Saraswatichandra: Kumud Katakan Mencintai Saras & Mencari Waktu Baik Pernikahan Samud


Saraswatichandra episode 236 237 18

Di ruang keluarga biasa ngumpul kakek bersuara kencang, “Menantu, dimana kalian semua, *Yash bergegas mendekat*, Kau sedang apa Vidya”. Vidya mendekat, “Ayah, aku disini, kenapa ayah berteriak”. Danny juga muncul dengan setengah berlari. Kakek berkata, “Bukankah aku sudah suruh memanggil semua orang, kenapa kau tidak panggil. Aku dari tadi menunggu. Kusuum”. Kusum mendekat, “Iya kek”. Kakek menoleh, “Dugba, dimana Saras dan Kumud”. Kusum yang menjawab, “Aaa,, Itu mereka”.

Saras muncul, Kumud berdiri agak dibelakangnya. Kakek berbicara, “Ketika pernikahan sudah ditetapkan. Kalian pasti mulai melihat kegembiraan aku. Tapi kenapa mereka terlihat membosankan”, Kakek melihat ke arah Saras Kumud yang terlihat sama-sama manyun. Kakek memberitau, “Sekarang semuanya perhatikan baik-baik ya”. Dugba bingung melihat sikap ayahnya, “Katakan pada kami, ada masalah apa, Yah”.

Kakek menjawab, “Tidak apa-apa. Kumud Saras, kalian berdiri berdekatan coba”. Dugba dan Vidya saling tatap tak mengerti. Kusum dan Danny juga saling mengisyaratkan lewat dagu ada apa. Saras mundur satu langkah, Kumud maju beberapa langkah ke samping Saras. Saras meliriknya dengan senyum, Kumud membalas lirikan Saras dengan wajah manyun.

Kakek berkata, “Kalian berdua, dengarkan ini ya. Hati kalian bagaikan tiram dilaut, yang diisi dengan penuh cinta. Sama, seperti mutiara dalam tiram. Untuk membentuknya butuh banyak waktu dan ketika selesai bahkan jadi pemandangan yang indah bagi manusia. Kau tidak bisa menilai harganya. Itu tidak ternilai, seperti berkat dari Tuhan. Dan itu persis seperti ini”. Kakek tunjukkan mutiara di telapak tangannya.

Kalika yang melihat mutiara di tangan kakek langsung ternganga. Kusum Danny menatap takjub. Dugba Vidya saling tersenyum. Kakek menjelaskan, “Kalian heran ha. Ini bukan mutiara biasa. Ini tidak ternilai harganya. Dan mungkin, tidak akan ada yang seperti ini. Ini adalah hadiah pertamaku yang ku berikan pada nenekmu. Saras Kumud mengerti, mereka tersenyum. Danny Kusum juga tersenyum. Vidya Dugba geleng senyum-senyum melihat ayah mereka. Yash senang mendengar sejarah si mutiara ditangan kakek. Kalika menunjukkan wajah kurang senang.

Saraswatichandra episode 236 237 20

Kakek meraih tangan kiri Saras, meraih tangan kanan Kumud, menarohnya diatas telapak tangan Saras. Kakek menatap Kumud, “Sekarang ini jadi hadiah untuk pernikahan kalian dari kami”. Kakek menarohnya diatas telapak tangan Kumud yang berada diatas telapak tangan Saras. Kumud terharu, “Kakek”. Kakek yang masih memegang tangan dua orang itu memberitau, “Aku sudah berusaha keras menjaga mutiara ini tetap bersinar, dan aku yakin. Cinta kalian berdua, akan selalu awet seperti mutiara ini”. Saras Kumud saling senyum. Danny Kusum juga. Kalika mengernyitkan wajahnya.

Kakek memberitau lagi, “Oh ya, kalian harus ingat, bahwa orang yang mendapatkan ini, akan mendominasi keluarga *Kumud langsung lirik Saras*, dan kalian harus memutuskan siapa yang akan memegang mutiara itu”. Dugba Vidya tersenyum. Danny Kusum tertawa. Saras lirik Kumud. Kumud bertindak cepat, langsung menutup telapak tangannya yang ada mutiaranya. Saras juga langsung memegang tangan Kumud.

Melihat itu, Kalika membathin, ‘Entah siapa yang mendapat mutiara itu, tapi dirumah ini, semua yang terjadi harus sesuai dengan keinginan Kalika’.

Kumud bersuara, “Lepaskan tanganku”. Saras berujar tenang, “Berikan mutiaranya padaku”. Kumud menjawab berbisik, “Tidak, kakek memberikan itu untukku”. Saras memberitau, “Kakekmu sudah memberikanmu pada ku untuk kunikahi”. Kumud tersenyum, melancarkan taktiknya, “Baiklah aku akan lepaskan tanganku”, Kumud menggerakkan tangannya. Saras menahannya, “Tangan ini milikku, tapi tidak mutiaranya”. Kumud melirik, “kau curang”. Saras balas melirik, “Siapa bilang, lagi pula, apa yang kau lakukan itu juga sangat curang”. Mereka saling lirik.

Keluarga memperhatikan ulah mereka berdua. Kakek bersuara, “Kita harus bagaimana Kusum”. Kusum langsung merespon, “Kakek, pihak ketiga akan mendapatkan keuntungan”. Kusum melangkah kehadapan Kumud dan Saras, “Dan aku akan mengambil mutiaranya”. Kumud spontan bilang , “Tidak”, dan menarik tangannya, Saras juga melepaskan tangannya dari tangan Kumud. Kumud lengah, Saras langsung memanfaatkan situasi itu dengan mengambil mutiara dengan tangannya yang bebas. Kumud kaget, “Hei,,”. Kakek tertawa. Kalika semakin menunjukkan wajah tidak suka.

“Salam semuanya”, Pendeta masuk ruangan. Vidya menyambutnya, “Silahkan Pak Pendeta duduk”. Pendeta duduk. Saras menunjukkan mutiara ditangannya ke Kumud sambil menunjukkan senyum menggoda, Kumud memperlihatkan wajah gondok.

Saraswatichandra episode 236 237 22

Agak jauh dari keluarga lain, Kalika menghasut Yash dan ibunya, “Dia bahkan tidak menunjukkan mutiara itu. Dia menyembunyikan bertahun-tahun. Untuk menghadiahkannya pada Kumud. Tunggu saja, setelah pernikahan, dia akan melimpahkan semua kekayaannya”. Yash yang dari tadi memperhatikan Kalika, mengernyitkan wajahnya, menarik nafas, “Aku rasa ini bukan waktu yang tepat”. Kalika mengingatkan suaminya, “Lebih beralasan sekarang sebelum terlambat”. Yash menatap Kalika. Kalika meyakinkan, “Yash, aku, aku tidak membicarakan tentang kekayaan. Aku khawatir tentang hari tuamu”.

Ibunya Yash yang biasanya meledak-ledak hanya diam mendengar. Yash berujar, “Ya ampun demi Tuhan. Aku berpesan, sampai Kumud menikah, jangan pernah berpikir, membicarakan atau menceritakan ini, mengerti”. Kalika memperlihatkan wajah geram, kemudian bergegas pergi dari situ.

Ibunya Yash baru bersuara, “Menantuku itu memang benar, dia itu lebih bijaksana dari anakku sendiri”. Yash berkata pada ibunya, “Aku sudah bilangkan, sampai pernikahan Kumud terlaksana, jangan membahas masalah ini, tolong”. Yash meninggalkan ibunya melangkah ke arah keluarga lain yang sedang mengelilingi pendeta. Ibunya Yash akhirnya ikut mendekat, duduk di sebelah Dugba. Dugba tersenyum padanya, ibunya Yash juga balas tersenyum.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu respons untuk “Saraswatichandra: Kumud Katakan Mencintai Saras & Mencari Waktu Baik Pernikahan Samud

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.