Saraswatichandra: Kumud Terkurung di Ruang Pendingin Makanan & Saras Belajar Manari.


Saraswatichandra episode 242 243 06

Pemilik toko mengajak mereka ke dapur, “Sini, silahkan masuk. Ini adalah dapur ku lihatlah baik-baik. Seperti yang kalian lihat, *tunjuk wajan yang sedang diaduk* Kami disini sedang merebus susu, dan kami menyajikannya sangat higienis”. Salah satu karyawan menyela, “Tuan, semuanya sudah siap”. Pemilik toko tersenyum, “Ho,oh,, ambil ini, bawa keluar sana”, serahkan buku menu yang terbawa.

Pemilik toko bicara lagi pada Saras, “Sebenarnya, ini sudah waktunya kami menutup toko ini *karyawan toko keluar ruangan* Kalian datang terlambat, tapi aku akan menemani kalian. Tenang saja, ayo”. Kumud memperhatikan sekitar dapur. Saras mulai melihat-lihat. Pemilik toko memberitau, “Tuan, bisnisku ini sudah berjalan selama 50 tahun, kakekku yang memulai bisnis ini. Apakah kalian berdua sudah tau, bahwa reputasi kami sudah terkenal sejak jaman itu”. Saras sentuh alat pemasak dengan tangannya, memastikan ada debu atau tidak.

Pemilik toko menawarkan, “Kalian mau minum teh atau dingin”. Kumud jawab teh, Sarasjawab dingin. Pemilik toko langsung bingung lagi melihat mereka berdua. Merasa tak enak, Saras langsung ralat dengan teh, Kumud justru ralat dengan minuman dingin. Pemilik toko berdiri melongo. Nafas Kumud sama-sama tarik nafas, kemudian mengucapkan bersamaan apa yang mereka inginkan, tapi yang terucap bukan jenis minuman yang sama, Saras minuman dingin, Kumud kembali teh. Saras menarik nafas sambil lihat Kumud, ia kemudian usap jidatnya dengan jempol.

Kumud memilih bicara pada pemilik toko, “Tuan Candur, kami ingin melihat ruang pendinginnya”. Saras lirik Kumud dengan wajah kesal. Pemilik toko menyanggupi keiningan Kumud., “haa tentu, ada disebelah sini, silahkan”.

Saraswatichandra episode 242 243 09

Saras Kumud menuju ruang yang ditunjuk Tuan Candur. Sementara Tuan Candur, tetap berdiri ditempatnya sambil bicara sendiri, “Aku rasa kita harus membiarkan mereka tenang dulu, lalu aku tanya lagi mereka mau teh atau minuman dingin”. Kemudian Tuan Candur menoleh ke arah Saras Kumud, berteriak, “Eh iya,, silahkan, cepat kembali, aku ada pekerjaan yaa”. Saras Kumud mengangguk.

Hp Tuan Candur berbunyi. Saras buka pintu ruang pendingin. Pemilik toko bicara di ponselnya, “Oh, yaya, Tuan Jitu, kami juga membaut masakan cina. Tidak masalah kami bisa menyajikannya”.

Saras memberi isyarat agar Kumud masuk ruangan pendingin terlebih dulu dengan berdiri disamping pintu. Kumud masuk, diikuti Saras. Pintu ruangan pendingin otomatis menutup setelah tangan Saras melepaskan pegangannya. Saras Kumud mulai merasakan hawa dingin mengenai kulit mereka. Saras mulai melihat-lihat penyimpanan, saat Kumud mulai bicara dengan nada ngajak ribut, “Mmmhhuuuh, ada yang mau memesan sendirian katanya, memutuskan antara teh dan minuman dingin saja bingung. Pikirannya terus, terus, terus saja berubah”. Kumud bicara juga sambil ngcek-ngecek makanan diruang pendingin.

Saraswatichandra episode 242 243 10

Saras tak terima, “Eh, tunggu sebentar, aku berubah pikiran. Tapi kau sadar apa yang kau lakukan, kau selalu saja mengikutiku. Dan kau, sudah dengan sengaja, melawan pilihanku”. Kumud menoleh kearah lain saat Saras bicara, kemudian melihat ke arah Saras, “Ku bicara denganku”. Saras bingung, “Apa?”. Kumud sambil bersedekap menahan dingin membelakangi Saras, “Nghuh”. Saras terpana melihat wanita keras kepala bernama Kumud itu.

Di luar ruang pendingin, seorang karyawan menyimpan makan ke dapur. Saat mau balik ia melihat kearah pintu ruang pendingin, “Ya ampun, Tuan lupa mengunci ruang pendingin”. Ia pun mengambil gembok yang tergeletak di meja dekat situ dan langsung memasang gembok dan menguncinya. Setelah yakin terkunci dengan baik, ia pun meninggalkan dapur.

Sementara itu, di dalam sebuah mobil, seorang lelaki berkaca mata hitam, wajahnya tidak terlihat jelas, sedang menunggu sambil mengetukkan jari telunjuknya ke stir, dan tangan satunya di spion mobil. Mobilnya parkir di depan toko makanan yang dimasuki Saras Kumud. Ia agak melongok ke arah toko saat melihat karyawan toko tersebut keluar meninggalkan toko satu persatu.

Dari belakang, terlihat, tangannya yang memegang spion, dipergelangan tangan si lelaki, ada tato yang sama, yang dimiliki oleh pengendara mobil penolong Saras, saat harus memburu waktu dari penjahit sebelumnya, agar sampai tepat waktu di rumah melangsungkan pertunangan. Lelaki juga mengetukkan jarinya di kaca spion, kemudian melepaskan kaca mata hitamnya.

Saraswatichandra episode 242 243 13

Di dalam ruang pendingin sambil memeriksa ruangan, Saras Kumud masih saja adu mulut tak mau mengalah. Saras berujar, “Ini semua salahmu terima saja. Hari ini kau mulai cari masalah denganku”. Kumud menjawab, “Hari ini kan. Kau, dengan mengambil mutiara yang kakek berikan padaku”. Saras melihat Kumud, “Kemarilah, dengarkan aku, *Kumud condongkan kepalanya*, Periksa apa yang kau mau dan cepatlah, aku kedinginan di dalam sini”. Kumud malah meledek, “Hoo hooo,, ini baru dua menit, tapi kau sudah kedinginan?”. Kumud meniupkan mulutnya ke wajah Saras.

Kumud yang memangku tangan sambil mengusap-usap lengannya menahan dingin kembali memeriksa ruangan pendingin. Saras yang memang menggunakan jaket, akhirnya memeriksa juga dibagian lain. Mereka punggung-punggungan, mudur-mundur, saling senggol tapi menunjukkan sikap seperti saling tak sudi.

Di parkiran, lelaki yang pergelangan tangan bagian dalamnya bertato, masih menunggu di dalam mobil sambil memperhatikan toko. Si pemilik toko sudah berdiri di depan tokonya, masih sambil menerima telpon, kemudian dia memanggil salah satu karyawannya, “Hallo, mari sebentar, apa pasangan tadi sudah pergi setelah memeriksa ruang pendinginnya”. Karyawan yang ditanya menjawab, “Saya tidak tau Tuan, Tapi rauangannya sudah dikunci”. Si pemilik toko menyimpulkan, “Oo, artinya mereka sudah pergi dari sini”. Si karyawan merespon, “Ya Tuan”. Si pelik toko berujar, “Kalau begitu, cepat tutup tokonya, aku juga harus pergi dan datanglah tepat waktu besok pagi kita harus mengantar pesanan yang spesial, ya”. Si karyawan menjawab, “Baik Tuan”.

Di ruang pendingin, Saras berkomentar sendiri, “Ruangan ini kelihatan bersih, tidak ada tanda-tanda kadal atau tikus disini. Entah apa maksud Kumari, tidak ada apa-apa”. Kumud sibuk memeriksa diujung lain. Di luar ruangan, karyawan yang disuruh menutup toko oleh pemilik, mematikan lampu. Saras dan Kumud dalam raungan pendingin terlihat bingung. Karyawan toko meninggalkan ruangan setelah pekerjaan mematikan lampu selesai.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan