Saraswatichandra: Kumud Katakan Mencintai Saras & Mencari Waktu Baik Pernikahan Samud


Saraswatichandra episode 236 237 29

Saras terkejut. Wajahnya langsung mengeras. Kakek menggelengkan kepalanya pada Vidya dengan mata membesar. Danny tercenung, melirik Kusum. Guniyal, Dugba dan Ibunya Yash ikut tegang. Kumud merasakan ketegangan yang dirasakan Saras, ia melihat ibunya. Kalika merasakan ketegangan yang tiba-tiba meliputi semua keluarga. Saras akhirnya bicara, “Paman, sekarang, kalian semua adalah keluargaku. Tidak perlu untuk memberitaukan semua orang”. Kalika mengawasi ekspresi Saras.

Vidya mencoba menjelaskan, “Ikatan keluarga lebih erat dari hubungan yang lainnya. Inilah saatnya untuk saling mema’afkan satu sama lain. Saras, apa kau ingin menikah tanpa ada restu dari orangtuamu”. Saras tercenung, tak menjwab, keluarga lain juga merenung. Danny yang akhirnya buka suara, “Paman, sebelumnya aku pikir untuk memberitau kabar ini pada Ayahku dan juga Ibuku, tapi kemudian aku sadar bahwa aku dan Kusum juga menikah tanpa mengatakan pada mereka. Jadi, tidak peduli keadaannya seperti apa, mereka pasti terkejut jika mengetahui keadaan ini. Aku tidak ingin, hubungan antara Kumud dan Saras menjadi hancur karena masalah ini”.

Saras kaget mendengar sikap yang dipilih adiknya. Keluarga lain termenung, dilema. Ibunya Yash mulai lagi, “Aku ini tidak berbohong. Kita telah melakukan kesalahan tanpa memberitau orangtuanya terlebih dahulu kita akan menikahkannya dengan putri kita. Kesalahan dapat di ma’afkan satu kali tapi tidak dua kali”. Vidya merespon, “Kau benar, Kumud dan Saras tetap harus menikah dan dihadiri Nanda dan Guman. Aku sekarang akan menghubungi Nanda”. Saras mau melarang, tapi situasinya sulit untuk dijelaskan di forum terbuka keluarga.

Dugba memegang tangan kakaknya, “Tunggu Kak Vidya. Aku tidak akan menyebut siapapun, kau tau keluarga kita selalu berurusan dengan orang yang berniat jahat pada kita. Aku tidak mau itu terulang Kak Vidya. Aku, mohon padamu Kak, jaga kebahagiaan Kumud, dari orang-orang yang berniat jahat padanya. Biarkan Kumud dan Saras menikah dulu Kak. Aku tidak akan berkata apa-apa lagi”. Keluarga jadi terdiam mendnegarnya, agak bingung menetukan sikap.

Kakek bersuara, “Banyak sekali persiapan yang harus dilakukan. Danny, *jawab Ya*, Apa kelompok musikmu bisa datang tepat waktu? Kalau bisa panggil mereka”. Danny tersenyum menyetujui. Kakek panggil Dugba, “Dugba, catat semua yang dibutuhkan untuk pemujaan dari Pendeta ya”. Dugba mengangguk. Vidya menoleh ke belakang, “Yash”. Yash langsung jongkok disamping kakek, “Kakek, semuanya akan kami persiapkan. Ini tidak mudah, tapi semuanya akan kami atur berdua. Kami sudah pernah mengatakannya kan, Kalika dan aku akan mengatur persiapan pernikahan Kumud. Ya kan Kalika”. Yash menoleh ke Kalika. Kalika agak lama baru menjawab, “Aaa, tentu Yash. Aku akan mengurus semuanya jadi kau tenang saja”. Kalika tersenyum penuh rencana.

Saraswatichandra episode 236 237 31

Malam harinya, Kumud duduk di depan meja riasnya dengan tersenyum bahagia. Ia mengambil tumpukan gelang dari tempatnya, melepaskan gelang biasa yang dipakainya, memasang gelang-gelang emasnya di kedua pergelangan tangannya. tersenyum senang sambil memainkan tangannya di depan wajah hingga menimbulkan suara kerincingan. Menutup wajahnya, malu sendiri membayangkan kebahagiaan yang menghampirinya.

Kumud menaikkan sedikit roknya, melihat gelang kaki yang dipasang kan Saras sebelum-sebelumnya, ia memainkan kedua pergelangan kakinya hingga mengeluarkan suara krincingan. Kumud melangkah maju mundur, merentakkan kakinya dengan bahagia, mulai berputar-pura mengelilingi meja bulat kecil yang ada ditengah kamarnya dengan kedua tangan terbuka lebar. Kumud memutar tubuhnya seperti menari balet dengan riangnya, duduk di pinggir tempat tidur, memainkan pergelangan kakinya. Mengambil bantal dan menutupkan ke wajahnya yang penuh kebahagiaan.

Kumud kembali berdiri, berputar-putar ditengah kamarnya sambil memainkan pergelangan tangan dan kakinya, suara krincingan dari gelang-gelangnya seperti irama cinta dari hati yang terpancar jelas diwajahnya. Saat berputar-putar bahagia itu, Kusum muncul dipintu kamar dan melihatnya. Kumud saat melihat Kumud memegang tangan adiknya itu, mengajak Kusum berputar-putar juga, memeluknya kemudian tertawa bahagia. Kusum ikut tertawa, “Ada apa Kak?”. Kumud memegang bahu adiknya, ia justru melihat air mata disitu, balik Kumud yang bertanya, “Ada apa? Kemarilah”.

Saraswatichandra episode 236 237 34

Kumud menarik Kusum untuk duduk dipinggir tempat tidur. Sambil tertawa, memegang wajah Kusum dengan kedua tangannya, berkata, “Ada apa?”. Kusum berkata, “Aku teringat waktu kita masih kecil, kau mengikuti ujian untuk meraih beasiswa. Lalu tiba-tiba kau sakit, hiks, lebih dari siapapun, aku menangis terus bahkan melebihi mu. Bagaimana bisa aku membaut mu menangis. *Kumud usap sebelah bahu Kusum*. Aku tidak mengerti apa yang aku inginkan, aku masih belum bisa percaya, *Kumud usap air mata di pipi Kusum*, aku lakukan semua ini untuk mu kak. Karena aku terlalu banyak bersalah padamu”.

Kumud menenangkan, “Sudah. Mengapa kau mengingt semua itu. Aku, tidak mengingat semua nya. Hmm, aku hanya memikirkan tentang masa depanku”. Kumud memperlihatkan wajah bahagia. Kusum terkesima melihat kakaknya itu. Kumud pegang pipi adiknya, “Kita akan tinggal bersama, kita akan punya mimpi yang berbeda, tapi tinggal di rumah yang sama”. Kusum mulai tersenyum. Kumud memegang wajah Kusum gemes, tapi meyakinkan, “Kita akan sangat bahagia”. Kusum memegang tangan Kumud, menganggukkan kepalanya.

Dengan pura-pura serius ngetes adiknya, “Katakan padaku, dimana suamimu sekarang”. Kusum memberitau, “Dia sudah pulang kak, dia meninggalkan ku disini untuk mengatur acara pertunangan. Kakak, aku berharap hari ini adalah hari pernikahanmu. Karena aku tidak sabar menunggu lagi. Kita berdua akan membuat dua bersaudara itu menari mengikuti irama”. Mereka berdua tertawa terkikik. Kalika lewat, ia berhenti begitu mendengar tawa bahagia Kusum dan Kumud. Kalika memperhatikan mereka berdua dengan wajah kurang suka, membathin ‘kau akan menari Kumud, mengikuti iramaku, karena Kalika tidak menginginka kau menikah, lalu bagaimana aku bisa membiarkan”.

Saraswatichandra episode 236 237 35

Sementara Kumud dan Kusum tidak menyadari keberadaan Kalika dipintu. Kusum berkata, “Orang yang memegang mutiara akan mengatakan pendapatnya. Kau mengambilnya dari Saraskan”. Kumud memberitau, “Aku ingin dia memberikannya kepadaku”. Kusum memprovokasi, “Lalu ambil itu darinya, atau kau harus melayaninya seumur hidupmu”. Kumud dengan wajah agak gondok memberitau Kusum, “Aku akan meracuninya”, kemudian tertawa ngakak lagi, mereka berdua tertawa. Kusum dalam tawanya berujar, “kakak”.

Kumud melihat ada Kalika yang sedang memperhatikan mereka, dengan wajah melamun, berpikir. Kumud menegurnya, “Kalika?, *Kusum ikut menoleh ke arah pintu*, Apa yang kau inginkan?”. Kalika agak gugup, melangkah masuk beberapa langkah, “Sebenarnya aku datang untuk bertanya padamu, apa yang harus aku persiapkan”. Kumud memberitau dengan nada tegas, “Bibi dan ibu memberitaumu setiap hari. Kau bisa tanya pada mereka berdua”. Kusum menatap wajah Kumud yang tenang, tapi dingin, saat berbicara pada Kalika. Kalika terpaksa menjawab, “Baiklah”, kemudian meninggalkan mereka berdua.

Kusum seperti berpikir melihat kepergian Kalika, karena dia tau persis kalau Kalika begitu dendam pada kebahagiaan Kumud yang telah menghancurkan mimpinya bersama Pramad. Tapi Kalika belum bisa mendekati fisik ataupun emosi Kumud, tidak seperti yang sudah dilakukan Kalika padanya. Kusum merasakan ada bau rencana ga beres dari Kalika. Sementara Kumud kembali tenggelam dengan kebahagiaan yang sedang menyelimuti hatinya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan