Saraswatichandra: Kumud Terkurung di Ruang Pendingin Makanan & Saras Belajar Manari.


Serial Saraswatichandra episode sebelumnya, terlaksananya pertunangan Saras Kumud, setelah itu mereka saling curi mutiara, dengan alasan, segala cara dibolehkan dalam ‘perang’ cinta. Akibatnya terjadi ‘perang dingin’ antara keduanya. Keluarga urun rembuk untuk mengakurkan mereka.

Saraswatichandra episode 242 243 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 242 dan 243, Saras Kumud dipanggil dan diberitau apa yang harus mereka kerjakan berdua. Saras bertanya dengan kaget, “Candur Membuat Manisan?”. Yang langsung diiyakan secara serempak oleh semua keluarga. Kumud pun bertanya, “Memangnya buat apa kita kesana?”. Vidya pura-pura kaget juga dengan sikap Saras Kumud yang seperti protes, “Apa maksudmu? Bukannya kau harus membelinya”. Dugba ikut bersuara, “Tepat sekali, Kak Vidya, kakak ipar dan aku yang akan mengatur sisanya. Kusum, Kalika dan Kumari bertugas di dapur. Dan Yash, dia harus pergi ke pabrik. Jadi, hanya kalian berdua yang ada”.

Guniyal ikut nimbrung suara, “Kalian berdua bisa pergi kesana dan memesan apapun yang kalian suka”. Vidya mengiyakan. Kumud berujar, “Baik, aku akan pergi meemsan sendiri saja”. Saras langsung nyahut, “Baik, tidak masalah kalau ada yang mau pergi sendirian”. Vidya Dugba saling pandang dan sama-sama angkat bahu. Kusum Kumari saling lihat, kalau begini bisa batal rencana mereka.

Saraswatichandra episode 242 243 01

Saras menjelaskan, “Paman, maksudku adalah kita bisa memesan lewat telponkan”. Vidya membantah, “Tapi kau tidak bisa memesan manisan lewat telpon”. Saras bingung, “Apa?”. Dugba menutup mulutnya yang mau tertawa, bisa ketauan rencana bohongan mereka. Kumari langsung berceloteh, “Kakak ipar, memesan lewat telpon tidak cukup. Kau harus kesana dan memastikannya. Kata temanku Cahya, digudang penyimpanannya ada banyak serangga dan juga,,, kadal”, wajah Kumari terlihat jijik. Keluarga yang mendengar serempak nyahut, “kaadaal???”, sambil memperlihatkan wajah jijik.

Kumari menambahkan ucapannya pada Kumud, “dan mungkin disana ada tikus juga Kak”, yang terlihat geli membayangkan makhluk-makhluk yang disebutkan Kumari. Saras langsung merespon, “Kalau begitu kenapa kita memesan dari mereka?”. Vidya bicara spontan, “Itulah kenapa aku menyuruhmu berdua untuk pergi memeriksannya. Tapi tidak apa-apa, tapi pesan saj”. Kumari ikut mengiyakan semua ucapan Paman. Kusum buru-buru berkata, “Jangan memikirkan yang aneh-aneh, jaraknya hanya satu jam, ayo pergi”, sambil mendorong tubuh Kumud dan Saras keluar rumah. Setelah itu Kusum Kumari saling tos sambil tersenyum lebar, dan keluarga lain tertawa, berhasil membuat Saras Kumud melakukan pekerjaan bersama.

Saraswatichandra episode 242 243 02

Di mobil, Saras menyetir dengan wajah serius tanpa senyum. Disebelahnya, duduk Kumud yang menunjukkan wajah manyun melihat keluar jendela. Mereka kemudian saling lihat dengan menunjukkan wajah kesal masing-masing. Kumud bertanya, “Berapa usiamu”. Saras menjawab, “28 tahun”. Kumud memberikan kesimpulan, “Sampai kau 82 tahun pun aku tak mau bicara dengan mu”. Saras menoleh ke arah lain sambil narik nafas, kemudian menelengkan kepalanya ke arah Kumud, “Kalau begitu, aku beritau saja sekarang ini kau sedang bicara denganku”.

