Serial Saraswatichandra

Saraswatichandra: Ingin Berkat Ibu di Hari Pertunangan dengan Kumud, Kalika Mencoba Menghentikan


Serial Saraswatichandra episode sebelumnya, Saras yang menyamar menjadi Tonny yang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama membuat Kumud marah, ia mengaku telah bertunangan dengan Saras dan Kumud katakan mencintai Saras & Keluarga mencari waktu baik pernikahan Samud ini. Kakek putuskan mereka bertunangan dulu, persiapan pun dilakukan, Kalika ingin menggagalkan rencana pertunangan Samud tersebut.

Saraswatichandra episode 238 239 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 238 dan 239, Saras sedang dipenjahit pakaian, si penjahit memeriksa sari yang diberikan Saras dan memberitau, “Saya bisa menjahitnya, tapi besok lusa”. Saras yang awalnya tersenyum mendengar kata bisa, langsung menunjukkan wajah cemas mendengar kata besok, “Besok lusa? Sebenarnya aku membutuhkannya hari ini sebelum jam 6 sore”. Si penjahit tersenyum, “kalau begitu cari tempat lain saja”. Saras memberitau, “Tuan, aku dengar dari banyak orang, hanya kau yang bisa memasang payet pada pakaian. Lihta, aku datang dari Ratnanaghari, aku datang dari jauh Tuan, aku mohon jahitkan pakaian ini”.

Saraswatichandra episode 238 239 01

Si penjahit beralasa, “Pakaian ini memang bagus, tapi banyak sekali payetnya, mengerjakannya harus hati-hati, butuh waktu lama, kalau cepat-cepat kualitasnya tidak terjamin”. Saras mencoba bernegosiasi, “Kenapa bicara soal kualitas, pakaian ini sangat spesial untukku. Tuan, dengarkan aku, aku akan bertunangan pada malam ini, jadi aku ingin pakaian ini dijahit untuk tunanganku. Aku mohon jahitkan ini Tuan”.

Si penjahit luluh melihat wajah memelas Saras, “Baiklah, saya akan perintahkan asisten saya untuk mengerjakannya, semoga selesai, tapi kau maukan memberikan aku manisan”. Saras tersenyum, “Tuan, aku bahkan akan datang sendiri untuk memberikannya padamu”. Si penjahit tertawa, “Hehehe, kalau begitu, pasti akan selesai, kau ambil malam ini ya”. Mereka pun bersalaman sebagai tanda deal, Saras mengucapkan terima kasih lalu keluar dari tempat penjahit.

Saraswatichandra episode 238 239 02

Di rumah Vidya, Kalika mengendap masuk kamar, menutup pintu, kemudian melangkah ke arah tempat tidur, memeriksa semua perlengkapan pertunangan yang sudah dipersiapkan Dugba dan Guniyal sebelumnya. Kalika membuka satu-satu kotak yang ada, menyingkap semua lipatan sari yang terlipat rapi. Wajah mengkerut begitu tidak menemukan apa yang dicarinya, tiba-tiba dia seperti ingat, menoleh ke pojok, bergegas ke arah almari.

Kalika membuka almari yang tak terkunci, mulai mencari disetiap lipatan kain yang ada, “harusnya berada disini, dimana cincin itu”.

Sementara itu, Guniyal yang sudah turun tangga bersama Dugba, bertanya, “Oiya Dugba, kau harus membawa catatan untuk pemujaan, dimana, harus kuserahkan pada suamiku”. Dugba mengingat, “Aku lupa meninggalkannya di kamar, biar aku ambil sebentar ya”. “Baiklah”, ujar Guniyal meneruskan langkahnya, dan Dugba kembali naik tangga menuju kamar.

Saraswatichandra episode 238 239 03

Di kamar, Kalika masih di depan almari masih mencari dengan terburu-buru. Setiap lipatan pakaian tak ada, ia pun membuka laci yang ada di dalam almari, ia langsung bernafas lega saat membuka salah satu laci, mengambil kotak perhiasan, membukanya, mengeluarkan cincin yang ada didalamnya, mengamatinya dengan wajah tersenyum. Tiba-tiba matanya terbelalak, melihat ke arah pintu kamar, ia mendengar suara kaki mendekat, ia panik.

Dugba mendorong pintu kamar, melangkah masuk, menuju almari, membukanya, sementara Kalika ternyata ngumpet di bawah meja kecil yang ada disitu, ia memperhatikan gerak gerik Dugba sambil menutup mulutnya dengan tangan agar nafasnya yang memburu tak terdengar. Dari tempat Kalika bersembunyi terlihat, Dugba mengeluarkan catatan, memeriksanya sambil membalikkan badan, melangkah sedikit, Kalika semakin kaget, saat menyadari di lantai, di ujung kaki Dugba, tergeletak kotak cincin yang terjatuh dari tangannya saat terburu-buru mencari tempat persembunyian agar tak ketauan.

Duduk Kalika ditempatnya bersembunyi sambil mengawasi semakin tegang dan wajahnya semakin cemas memperhatikan Dugba yang masih saja memeriksa catatan dekat kotak perhiasan yang sudah terbuka dan tergeletak dilantai itu. Akhirnya Dugba menutup almari, dan melangkah kembali kepintu, kotak perhiasan itu tak sampai tersenggol kakinya hanya tersentuh ujung-ujung sarinya. Dugba keluar kamar dengan menutup pintu sebelumnya. Kalika yang sudah bercucuran keringat dingin ditempatnya bersembunyi, takkut ketauan, langsung bernafas lega.

Kalika langsung bangkit dari tempatnya bersembunyi, lari ke tempat kotak itu tergeletak, mengusap keringatnya, mengambil kotak, buru-buru menarohnya ke almari dekat lipatan pakaian, menutup almari kembali. Berdiri dengan nafas benar-benar lega. Tersenyum melihat cincin yang berada ditangannya sambil bergumam, “Kumud ini untukmu. Ini adalah hadiah pertunangan untukmu”, memperlihatkan senyum sinis dan menggenggam cincin itu erat dengan mata penuh dendam. Melangkah menuju pintu, mengawasi sekeliling sebentar, keluar kamar dengan tenang dan tak lupa menutup pintu kamar kembali.

Saraswatichandra episode 238 239 06

Kumud sedang dikamarnya mau memasang anting saat matanya melihat mutiara yang sangat diinginkan bisa ia ambil dari tangan Saras terletak di atas selimut di tempat tidur. Kumud membatalkan memasang antingnya, menaroh kembali ke meja. Menatap mutiara dengan mulut ternganga tak terpercaya, dibelakangnya, tanpa disadarinya, Saras tersenyum meperhatikan sikapnya. Kumud bergumam, “Apa artinya dia menerima kekalahannya”. Saras makin menahan senyum mendengar gumanan itu. Kumud tersenyum dan bersiap dengan semangat mau mengambil mutiara tersebut, dilekangnya, Saras juga mengambil ancang-ancang.

Saat tangan Kumud mau mengambil mutiaranya, Saras mengagetkannya, “Woaaaaaa!!!” dari belakang sehingga Kumud terlonjak kaget, hampir terejatuh, Saras meraih tubuhnya sambil berbicara dengan suara besar, “Kebiasaan mencuri ya, aku sudah meninggalkannya saat menyentuhnya”, Tangan Saras satu megang badan Kumud yang oleng satunya lagi merai mutiara yang memang sengaja ia taroh sebelumnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Saraswatichandra: Ingin Berkat Ibu di Hari Pertunangan dengan Kumud, Kalika Mencoba Menghentikan”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.