Shakuntala: Mritunjay Kalah, Veer Ijin Ikut Sayembara Gauri-Akulah Kebahagiaan dan Kehidupannya


Serial Shakuntala episode sebelumnya, tahap kedua sayembara Gauri ketangkasan membidik & pertandingan pedang hanya Pangeran Mritunjay yang sampai babak tersebut. Bahkan posisi sementara pertarungan pedang, Mritunjay berhasil mematahkan pedang yang dipegang Dushyant.

Shakuntala episode 74 #75 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 74 #73, Sebelum berhasil mematahkan pedang Dushyant, Mritunjay memberikan perlawanan sengit, pedang ditangannya sempat melukai lengan Dushyant. Kalki tersenyum, Gauri dan Shakuntala terlihat cemas. Puncaknya, pedang Dushyant patah. Dushyant meraba potongan pedang yang masih ditangannya, melihat dengan teliti. Mritunjay tersenyum melihat kondisi Dushyant dengan pedang buntung tersebut. Kalki apalagi, ditempatnya menonton, wajahnya sudah berhias senyum lebar.

Raja dari tempatnya duduk wajahnya terlihat kaget. Shakuntala merasa Gauri akan masuk dalam masalah besar melihat pertandingan seperti itu, ia gelisah, meninggalkan tempatnya berdiri penonton pertandingan. Shakuntala berjalan dengan wajah sedih di lorong istana. Tak jauh dari depan gudang dia sempat terkurung, ia seperti mendengar suara pintu digedor. Shakuntala mendekat, ia kira hanya perasaannya aja. Ia semakin gundah.

Di depan pintu gudang, Shakuntala berpikir sambil memelintir jari-jarinya. Tiba-tiba matanya melihat benda tergeletak di lantai agak tertutup karpet di depannya berdiri. Ia mengambilnya, seperti penutup lengan miliknya Veer. Mata Shakuntala membesar, ia membalikkan badannya ke arah pintu gudang yang tergembok. Wajah Shakuntala semakin menunjukkan keterkejutan dengan kemungkinan yang dipikirkannya sambil terus memandangi gembok gudang.

Shakuntala episode 74 #75 01

Di arena pertandingan pedang, seperti merasa berada di atas angin, Mritunjay menyerang Dushyant. Dushyant memilih melakukan kontak fisik dengan menahan lengan Mritunjay yang memegang pedang, mereka saling tatap. Dushyant mendorong dengan kuat, Mritunjay terjatuh. Tapi ia bangkit lagi dan mengayunkan pedangnya dari jarak jauh, berhasil melukai lengan Dushyant satunya lagi. Tak ada ampun lagi, Dushyant melihat Mritunjay dengan marah. Saat Mritunjay mau menyerang kaki, Dushyant melompat, ambil posisi kuda-kuda dengan cepat, membalikkan badannya, meninju dengan keras bagian perut Mritunjay yang bersiap mengangkat pedang. Mritunjay terjatuh telentang, pedangnya terlepas.

Melihat kondisi Mritunjay seperti itu, Kalki tersentak kaget. Raja dan Ratu tersenyum, Rishi Satanand menggelengkan kepalanya. Gauri tersenyum tipis. Shakuntala sudah kembali ke posisinya berdiri menonton pertandingan. Ia melihat ke arena pertandingan, disana Dushyant berdiri menatap Mritunjay yang terkapar sesak nafas. Kalki melihat dengan wajah meringis.

Raja berdiri dengan nafas lega, lalu bicara, “Karena kalah dalam permainan pedang, lawan Pangeran Dushyant, maka Pangeran Mritunjay tidak berhasil membuktikan kemenangannya”. Mendengar pengumuman Raja, wajah Kalki langsung mengkerut. Mritunjay bangun, melangkah pergi keluar arena pertandingan. Dushyant tetap berdiri gagah ditengah lapangan dengan memegang pedang yang sudah patah. Gauri terlihat sedikit bernafas lega.

Raja masih bicara, “Karena itulah, sekarang aku menyerahkan keputusan ini ditangan Pangeran Dushyant, bahwa diantara semua Pangeran, siapa yang dianggap layak untuk menjadi suami adiknya”. Dushyant menundukkan kepala mendengar titah ayahandanya itu. Gauri ditempatnya duduk menonton juga tertunduk membathin, ‘Siapapun yang menjadi pemenangnya, aku tidak akan hidup untuk melihatnya’.

Shakuntala episode 74 #75 02a

Tiba-tiba Gauri dikagetkan oleh suara, “Berhenti! Sayembara masih belum selesai”. Dada Gauri memburu, “Veer?”, ia langsung berdiri mendekat kepinggir tembok pembatas agar bisa melihat ke arena pertandingan dengan jelas. Raja dan Ratu terlihat kaget. Shakuntala tersenyum di tempatnya berdiri. Dushyant melihat ke arah datangnya suara. Kalki juga memperhatikan dari tempatnya menonton.

Veer muncul dari balik tembok, melangkah menuju Pangeran Dushyant. Gauri langsung tersenyum dari tempatnya berdiri. Shakuntala tersenyum, Kalki terbelalak melihat kemunculan Veer. Dushyant agak kaget begitu tau yang muncul Veer. Ia menatap wajah panglima kepercayaannya itu dengan serius. Raja memperlihatkan wajah tidak suka.

Veer berdiri menghadap ke arah Raja dan bicara, “Aku minta diberi kesempatan untuk ikut dalam sayembara”. Gauri semakin tersenyum, begitu juga dengan wajah Shakuntala. Raja mengernyitkan wajahnya, begitu juga dengan Permaisuri. Raja menjawab permintaan Veer, “Panglima Veer, kau tau apa yang kau katakan itu”. Veer langsung menjawab, “Ya, Yang Mulia. Aku ingin buktikan kemampuanku dalam sayembara ini”.

Dushyant melihat ke arah Gauri. Dia melihat senyum diwajah adiknya itu. Dushyant kemudian menolehkan kepalanya ke Veer yang terlihat sangat punya tekad memenangkan sayembara. Shakuntala ditempatnya berdiri terlihat berharap dengan cemas. Raja bicara, “Sebagai seorang panglima biasa. Bagaimana kau bisa berpikir bahwa kau, bisa menyamakan derajatmu dengan para Pangeran”.

Shakuntala episode 74 #75 04

Veer menarik nafas dalam mendengar penghinaan itu. Matanya menatap Gauri. Gauri terlihat tak berdaya lagi, tapi lebih tegar karena tau Veer memperjuangkan cinta mereka. Shakuntala agak gimana mendengar Raja menyebut-nyebut perbedaan derajat. Dushyant yang sudah bersentuhan dengan cinta yang sesungguhnya sempat tertunduk mendengar ucapan ayahnya. Kemudian menatap ke arah Veer berdiri.

Veer berkata, “Aku tau Yang Mulia. Aku hanya panglima biasa. Tapi untuk membuktikan kemampuanku, aku bersedia menghadapi segala tantangan yang disyaratkan untuk semua pangeran yang ada”. Veer mengarahkan tangannya ke arah tempat duduk pangeran peserta sayembara. Raja berkata lagi, “Orang yang sejak lahir orang biasa, nasibnya memang diperuntukkan menjadi orang biasa. Seorang Panglima sedang bermimpi untuk menjadi suami seorang Putri Hastinapura. Itu bukan hanya kebodohannya, tapi suatu kejahatan”.

Gauri bercucuran air mata mendengar ayahnya menghina Veer, sementara Veer tetap berdiri tegak mendengar semuanya. Dushyant juga agak tersentil dengan ucapan ayahnya, ia menoleh ke arah Veer. Ia bisa melihat diwajah Veer yang menggertakkan gerahamnya, rasa sakit atas hinaan itu terlihat jelas, tapi pasti ada kekuatan yang mendorongnya melakukan semua itu, karena yang lebih menonjol adalah sakit karena cinta. Dushyant sendiri juga merana oleh sakitnya cinta. Dushyant terlihat masih berpikir.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan