mengambil kaleng diatas rak, tiba-tiba dia terjatuh dari bangku tempatnya berpijak. Kumud berusaha bangkit, tapi terduduk lagi dan membathin ‘bagaiman caranya aku menari dengan Saras, berjalan saja aku tidak bisa sekarang”.

Iklan

Satu respons untuk “Saraswatichandra: Kumud Terkurung di Ruang Pendingin Makanan & Saras Belajar Manari.”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.