Serial Saraswatichandra

Saraswatichandra: Terima Kasih Kusum & Syarat Cinta Kumud, Menerbangkan Layang-Layang


Saraswatichandra episode 232 233 22

Malamnya, di tempat tidurnya, Kumud senyum-senyum sendiri, wajahnya begitu bahagia. Di kamarnya, Saras juga gelisah, ia senyum-senyum sendiri juga. Kumud terbayang saat Saras berlututu melamar dihadapan semua keluarga dengan menyodorkan seikat bunga. Ia tersenyum.

Sementara Saras mengubah posisinya memejamkan mata sambil terbayang saat Kumud dengan cepat mengambil coklat dari tangannya saat dia menyodorkan bunga dan coklat untuk melamar. Saras tersenyum sambil membuka matanya.

Kumud mengubah posisi tidur terlentang, berbantalkan lengannya, ia menerawang menatap langit-langit kamar, terbayang Saras yang kesal dan langsung main tarik benang layangan sehingga layangan yang dipegang Danny sobek dan ia pun tertawa menyaksikan wajah culun Saras karena bengong.

Saraswatichandra episode 232 233 24

Saras bangun dari posisi tidurnya, duduk memeluk selimutnya, terbayang saat tadi dia menggoda Kumud sampai wajah Kumud memerah oleh sentuhannya.

Kumud di tempat tidurnya kembali ke posisi miring dengan memejamkan mata sambil tersenyum senang membayangkan wajah Saras yang memohon, saat berlutut melamarnya. Kumud menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

Saras yang suda dalam posisi duduk ditempat tidurnya, terbayang saat Kumud menuliskan tanda senyum di telapak tangannya. Saras mencium simbol senyum itu dengan sepenuh hatinya.

Saraswatichandra episode 232 233 23

Di tempat tidurnya, Kumud memilih duduk dengan wajah penuh senyum. Saras ditempat tidurnya juga duduk dengan wajah penuh senyum, kemudian merebahkan diri ke kasur. Kumud juga merebahkan diri kembali, masih melanjutkan senyumnya. Saras duduk lagi di tempat tidurnya, senyum-senyum, sambil tangannya memegang wajahnya.

Tiba-tiba di celah bawah pintu kamarnya ada yang memasukkan layangan. Saras bangun, tersenyum melihat pintu. Ia mengambil layangan yang terletak di lantai tersebut, ada tulisan Kumud disitu. Saras membacanya, seakan terdengar suara Kumud, “kalau kau mencintai ku, kau harus tau cara mengungkapkannya. Besok adalah kesempatan terakhirmu. Artinya Ya, jika kau menang. Dan Tidak, jika kau kalah”.

Saras tersenyum, menatap pintu seakan bicara pad Kumud, “terima kasih atas kesempatan ini. Dan aku minta ma’af, karena aku tidak akan memberikan kesempatan untuk mengatakan tidak”. Saras mencium layangan yang dikirim Kumud tersebut.

Saraswatichandra episode 232 233 27

Esok harinya, kakek sudah duduk di kursi rodanya, di halaman, Ibunya Yash juga sudah duduk tak jauh di belakang kakek. Yash terlihat melamun di atas bale-bale yang sudah dipersiapkan dihalaman untuk tempat menaroh-naroh. Kumud muncul membawa setumpuk layangan, ia memanggil Yash, “Yash tolong bantu aku, ini akan jatuh”. Yash ragu. Kakek bersuara, “Iya, cepat Yash, layang-layang ini adalah senjata kita hari ini”.

Yash bangkit membantu Kumud. Kalika sedang menuangkan teh untuk ibu mertuanya, melihat ke arah Yash. Kumud bicara, “Itu benar Yash. Hari ini, hari pertempuran, kita harus mengalahkan mereka”. Kalika menyodorkan teh pada ibu mertuanya dengan wajah tanpa senyum. Kakek bersuara lagi, “Jangan menyusahkan begitu, kalau hari ini kita kalah. Kau yang harus mengatur semua persiapan pernikahan adikmu sendiri”. Ibunya Yash terlihat tersenyum. Kalika menunjukkan wajah tidak suka.

Kumud bicara, “Yash, kalau kita menang, maka mulai besok, aku akan memanggilmu kakak Yash, setuju”. Yash gelagapan, ia tersenyum mengangguk. Kakek tersenyum. Ibunya Yash yang berdiri di belakang kakek juga tersenyum. Kalika di belakangnya terlihat besengut. Kumud mengambil piring kue, menyuapka Yash kue, “buka”, Yash memakan kue yang disuapkan Kumud. Kumud duduk mengatur layangannya, “Ayo, tugas kita masih banyak. Kita harus memeriksa layang-layang kita”.

Saat Yash mau jongkok di smaping Kumud, kakek berbicara, “Hei, Yash, kau selalu bicara tentang mengganti kunci kan. Aku pikir, kau pasti terbebani ya dengan bekerja di pabrik itu. Kalau begitu, biar Vidya yang mengelola tugas-tugas kecil ya”. Yash tersenyum ga enak, “terserah kakek saja”. Kakek berkata, “kalau begitu, bersiap-siap ya untuk menjadi pemenang di kompetisi layang-layang terbang”. Ibunya Yash menoleh ke arah Kalika.

Yash jongkok disamping Kumud. Kumud bicara, “Tolong urus ini ya, aku akan urus hal lain di dalam”. Yash yang kembali ke sifatnya semula menjawab, “kau tak perlu khawatir adikku, aku akan mengikatnya, dan kita akan mengalahkan semua layang-layang Saras. Kemenangan akan jadi milik kita”, Yash menyodorkan tangannya sebagai bentuk tos. Kumud memberika tos, kemudian beranjak ke dalam rumah. Kakek mendekatkan kursi rodanya ke Yash, “Nah, ini baru bagus”.

Kalika yang bersedekap dengan wajah tak suka, bicara pada ibunya Yash, “Apa yang akan kau lakukan pada putramu sehingga dia layak”. Ibunya Yash menatap Kalika tak menegrti. Kalika memberitau dengan nada kesal, “dia selalu melakukan apapun apa yang orang bilang”. Ibunya Yash menoleh ke arah Yash dengan wajah mengernyit.

Saraswatichandra episode 232 233 29

Kumud masuk kamar Saras membawa nampan, “Saras, aku bawa sarapan untukmu. Ayo cepat turun, upacaranya akan dimulai”, Kumud menaroh nampan yang dibawanya di meja. Kumud melihat sekeliling heran, agak cemas, “dimana dia?”, Kumud mundur-mundur, tau-tau ia menabrak Saras yang muncul dibelakangnya. Kumud kaget.

Saras langsung bicara sambil terus memepet Kumud, “Kau pernah mendengar cerita ini, ada seorang putri yang sombong, kemudian dia sangat menyukai seorang pengeran. Tapi, dia selalu terhalang berbagai kondisi untuk bisa menikah dengannya”. Kumud tersenyum, “kenapa dia tidak menikah, dia rela mengorbankan apapun, tapi hanya untuk seorang pria yang baik”. Kumud tak bisa mundur lagi, ia terhalang almari. Saras langsung mengunci Kumud disitu dengan menaroh kedua tangannya menghalangi Kumud.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Saraswatichandra: Terima Kasih Kusum & Syarat Cinta Kumud, Menerbangkan Layang-Layang”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.