Saraswatichandra: Terima Kasih Kusum & Syarat Cinta Kumud, Menerbangkan Layang-Layang


Dugba mengingatkan, “tenang, tenang dulu Saras, tenang, pelan-pelan”. Vidya bersuara, “Saras, lawan aku dulu, sebelum kau bertarung melawan putriku. Jaga layang-layang mu, jika tidak jalurmu akan terpotong”. Guniyal yang memegang gulungan benang bersuara, “Ya Tuhan, bagaimana ini”. Kumud melihat Saras, tersenyum. Saras tenang menarik dan mengulur benang layangannya di bantu Danny dan Kusum. Kalika dan Ibunya Yash terlihat manyun menyaksikan kehebohan orang-orang tersebut.

Saraswatichandra episode 232 233 37

Dugba mengingatkan, “Saras, kau biarkan keluar jalur mu”. Kakek juga mengingatkan Vidya, “Ayo tarik, tarik”. Vidya mengiyakan, “Iya, aku sedang menariknya ayah”. Vidya menarik layangannnya, agak kalut. Kumud terlihat cemas, membantu ayahnya. Danny mengingatkan Saras, “Kakak, tarik ke arah mu”. Kusum juga memberitau, “ya, Saras, ke kiri”. Danny bilang, “cepat tarik. kakak cepat tarik”. Kumud melihat agak cemas. Dugba berkata pada Saras, “Dengarkan saja kata hatimu, kau disini untuk mengalahkan mereka”. Saras hanya tersenyum tanpa banyak bicara.

Vidya menarik benang layangannya. Kumud sambil mengulur benang memperhatikan Saras. Ia tersenyum melihat Saras begitu tenang dan serius. Dugba memberi arahan pada Saras, “Cepat, tarik ke kiri, Cepat tarik ke kiri”, Dugba menggigit jarinya saat melihat dua layangan begitu dekat, masing-masing berkeinginan memotong benang layangan lawan terlebih dulu.

Kumud memberitau Vidya, “Ayah, kendorkan benangnya”. Vidya panik, “tenang, jangan khawatir, ayah turunkan benangnya”. Danny, Dugba dan Kusum juga memberi arahan pada Saras, kapan menarik dan mengulur benang layangan supaya kendor. Kumud memberitau ayahnya. Yash juga mengingatkan. Kumud mulai merasa diatas angin, “entah bagaimana menyelamatkan layang-layang, aku tidak mau melawan pertarungan yang tidak adil”.

Saraswatichandra episode 232 233 39

Saras dengan wajah tetap tenang mengendalikan layangannya, melirik Kumud. Kumud masih berkata, “Kau tidak pernah bisa menangkapku, karena aku pisau yang tajam”. Saras menoleh ke Dugba mengisyaratkan agar tetap pada jalur, tak terpancing. Danny tersenyum. Saras meanrik menang layangannya. Danny berteriak gembira. Kusum melompat girang, “hore!”. Guniyal merengut dengan wajah sedih. Dugba berteriak girang, “kalian kalah”.

Kumud ternganga, tak percaya, ia mencoba menarik benang layangannya memastikan layangannya masih ada. Kakek berkomentar, “Bagaimana Vidya. Dia mengalahkanmu”. Kumud melihat Saras dengan wajah kurang senang. Saras menatapnya dengan senyum tenang. Danny tertawa melihat dua orang itu. Kalika menuliskan skor.

Saras yang dari tadi diam, mulai bersuara, “Kalau kau adalah pisau, maka aku adalah penjahat. Ini hanyalah layang-layang, tapi aku akan membuang nafasmu, bahkan sebelum kau menyadarinya”. Saras melirik Kumud tenang. Dugba menambahkan, “Itu bagaikan pisau cukur yang tajam seperti benang ini, dan kehilangan percaya diri maka ketidak pastian akan mencelakakan kita”. Saras tos sama bibi Dugba. Kusum tersenyum pada Danny. Kumud melihat Saras dengan wajah gondok. Saras tersenyum tenang.

Saraswatichandra episode 232 233 41

Vidya melepaskan benang denga kecewa, “Yash, sekarang giliranmu”. Yash yang memegang gulungan benang, bertukar posisi dengan Vidya. Vidya berbisik, “Kumud, Saras terlihat percaya diri. Haruskah kita negoisasi ulang”. Kumud berkata, “Tidak ayah. Kita rubah pendekatan kita, bukan kondisi”. Kumud mulai mengulur benang ditangannya membantu Yash yang memegang kendali.

Kalika dekat papan tulis membathi, ‘semua orang sibuk dengan kegiatan mereka. Haruskah aku melakukan tugasku”. Kalika tertunduk.

Saras menarik benang layangan, tiba-tiba dia melepaskan benang dipegangannya, dengan wajah meringis, tangannya yang luka terkena benang. Dugba bertanya dengan kahwatir, “Ada apa”. Saras tersenyum, “tidak apa”. Dugba terlihat tenang. Saras kembali tenang mengulur benang layangannya. Kumud mengingatkan Yash, “Ayo Yash”. Yash melancarkan aksinya, “Saras, lihat gadis itu dia berdiri di teras tetangga kita. Coba perhatikan, coba lihat”.

Saraswatichandra episode 232 233 43

Saras tak terpengaruh dengan ucapan Yash, tetap konsentrasi pada benang layangannya. Danny kena kibul Yash, ia langsung memanjangkan lehernya, bahkan dibantu tangan menutupi matanya agar ga silau oleh matahari. Kusum langsung menepuk punggung Danny dengan keras. Saras membalas Yash, “benang mu sudah dipotong bahkan sebelum kau melangkah Yash. Saras tersenyum. Danny dan Kusum tertawa. Kumud memberitau Yash untuk pindah tempat.

Danny memberitau Saras, “Biarkan terbang bersama angin kak”. Kusum juga bersuara, “Saras, kendorkan benangnya sedikit”. Kumdu mulai semangat menarik benangnya. Saras mulai terpana melihat posisi layang-layangnya. Dugba mengingatkan Danny. Vidya menyuruh Kumud menarik benang yang dipegangnya. Danny juga berusaha keras. Kalika yang mau melangkah ke dalam terkejut mendengarkan teriakan Kumud. Vidya bilang, “kita memenangkan pertarungan”. Saras terlihat kecewa. Dugab menepok jidat. Danny dan Kusum lemas. Vidya, Kumud dan Yash saling tos. Kalika menuliskan skor.

Vidya mulai melancarkan serangan lewat kata-kata, “O, tarik benangnya, mainkan dengan bagus, kau menghadapi masalah yang sulit. Kumud Sundari luar biasa, pemain layang-layang mematikan”. Yash pun berkomentar, “luar biasa Paman, luar biasa”. Kumud tersenyum melihat ke arah Saras. Saras melirik Dugba. Tim kembali serius dengan pertandingan selanjutnya.

Guniyal menghampiri ibunya Yash, “Kakak, kenapa diam saja. Ayo beri komentar mu”. Ibunya Yash dengan nada bicara seperti biasa berkata, “Aku tidak bodoh seperti mereka”. Guniyal heran dengan maksud ucapan tersebut, “Apa?”. Ibunya Yash mengelak, “sangat panas disini. Lebih baik, aku pergi ke kamar ku saja”. Guniyal tak bertanya lagi, “Baiklah”. Ibunya Yash meninggalkan tempat itu. Guniyal sedikit tercenung.

Kusum terlihat cemas di sebelah Danny. Saras serius menarik benang layangan ditangannya. Guniyal mengingatkan Yash. Layangan hampir saling berdekatan. Saras semakin serius. Kusum tersenyum, Danny merebutnya, “sini, biar aku saja”. Kusum bilang, “sudah aku lakukan”. Mereka rebutan sesaat, Danny melepaskan tangannya. Yash terlihat panik, layangannya dipotong layangan Saras. Dugba langsung berteriak, “kalian kalah lagi”. Saras tersenyum. Danny dan Kusum berteriak senang, “Yeaah”.

Kumud melihatkan wajah gondok. Saras berkata, “Tidak ada trik, tidak ada pura-pura. Benang diikat dengan cinta. Dan pasti akan bergetar terhadap orang yang memiliki hatiku”. Saras tersenyum manis pada Kumud. Kumud memperlihatkan wajah gondok.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan