Serial Saraswatichandra

Saraswatichandra: Kumud Katakan Mencintai Saras & Mencari Waktu Baik Pernikahan Samud


Serial Saraswatichandra episode sebelumnya, Saras melamar Kumud lagi dengan cara melepas lampion ke udara. Saras mengatakan pada Kumud ‘cintamu cahaya hidupku, minta Kumud katakan aku mencintaimu & Cinta pada pandangan pertama pada Kumud, yang ungkapkan oleh seseorang yang mengaku bernama Tonny Singh.

Saraswatichandra episode 236 237 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 236 dan 237, Kumud dijalan menuju sekolah sedang menuntun sepedanya sambil ngomel, “Aku sudah terlambat, bannya malah bocor lagi”. Ia berjalan sambil mengernyit. Tiba-tiba dari arah belakang dia mendengar bel sepeda berbunyi, ia menoleh ke belakang, betapa terkejutnya Kumud, di kejauhan dia melihat Tonny Singh sedang menggowes sepeda juga menuju arahny. Kumud bergumam sengan kesal, “Orang itu lagi. Saras benar dia mengikuti aku. Kelihatannya dia tidak punya niat yang baik”. Kumud menuntun sepedanya bergegas.

Tonny pun menggowes sepedanya dengan cepat. Kumud menoleh ke belakang. Kemudian menuntun sepeda dengan cepat. Tonny yang memperhatikannya sambil gowes cepat, “Minggir-minggir”, tiba-tiba nabrak penjual balon. Balon pada terbang, Tonny agak panik, “Ya Tuhan ini salahku, *rogoh saku baju*, simpan saja uangnya, ini”, serahkan uang ketangan penjual balon.

Saraswatichandra episode 236 237 03

Kumud menuntun sepeda dengan cepat. Tonny gowes sepedanya cepat, karena jalanan rame dengan pedagang dan anak-anak yang mau berangkat sekolah, ia agak kesusahan, “Hei tunggu. Awas anak-anak. Hei tunggu. Anak-anak, hati-hati kalian kalau berjalan”. Kumud semakin bergegas mendengar teriakan-teriakan Tonny itu. Tonny gowes sepedanya, ya perhatiain Kumud ya memperhatikan jalan, “Pergi kemana dia, eh,, eh,,”, tiba-tiba mau menabrak gerobak buah. Ia pun berteriak, “gerobak siapa ini. seenaknya aja ditinggalkan ditengah jalan, ayo pinggirkan, ah, pergi kemana dia”.

Tonny pun meneruskan gowesnya, bertemu lagi dengan serombongan anak-anak yang mau ke sekolah, “hei awas-awas”, serombongan anak-anak itu malah mendorong sepedanya dari belakang. Di dekat mobil yang parkir, Kumud mengumpet. Tonny kehilangan jejaknya, “Pergi kemana dia, kenapa tidak kelihatan lagi. Tuhan pergi kemana dia”, padahal Kumud ngumpet, sambil jongkok disamping mobil, dengan menutup wajah dengan tangannya tak jauh dari Tonny yang kehilangan jejak Kumud. Tonny melihat ke arah kesekelilingnya, “Ya Tuhan,Tapi sekarang biar kucari lagi”, Tonny gowes sepedanya. Kumud berdiri dengan lega, “Syukurlah, aku harus pergi sekarang”. Kumud menuntun sepedanya keluar dari persembunyiannya.

Baru juga beberapa langkah, sepeda Kumud sampai terlepas dari tangannya saking kagetnya. Di depannya sudah menghadang sepeda, Tonny yang duduk di jok sepedanya dada-dada tangan ke arahnya. Kumud berdiri dengan kesal, “Apa ini”. Tonny menggoyang-goyangkan kepalanya sambil tersenyum lebar. Kumud mendirikan sepedanya, Tonny mendekatinya, “Tadi aku melihatmu sayang, dan aku pikir aku ingin menyapamu selamat pagi”. Kumud angkat telunjuknya mau bicara. Tapi Tonny tak beri kesempatan, “Lagi pula, pakaian kita benar-benar serasi. Warnya juga sama”.

Kumud protes, “Jangan bicara sembarangan. Kenapa kau mengikuti aku”. Tonny pura-pura terlihat sedih, “Ya Tuhan, kenapa dia marah-marah padaku. Aagh, Nona Kumud, tunggu sebentar bisakah aku”, mau pegang tangan Kumud dikit. Kumud menepisnya, “Aku tau kau orang sembarangan tapi aku bukan tipe mu. Jangan ikuti aku”, Kumud acungkan telunjuk, kemudian menuntun sepedanya. Tonny putar balik sepedanya sambil bilang, “Kau bisa jalan duluan nona. Lagi pula ban sepedamu itu kan bocor, jadi duduklah disepedaku sayang. Duduklah di sepedaaakuu”. Tonny tetap dengan wajah ceria menggoda Kumud.

Saraswatichandra episode 236 237 05

Kumud dengan wajah kesal berkata, “Kau tidak mengerti juga ya, *ambil hp ditas*, Aku akan memanggil seseorang yang akan memberimu pelajaran hingga kau tau dimana tempatmu”. Kumud mulai menghubungi nomer orang yang dimaksud. Tiba-tiba Tonny mengacungkan telunjuknya sambil berteriak keras, “Ya Tuhaaan. Aku tidak peduli apa yang dia lakukan. Ya Tuhan, *pegang dada yang ada kantong berisi hpnya*, Jangan hancurkan hatiku. Kata-kata mu itu, sudah menyakiti diriku. Aku akan pergiiii, bukan begini caranya,, Ini bukan cara yang benar, ini tidak akan berhasil”, Tonny bergegas meninggalkan Kumud yang masih mencoba menghubingi seseorang lewat ponselnya.

Kumud sambil coba menelpon, membuang nafas lega setelah melihat Tonny pergi meninggalkannya. Tak berapa jauh, setelah aman dari pandangan Kumud, Tonny alias Saras menghentikan sepedanya, mengambil ponsel dari saku bajunya, menjawab telpon dengan suaranya biasa, “Hallo, ada apa Kumud”. Kumu dengan suara cemas memberitau, “Saras, ucapanmu benar, laki-laki itu mengikuti aku dan dia bicara omong kosong, dan saat aku bilang aku akan memberitau mu dia baru pergi menjauhi aku. Padahal aku ingin kau memberinya pelajaran”.

Saras sempat menoleh ke arah Kumud, tersenyum, menjawab dengan datar, “Ya baguslah kalau dia lari, sekarang pergilah ke sekolah. Aku sedang ada rapat penting. Nanti aku akan bicara lagi”. Kumud emosi, “Saras aku sedang dalam masalah dan kau bilang rapatmu terganggu?!”. Saras dalam pakaian Tonny, juga tak kalah saklaknya menjawan, “Jangan seolah-olah aku ini pacarku, seandainya kau benar jadi pacarku seharusnya kau katakan aku mencintai mu dulu”. Kumud tak mau kalah, “Kan sudah aku katakan, aku tidak akan pernah mengatakannya”. Kumud memutuskan sambunga telpon. Saras mau bicara lagi, “sat,,”, tersenyum begitu menyadari Kumud sudah menutup telpon.

Saraswatichandra episode 236 237 07

Kumud sudah sampai di dekat gerbang sekolah, sambil menuntun sepeda, sambil menoleh kebelakang, sambil ngomel, “Kau telah menyelamatkanku hari ini, jika tidak,,”, Kumud melihat ke depan. Deg! Beberapa langkah di depannya berdiri Tonny dengan seikat bunga. Tonny tersenyum, menyodorkan bunga yang dibawanya ke depan wajah Kumud. Kumud terpana, shok. Tonny dengan wajah ceria, dengan gerakan tangan bergerak di udara, mulai bicara, “Senyummu itu nona, sangat manis. Senyum mu itu, membuatku bahagia. Rambumu itupun juga sangat indah. Aku ingin, menjadi kekasihmu”, Tonny melangkah lebih dekat ke arah Kumud.

Kumud mundur, dan mengacungkan telunjuknya dengan wajah kesal, “Dengar ya, dengar ya, kau sudah melewati batasmu”. Tonny tersenyum, “Sayaaang, cinta adalah sesuatu yang tidak mengenal batas. Dengar nona, kau jangan marah seperti itu. Kalau tidak, nanti aku akan mulai menangis, *Tunjukkan wajah sedih*, Dan kalau aku mulai menangis, maka kau pasti tidak akan mampu untuk menerimanya”. Kumud mulai bingung, tangannya terangkat seperti mau menenangkan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Saraswatichandra: Kumud Katakan Mencintai Saras & Mencari Waktu Baik Pernikahan Samud”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.