Saraswatichandra: Kumud Katakan Mencintai Saras & Mencari Waktu Baik Pernikahan Samud


Saraswatichandra episode 236 237 39

Di kamar, Guniyal dan Dugba sibuk mepersiapkan pernak pernik untuk pertunangan. Guniyal memberitau, “Dugba, lihatlah cincin pertunangan menantuku, bagaimana menurutmu, baguskan”. Dugba mengambil dan melihatnya, “Sama seeprti menantumu Kak, ini bagus sekali”. Guniyal tersenyum, “Aku hanya ingin pertunangan ini menuju ke pernikahan. Semoga Tuhan melindungi mimpi kita dari orang yang berniat jahat”. Dugba menghibur, “Jangan terlalu cemas Kak, semuanya akan berajalan lancar”.

Dari balik pintu, Kalika memperhatikan dan mendengarkan percakapan Guniyal dan Dugba. Ia membathin, ‘Bahkan Tuhan tidak bisa membantu soal putrimu selalu sial. Kumud adalah seperti bunga yang bersemi di lumpur, sangat cantik, tapi selalu dikelilingi oleh ketidak beruntungan’.

Dugba dan Guniyal masih sibuk di kamar, membungkus kado dan pernak pernik lainnya. Dugba berkata pada Guniyal, “Kumud seperti setangkai bunga yang bersemi dilumpur, sangat cantik tapi dikelilingi oleh ketidak beruntungan selama ini”. Guniyal berkata, “Aku sudah mengemasi pakaiannya. Dugba dimana jam tangan yang ayah Kumud belikan untuk Saras”. Ibunya Yash masuk ke kamar itu. Dugba menjawab Guniyal, “Baiklah aku ambil”.

Saraswatichandra episode 236 237 41

Ibunya Yash bersuara, “Bukankah dia mencarikan sebuah mobil untuk menantunya. Karena ini adalah pertunangan yang mewah. Aku perkirakan untuk pernikahannya kau akan menjual rumahmu untuk menantumu. Aku yakin kau akan melakukan itu”. Dugba yang begitu mendengar ibunya Yash bicara, membatalkan untuk mengambilkan apa yang diminta Guniyal, mendekat ke tempat beridirinya ibunya Yash, yang lebih dekat dengan posisi Guniyal berdiri. Dugba langsung menjawab ucapan penuh sindiran itu, “Kenapa kau bicara seperti itu kakak ipar”.

Ibunya Yash merasa tak ada yang salah dengan ucapannya, “Apa yang aku lihat Dugba, bahkan putraku dan menantuku baru saja menikah, tapi tidak seorangpun memberikan mereka sesuatu, bahkan hadiah kecil ataupun ucapan selamat. Dan disini, kau mendapatkan hadiah yang berharga sekali. Dan camkan itu baik-baik, hanya seorang anak laki-laki dan menantu wanita yang bertanggung jawab. Kau tidak bisa bergantung pada putrimu dan juga menantumu. Dan kau tidak akan pernah melupakan kesengajaan yang kalian tunjukkan padaku”. Ibunya Yash langsung berbalik, keluar dari ruangan tersebut. Guniyal yang dari tadi diam hanya geleng-geleng kepala.

Saraswatichandra episode 236 237 42

Di ruang lain, Yash sedang memasang gantungan hiasan bunga. Kalika yang berdiri di dekatnya bukannya membantu tapi malah melamun. Yash yang tak menaydarinya, tetap memberitau, “Kalika, warna biru, kau bisakan. Coba lihat sini ya”. Yash naik ke bangku, Kalika mulai ga fokus lagi, matanya selalu melihat ke arah dalam, sementara Yash terus memberitau cara memasang hiasan, “Kau tinggalkan letakkannya disini, kemudian tinggal menggabungkan dengan yang ini”. Kalika semakin memanjangkan lehernya ke arah lain.

Di kamar, Dugba menyimpan kotak cincin pertunangan kedalam laci almari. Menutup pintu almari. Dari pantulan kaca almari Guniyal melihat wajah Dugba yang murung, ia kemudian mendekat, “Jangan bersedih Dugba, sifat kakak ipar kan memang begitu. Untuk kebahagiaan Kumud, kita harus memastikan semuanya sesuai dengan harapan”. Dugba mengangguk. Guniyal mengajaknya, “Ayo”, mereka melangkah keluar.

Saraswatichandra episode 236 237 43

Di ruang lain, Yash masih saja memberi tau Kalika tanpa memperhatikan orang yang dibaritau, lebih tepatnya ia bicara sendiri, “Kemudian tinggal diikat begini, lalu diikat begini, lalu begini”. Dugba dan Guniyal melewati ruang yang sedang dihias Yash dan Kalika. Kalika awalnya memperlihat senyum manis dihadapan mereka. Tapi begitu mereka tak terlihat lagi diruangan itu, wajah Kalika berubah.

Serial Saraswatichandra episode selanjutnya, lihat yang diuber waktu mendapati ban mobilnya bagia depan gembos. Saat melangkah ke belakang mengambil ban serep, ia juga melihat ban belakang juga bocor. Saras panik sekaligus heran, “Bagaimana du ban bocor bersamaan, hanya ada satu ban cadangan”. Bajai yang dipanggilnya bukannya mendekat malah ngacir menjauh yang ternyata berpenumpang Kalika yang membathin ‘aku tidak bisa mendapatkanmu, jadi aku akan buat Saras tersesat. Acara pertunangan itu, harus segera dibatalkan’. Kalika memperlihatkan senyum liciknya.

Iklan