Serial Saraswatichandra

Saraswatichandra: Cintamu Cahaya Hidupku-Katakan Aku Mencintaimu, Cinta Pada Pandangan Pertama


Serial Saraswatichandra sinopsis episode sebelumnya, Seperti permintaan keluarga, Saras melamar Kumud di depan keluarga ala film-film bollywood, berlutut dengan seikat kembang dan coklat. Saras ikut semua, karena itu cara Saras mencintai & ikuti syarat cinta yang diajukan Kumud, menerbangkan layang-layang dan harus bisa mengalahkannya. Menurut Kumud, Saras harus belajar mengungkapkan cinta untuk mendapatkannya. Sementara Kalika semakin ingin menguasai hak warisan Yash di keluarga besar Desai.

Saraswatichandra episode 234 235 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 234 dan 235, Malam hari setelah pertandingan layang-layang, Kalika terlihat berjalan dilorong rumah dilantai atas, sambil membawa palu ditangannya, dengan memperhatikan sekeliling dan sambil membathin ‘setelah mendapatkan keberuntungan, maka aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menegurku’. Sebelum berbelok ke depan kamar yang membuatnya penasaran, berhenti dan memperhatikan sekeliling lagi.

Saraswatichandra episode 234 235 01

Merasa aman, Kalika bergegas sambil terus membathin, ‘terima kasih Tuhan, aku mendapatkannya tanpa ada yang memperhatikanku, jika tidak semua orang dipastikan meminta penjelasan. Tapi aku sudah cukup’. Kalika sudah sampai di depan pintu kamar lantai atas yang tergembok. Kalika mengayunkan palu yang dipegangnya ke gembok pintu, terdengar suara pintu dipukul

Yash yang mau masuk ke sebuah ruangan, mendengar suara yang ditimbulkan Kalika, menghentikan langkahnya dan bersuara, “Siapa itu”. Kalika kaget, palu terlepas dari tangannya, menimpa kakinya sebelum sampai lantai. Yash bergerak mendekati suara, “Siapa disana”. Kalika menunduk mengusap kakinya yang kena palu. Yash terus melangkah mendekat kearah suara dengan tatapan waspada.

Saraswatichandra episode 234 235 02

Di lantai bawah, di aula, keluarga sedang berkumpul. Guniyal sedang menyodorkan manisan pada kakek, kakek mau mengambil banya, Guniyal mengingatkannya, “Ayah, jangan begitu”. Vidya membela ayahnya, “ini hari yang bahagia bagi kita, iya kan ayah”, Vidya ikut mengambil manisan. Guniyal protes, “sekarang kau”. Vidya memperlihatkan yang ditangannya, “aku hanya mengambil satu”, yang terlihat cuma satu, tapi digenggamannya banyak. Guniyal pun berkomentar, “apa itu”. Vidya, Kusum dan Dugba pun tertawa.

Kakek bicara, “aku senang sekali hari ini, Sankranti hari ini tidak akan terlupakan”. Vidya menyampaikan apa yang dipikirnya juga, “Benar ayah, aku merasakan seolah-olah kita sedang merayakan pernikahan Saras dan Kumud. Tapi kenapa semua orang marah, karena dia terluka”. Kusum bertanya heran, “Tapi, bagaimana Saras mendapatkan luka itu?”. Dugba memberitau, “Karena ada seseorang yang sudah menaroh lampu panas dalam kamarnya”.

Guniyal bingung, “Lampu panas? Seseorang pasti tidak sengaja menarohnya, karena kamar itu sudah lama tidak ditempati”. Kusum terlihat merasa agak kurang enak, kakek dan Vidya terlihat setuju dengan pemikiran Guniyal. Kusum menyampaikan pikirannya, “Meskipun tangannya sudah terluka, dia tetap saja menarik benang itu, sampai tangannya berdarah demi cinta Kak Kumud”. Vidya sambil tertawa menyentuh bahu Kusum, “kau bisa aja”. Yang lain ikut tertawa. Dugba heran, “tapi, dimana Kumud dan Saras?”.

Saraswatichandra episode 234 235 04

Sementara itu, dilantai atas, Saras yang membimbing Kumud yang matanya ditutup dengan sapu tangan sudah sampai diteras. Saras membawa Kumud ke pojok teras atas, kemudian membuka kain penutup mata Kumud. Mata Kumud mengerjap melihat cahaya. Apalagi saat mendongak ke arah langit, ia sampai ternganga, disana ada beberapa lampion yang menyala. Ia melihat ke Saras, kemudian sama-sama melihat ke arah lampion tersebut. Kumud tersenyum.

Sementara dibagian lain lantai atas, Yash masih menyusuri sumber suara yang di dengarnya, “siapa itu?”. Yash langsung bergegas saat melihat Kalika yang jongkok sambil meringis di depan sebuah pintu kamar. Yash terkejut, langsung jongkok sambil memegang bahu istrinya itu, “Kalika? Ada apa?”. Kalika beralasan, “Tidak apa-apa, a,, aku hanya tersandung saja”. Yash meyakinkan dengan cemas, “Tapi, kau baik-baik saja?”. Kalika langsung menjawab, “Iya, aku baik-baik saja”.

Yash membantu Kalika berdiri, “Bangunlah”. Kalika mengiyakan. Yash berkata, “aku dengar sesuatu yang jatuh”, ia pun mengembalikan meja kecil yang jatuh, ke posisinya, dibantu Kalika. Setelah itu Yash memegang bahu Kalika, “Baiklah, semua orang menunggu dibawah. Ayo”. Kalika tersenyum, menolak halus, “Yash, kau duluan saja. Aku akan menjemur pakaian diteras dulu ya”. Tanpa curiga, Yash setuju, “Baiklah, cepat ya”. Ia pun pergi. Setelah yakin Yash sudah pergi, Kalika jongkok kembali, mengambil palu yang disembunyikannya dibawah ornamen kayu di situ. Kalika menatap palu ditangannya dengan wajah kecewa yang masih berpikir.

Saraswatichandra episode 234 235 06

Di teras, Saras mulai bicara sambil menatap Kumud, “aku setuju seseorang harus mengungkapkan cintanya, dan, aku tidak pernah melakukannya sampai sekarang. Kau memiliki sebuah syarat kecil, yang bahkan aku tidak bisa memenuhinya. Aku tidak bisa mengatakannya di depan semua orang, tapi setiap hari aku mengatakannya pada diri ku, bahwa aku sangat, sangat, sangat mencintaimu. Dan aku akan terus mencintaimu selamanya”. Kumud tersenyum menatap Saras.

Saras menengadah menatap lampion yang masih menyala, Kumud ikut menengadah. Saras berucap, “Aku akui”. Kumud tatap mata Saras, saling bertatapan lagi,”lampu-lampu itu mengekspresikan cintaku, mereka akan selalu menyala, sehingga hatiku tidak pernah jatuh dalam kegelapan, dan cintamu, akan tetap menjadi cahaya bagi hidupku”. Kumud tersenyum.

Perlahan, Saras berlutut dihadapan Kumud sambil menatap mata Kumud yang tersenyum haru. Saras mengulurkan telapak tangannya, “maukah kau menggenggam tanganku”. Kumud pun menaroh telapak tangannya di telapak tangan Saras dengan haru. Saras menggenggam tangan Kumud, menciumnya dengan penuh perasaan. Kumud menatapnya tersenyum bahagia campur haru, menerima perlakuan romantis itu. Saras tersenyum, perlahan berdiri kembali, sambil terus menatap Kumud yang tersenyum bahagia. Saras menunjuk lampion yang masih menyala. Saras Kumud menatap cahaya lampion dengan senyum dan harapan baru.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Saraswatichandra: Cintamu Cahaya Hidupku-Katakan Aku Mencintaimu, Cinta Pada Pandangan Pertama”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.