Kumud menoleh ke Saras, “Aku tidak berbicara dengan mu, cuma memberitaumu. Dan saat kita berdua, jangan berharap aku akan mengajakmu berbicara”. Saras mengatupkan geraham, “Kalau begitu kenapa kau ikut, aku bisa pergi berurusan sendiri”. Kumud memperlihatkan wajah ngejek, “benarkah?”, Kumud kemudian menanyakan beda dua jenis makanan. Saras memperlihatkan wajah mengernyit, “Apa”. Kumud langsung menyambar dengan ucapan, “Itu maksudku, karena itulah aku harus pergi denganmu, kalau tidak, orangtua ku akan malu dipesta nantinya”.

Saras melihat ke Kumud dengan tatapan tak mengerti apa yang dimaui wanita itu. Kumud nyari alasan lain, “Dan,, kau,, menyetirnya pelan-pelan, jangan cepat-cepat. Ini peringatan terakhir dari ku”, langsung membuang pandangan keluar jendela disampingnya dengan kesal. Saras menyanggupi maunya Kumud, “Pela-pelan, baiklah, aku akan berhenti”, Saras berlagak memberhentikan mobilnya dengan mendadak sehingga Kumud terguncang dan berteriak kaget. Saras tersenyum narik sudut bibirnya, “pelan-pelan”. Kumud semakin kesal.

Di jalan itu, ada sebuah kendaraan yang pengendaranya mengawasi kendaraan Saras dan Kumud. Ia sibuk memperhatikan lewat kaca di dalam mobilnya.

Saraswatichandra episode 242 243 03

Saras Kumud sudah duduk di hadapan pemilik toko manisan. Si pemilik toko bertanya, “Apakah kalian putri dan menantu Tuan Vidya? *Saras membenarkan* Tadi dia menelponku dia bilang kalian akan datang kemari. Ini ambillah dan bacalah”. Si pemilik toko menyerahkan buku menu. Saras Kumud serempak mengulurkan tangan memegang buku menu. Si pemilik toko memberi petunjuk, “Pesan apapun yang kalian suka, itu bukan masalah”. Wajah si pemilik toko yang tadinya penuh senyum dan semangat, terlihat bingung melihat pasangan di depannya yang sibuk saling tarik buku menu dangan wajah tak mau mengalah satu sama lain.

Si pemilik toko akhirnya tersenyum, mengangkat kedua tangannya kearah Saras Kumud, “O, tunggu sebentar, aku ambilkan satu lagi”. Saras tersenyum, mengambil buku menu yang disodorkan. Saras Kumud melihat-lihat buku menu.

Pemilik toko mulai bertanya, “Apa yang kalian ingin pesan untuk sarapan selain teh dan minuman dingin”. Kumud jawab, “Karpi”. Saras jawab, “Dogla”. Mereka saling lihat, jawabannya beda. Pemilik toko mencoba mengurai ketegangan mereka, “Tak masalah, aku akan mengambilkan kedua-duanya, kau suka dengan dogla dan kau suka dengan karpi, jadi kalian berdua senang”, pemilik toko mencatat.

Pemilik toko bertanya lagi, “Janis roti apa yang kalian inginkan”. Jawaban yang diberikan Saras Kumud berbeda lagi. Pemilik toko bingung melihat mereka bergantian. Saras melihat Kumud sambil membukan telapak tangannya, Kumud melihat Saras dengan wajah cuek. Pemilik toko memilih tersenyum, ” Haaa, itu bagus sekali! Kedua-duanya sangat lezat”. Pemilik toko menuliskan kedua jenis roti. Si pemilik toko bergumam sendiri ‘api tampaknya akan kesulitan memutuskan jenis karinya’. Ia pun bicara, “Mari tentukan hidangan penutupnya apa”. Saras Kumud menyebutkan jenis makanan yang berbeda lagi. Saras melihat ke arah Kumud dengan kesal.

Kumud bicara pada pemilik toko yang terlihat bingung, “Biasanya, orang-orang jahat memang lebih menyukai itu”. Saras menutup menu, menatap Kumud dengan sikap menantang. Kumud pun membalas. Si pemilik toko nyari aman, daripada ajang adu mulut, ia langsung berdiri, “Ohh, tunggu sebentar, menurut Tuan Vidya, bilang padaku kalian ingin melihat dapurku kan? Ayo, kalau begitu sekarang akan aku tunjukkan pada kalian”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan