Saraswatichandra: Kumud Katakan Mencintai Saras & Mencari Waktu Baik Pernikahan Samud


Saraswatichandra episode 236 237 23

Dugba berkata, “Pak Pendeta, tolong carikan hari yang paling baik”. Pendeta tersenyum, “Baiklah”. Saras tersenyum berdiri di sebelah Kumud. Pendeta yang duduk disebelah Vidya memberitau, “Horoskop mengatakan padaku, bahwa putrimu sedikit keras kepala”. Saras yang disebelah Kumud membuka telapak tangannya ke atas sambil menatap ke atas, menggoyangkan bahunya, memainkan telunjukknya. Kumud memperlihatkan wajah ‘awas ya’.

Pendeta memberitau lagi, “Dan calon menantumu sering merajuk”. Saras memperlihatkan wajah mengernyit ke Kumud. Gantian Kumud yang tersenyum dan goyang-goyangkan telunjuknya. Kakek dan keluarga lain tertawa. Vidya pun memberitau, “Itu benar Pak Pendeta, keduanya itu benar sama-sama keras kepala”. Saras dan Kumud saling melihat wajah masing-masing, memberitaukan ketegasan masing-masing. Guniyal yang datang membawakan minuman ikut tersenyum mendengar sifat keras kepala anak dan calon menantunya yang terbaca.

Kusum ikut bicara, “Tolong Pak Pendeta, carikan waktu yang paling baik, kami ingin tau”. Danny tersenyum dan Pendeta berkata sambil senyum-senyum, “baik-baik”. Kumud terlihat agak tegang sementara Saras tetap senyum-senyum. Pendeta serius membaca panduan horoskopnya, keluarga yang menunggu ikut tegang.

Tiba-tiba, dengan wajah tetap serius, Pendeta berkata, “Tidak”. Vidya terkejut, “Haa,”. Saras dan Kumud tegang, mereka saling lihat. Danny dan Kusum yang tadinya saaling lihat sambil senyum-senyum agak kaget, wajah Dugba mengernyit. Kakek terlihat kaget.

Saraswatichandra episode 236 237 25

Kalika yang lari dari ruang keluarga setelah kemauannya untuk membicarakan warisan di hentikan Yash sampai terselenggaranya pernikahan Kumud mendorong pintu kamarnya dengan sangat marah. Menutupnya kembali, berdiri sebentar dengan nafas sesak di belakang pintu. Berjalan sambil menarik poninya kebelakang, nafasnya tersengal karena menahan marah agar tak ngamuk besar. Berdiri di ujung tempat tidur sambil berpegangan dan menarik nafas dalam, menarik selimut yang sudah rapi dari tempat tidur, melemparnya ke lantai, duduk di ujung tempat tidur, berdiri dengan nafas masih tersengal, berucap dengan marah, “Yash, kenapa kau melakukan itu kepadaku. Aku, aku, aku sudah menikah dengan laki-laki yang bodoh. Laki-laki yang tak mengerti apa yang ku mau”. Mengambil vas bunga di meja, melemparnya, “tak berguna”.

Kalika sangat marah, berjalan hilir mudik dengan emosi, “Apa ini, aku, aku sudah berusaha segala cara untuk menghancurkan kisah cintanya! Aku bahkan sudah menghasut Kusum untuk melawan mu tapi tidak berhasil untuk menghancurkan mu Kumud!”. Kalika menggigit bibirnya sambil berpikir, “Aku rasa, perjuanganku bukan melawan Kumud”. Kalika tercenung sesaat berpikir.

Tiba-tiba menoleh ke belakang, menunjuk gambar Dewi di kamarnya, “Tapi melawanmu! Kau, pernikahan ini adalah bagian dari takdirnya. Dan kau sudah memutuskan untuknya. Tapi aku tidak akan membiarkannya terjadi! Tidak! Tidak, Tidaakk! Kau mungkin akan merindukan hari ini”. Wajah Kalika menunjukkan kegeraman.

Saraswatichandra episode 236 237 28

Di ruang aula rumah, Pendeta dengan wajah serius melanjutkan ucapannya, “Aku sudah menggunakan berbagai cara, tapi,, tidak”. Semua keluarga yang menunggu tanggal baik pernikahan Kumud Saras menjadi tegang. Pendeta menjelaskan, “Tuan Vidya catur, mereka tidak bisa menikah sebelum akhir pekan, tidak bisa”. Wajah-wajah yang tadinya tegang, langsung tersenyum. Vidya malah tertawa. Dugba bersuara pada Guniyal, “Selamat kakak ipar, satu pekan akan terasa sangat cepat, banyak sekali persiapan yang harus kita lakukan segera”.

Kumud Saras sebelumnya saling lihat, Kumud mulai sok jail, “Ayah, sepertinya ada yang merasa akhir pekan itu sangat singkat waktunya”, sambil lirik-lirik Saras. Yang dilirik memperlihat wajah agak berpikir bingung, lalu membalas, “Oya, Pendeta, kenapa terburu-buru, maksudku bahkan kita bisa menikah satu bulan lagi, atau, satu tahun lagi, atau bahkan dua atau tiga tahun lagi tidak masalah”. Kumud yang awalnya tak mengira akan dibalas begitu oleh Saras, mau tak mau berkata juga, “Ya, Tentu saja”.

Saraswatichandra episode 236 237 27

Vidya tertawa, keluarga lain tersenyum. Guniyal melirik Kumud yang setelah mengucapkan itu tertunduk. Kusum nimbrung, “Mereka tidak terburu-buru, tapi hubungan mereka tidak bisa ditahan lagi. Mereka siap untuk menikah hari juga, ya kan hahaha”. Saras Kumud jadi malu-malu. Keluarga tersenyum mendengar ucapan Kusum. Vidya ikutan menggoda, “Kumud, apa kalau begitu pernikahannya dilaksanakan saja besok?”. Vidya tertawa, Kumud tersenyum malu-malu. Keluarga lain semuanya tersenyum senang. Danny dan Kusum tertawa terpingkal berhasil menggoda kakak mereka.

Kakek berkata, “Oya, ya, boleh-boleh saja. Kita akan menikahkan mereka besok, tapi ini pesta pernikahan Kumud dan Saras, jadi harus menjadi pesta pernikahan yang mewah. Acaranya harus dilakukan dengan sempurna. Pertama, pertunangan dulu”. Kalika mulai melangkah memasuki ruangan. Vidya setuju dengan pemikiran kakek. Kakek minta pendapat pendeta, “Ya Pendeta, kapan hari pertunangannya”. Pendeta melihat buku panduannya lagi, “Nanti ku beri tau”. Kalika berdiri di sebelah Yash, disamping Kusum. Yash melihatnya, Kalika tersenyum. Yash melengos, Kalika manyun, melirik ibunya Yash. Ibu mertuanya yang duduk disebelah Dugba memberi isyarat denga gerakan mata dan gelengan ringan, ganti ucapan ‘kau harus nurut Yash saat ini’.

Keluarga menunggu Pendeta mencari hari baik pertunangan. Saras Kumud senyum-senyum berdua. Kalika menunjukkan wajah gelisah. Kusum Danny antusias menunggu. Pendeta memberitau, “besok malam adalah waktu yang baik untuk melaksanakan pertunangan”. Saras tersenyum lebar mendengarnya, Kumud tersenyum. Kalika mengernyitkan wajahnya.

Kakek mulai mau menginstruksi, “Oya, Saras”. Saras yang sedang senyum-senyum langsung nyahut, “Ya”. Kakek malah meralatnya, “Bukan kau”. Saras mengangkat tangan malu, “Oo”. Kumud menutup mulut menahan tawa. Kakek menyampaikan maksudnya, “Besok malam kita akan membuat mereka bertunangan”. Semuanya tersenyum, kecuali ibunya Yash dan tentu saja Kalika.

Vidya berkata dengan wajah agak panik, “tapi Ayah, bagaimana mungkin dalam waktu yang singkat”. Kakek ngasih tau anaknya itu, “Vidyachatur, Pendeta sudah bilang begitu harus kita laksanakan. Lagipula kita masih punya satu malam untuk menyusun rencana, ya kan”. Vidya pun menjelaskan maksudnya, “Ini bukan urusan itu ayah, ini acara pertunangan antara Kumud dan Saras. Setidaknya kita harus memberitau Nanda dan Guman”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu respons untuk “Saraswatichandra: Kumud Katakan Mencintai Saras & Mencari Waktu Baik Pernikahan Samud

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.