Saraswatichandra: Kumud Katakan Mencintai Saras & Mencari Waktu Baik Pernikahan Samud


Tonny terus bicara dengan wajah dan suara seperti mau menangis, “Jangan membuatku meneteskan air mata. Jangan membuatku menangis. Aku ini orang yang sangat emosional”. Kumud menenangkan, “Ma’af ya, tolong jangan menangis ya. Jangan menangis ya. Aku tersenyum, coba lihat, aku tersenyum”. Kumud melihatkan senyumnya. Tonny pun menghentikan tangisnya yang heboh itu, ikut tersenyum.

Kumud buru-buru bilang, “Sudah selesaikan”. Tonny sodorkan bunga, Kumud mengambilnya sambil terus menjaga senyum dibibinya, “A,, a,, aku harus pergi sekarang, aku harus mengajar”. Kumud mau menuntun sepedanya. Tonny menghentikannya dengan memegang lengan Kumud sambil tersenyum. Kumud terpaku sesaat melihat ke lengannya. Perlahan wajahnya menatap Tonny dengan mata melotot.

Saraswatichandra episode 236 237 09

Tonny memalingkannya wajahnya, mulai sedih lagi, “Ya Tuhan, baiklah, kalau begitu sekarang kau boleh pergi ke dalam nak, *Kumud mau jalan*, Aku bisa bilang apa. Tapi sebelum pergi, tolong pertimbangkan. Dengar, biar aku mengambil fotomu sebelum kau pergi dari hadapanku, *Wajah Kumud mengernyit*, Aku akan terus menyimpan foto itu untuk seumur hidupku”.

Kumud melihat ini ga bakal selesai-selasai, ia bicara, “O, begini, ma’af’ aku,,”, Kumud tunjuk arah sekolah. Tonny langsung memotong ucapannya, “Dengarkan aku, ini kan hanya soal satu foto saja”. Ada lelaki dewasa yang lewat, Tonny langsung memanggilnya, “Hei kau, ayo sini sebentar”, ambil kamera dari kantong celana, serahkan ke lelaki yang dimintain tolong, “Aku minta tolong padamu untuk mengambil foto kami ya”.

Kumud terlihat semakin heran dengan lelaki dihadapannya itu, “Kau selalu membawa kamera?”. Tonny menjawab tenang, “Aku selalu menyimpan semuanya nona. Hei anak-anak, ayo sini sebentar, ayo sini”. Sepasang anak mendekat. Tonny mengatur mereka berdiri didepannya untuk berfoto, “Ayo sekarang tersenyum semuanya. Berikan senyuman”. Klik, lelaki yang dimintain tolong sudah mengambil foto. Kumud senyum meringis disebelah lelaki aneh tersebut.

Selesai di foto,Tonny langsung bicara pada yang dimintain tolong, “Ayo kembalikan, Ayo, sudah selesai”. Anak anak bubar. Lelakiyang dimintain tolong menyerahkan kamera, Tonny memberikan uang, “Ambil ini 100 Rupee sebagai imbalannya ya”. Si lelaki meninggalkan tempat itu. Kumud pun bilang, “aku juga harus pergi sekarang”.

Tonny menahan Kumud, “Tunggu dulu nak”. Ia lihat hasil foto dikamera, “Sungguh aku bersumpah, kita akan menjadi pasangan yang serasi”. Kumud yang masih menuntun sepedanya di sebelah Tonny, mengernyitkan wajahnya. Tonny berlagak gemes melihat foto di kameran, “Nyit,,nyit, maniiiss sekali. Lihat, anak-anak itu dia lucu sekali, hehehehe, tidak ada yang mungkin memandang jahat pada kita. Ini terlihat, seeprti sebuah keluarga yang bahagia. Kita berdua, dan anak-anak kita, hehehe”. Tonny melihat ke Kumud sebentar, kemudian asyik dengan foto lagi.

Kumud mendengar, melihat Tonny yang asyik memandang foto di kamera, dengan mengernyitkan wajahnya. Kumud membathin, ‘Saras benar, pertama bunga, lalu surat, kemudian menyatakan, kemudian,,,’ Kumud tak bisa membayangkan kelanjutannya.

Saraswatichandra episode 236 237 10

Tiba-tiba Tonny mengangkat sebalah tangannya yang kosong sambil berteriak, “Sudah cukup, biarkan aku berlutut dulu”. Tonny pun berlutut di depan Kumud dihalangi sepeda, melihat foto di kamera, berkata, “Aku bisa melihat masa depanku di dalam foto ini”, angkat sebelah tangan yang tak pegang kamera tinggi-tinggi dengan wajah tersenyum lebar. Wajah Kumud terlihat mulai mengkerut. Tonny menunjuk Kumud, “Kau akan menjadi istriku”, pindahkan kamera ke tangan kiri, sodorkan tangan kanan ke arah Kumud, “Maukah kau menikah denganku”.

Kumud memanyunkan mulutnya, memukul telapak tangan Tonny yang terulur itu dengan bunga yang dipeganganya, “Bangun”. Tonny bangun, “Ya Tuhan, sebentar, *masukkan kemera ke saku*, hehehe”. Kumud bicara dengan wajah marah, “Apa yang kau pikirkan, jika kau mengikuti setiap gadis, lalu membacakan pusi dan melamarnya,,”. Tonny langsung memotongnya, “E, tidak, tidak, tidak setiap gadis. Aku mengikuti seorang gadis, ini untuk yang pertama kalinya”. Kumud menahan geramnya.

Tonny bergaya menonjolkan dirinya, memegang sisi jasnya yang tak terkancing, “Lagi pula, kau tidak akan menemukan pria tampan sepertiku lagi”. Kumud dengan urat leher menonjol berkata, “Aku bahkan tidak mau padamu. Dengar ya, aku sudah bertunangan, jadi lupakan tentang masalah ini”.

Tonny bersuara keras, “Ya Tuhaaaan”. Mendorong sepeda Kumud hingga jatuh, membuka lebara kedua tangannya dan bersuara keras, “Ya, Tuhaaann..”. Berputar dan memegang dada dengan meneriakkan, “Ya, Tuhaaan”. Kumud menyuruh murid-muridnya yang dari tadi ikut menyaksikan untuk masuk kelas. Tonny menunjukkan perasaannya dengan suara kerasnya, “Baru sekarang aku tau kenapa kau tidak suka pria tampan seeprti diriku ini, *Kumud dirikan sepedanya*, Karena warga India, aku mengerti itu. Ada banyak masalah, banyak masalah. Keluargamu pasti sudah menetapkan pertunanganmu dengan seorang pria bodoh tanpa persetujuanmu”. Kumud menahan marah mendengar ocehan Tonny itu.

Saraswatichandra episode 236 237 11

Tapi Tonnynya tidak berhenti bicara, “Tapi biar ku beri tau sesuatu, kau layak mendapatkan seseorang yang lebih baikkk”. Kumud mengatupkan mulutnya, mengeluarkan suara, “Apa!”. Tonny tak memberi Kumud kesempatan bicara, “Lalu apa, kau akan menghabiskan sisa hidupmu bersamanya, bukan dengan orang tuamu. Tetapi aku akan menjagamu dengan sangat baik. Jadi tolong, terimalah diriku ini nona”, Tonny berhenti menggerakkan tangan, perut gendut dan kepalanya. Dia angkat-angkat alis di depan wajah Kumud, yang membuat wajah Kumud semakin menahan geram.

Dengan santai Tonny menambahkan ucapannya, “Lagi pula kau tidak mencintai pria bodoh itu. Apa kau bilang kau mencintainya. Kenapa kau menikahinya kalau kau tidak mencintainya. Dengarkan aku, kalau kau mencintai seseorang, ungkapkan lah. Nona Kumud, aku mencintaimu”. Kumud menatap Tonny dengan memperlihatkan wajah kesal tanpa suara.

Tonny tersenyum sambil memainkan alis dibalika kaca berkilaunya, “Katakan sesuatu sayang”. Tonnya membuka lebar kedua tangan dan seakan berkata pada dunia sambil mendongak, “Oh, Tuhaan, terima kasih banyak. Dia tidak mencintainya, dan aku mendapat persetujuannyaa”. Tonny goyang-goyang, “ooaaeeyo,, ooooo,, ooooo”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan