Saraswatichandra: Terima Kasih Kusum & Syarat Cinta Kumud, Menerbangkan Layang-Layang


Serial Saraswatichandra sinopsis episode sebelumnya, Danny yang bersikeras takkan kembali ke rumah sebelum menemukan Kumud membuat Saras tak tega. Malam harinya, ia sengaja ‘memancing’ Kusum untuk mengikutinya ke tempat Kumud bersembunyi. Kusum akhirnya tau kalau menghilangnya Kumud, hanya sandiwara. Kusum menyadari kesalahannya sekaligus cinta tulus Danny. Tantangan untuk Saras saat melamar Kumud pun diberikan, yaitu menerbangkan layang-layang melawan tim Kumud di hari Sankranti.

Saraswatichandra episode 232 233 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 232 dan 233, Malam harinya, Kusum terlihat melamun dipinggir jendela kamarnya, Danny muncul dan memperhatikannya, melangkah mendekat ke samping istrinya itu, “terima kasih Kusum”. Kusum menoleh, “aku sudah banyak menyakitimu kan”. Danny menatap Kusum, “Ya, banyak sekali, tanpa memberitau ku pergi kemana tadi malam”. Kusum tersenyum, bilang, “Ma’af, aku takkan melakukannya lagi. Ma’afkan aku Danny”.

Danny memegang bahu Kusum, “Bagus, paling tidak kau sudah menyadari cintaku padamu. Tapi aku, tidak ingin mengucapkan kata ma’af atau apapun, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih Kusum”. Kusum tersenyum kemudian masuk kepelukan Danny. Tersenyum di bahu Danny.

Saraswatichandra episode 232 233 01a

Danny melepaskan pelukannya, “Sekarang kau takkan lepas dari pandanganku. Aku akan mengikatmu dengan tanganku”. Kusum tersenyum mendengar ucapan Danny, dan ia pun mengambil sesuatu yang menyembul di saku celana suaminya itu, “ini kan coklat”. Danny menaroh tangannya ke belakang punggungnya, “kau sudah melihatnya ya, ambil untukmu, kau lupa bilang apa”. Kusum membukan bungkus coklat sambil tersenyum, “terima kasih banyak Danny”. Danny tersenyum melihat Kusum tersenyum.

Kusum pun menggigit coklat, mulutnya belepotan coklat. Danny mengambil foto Kusum dengan hpnya, ia memperlihatkan hasilnya ke Kusum, “Hmm”. Kusum protes, “Itu jelek, ada coklat di wajahku”. Danny menatap Kusum dengan wajah jenakannya, “itu membuatmu terlihat manis”. Kusum tersenyum, Danny ikut tersenyum, “maka tersenyumlah, kau terlihat tambah cantik”. Kusum menatap Danny, “sungguh? Kau mau bawa coklat untukku setiap hari?”. Danny langsung menjawab, “Baiklah, tidak masalah. Tapi aku yakin, itu bisa membuatmu jadi gendut”. Kusum memperlihatkan wajah kurang suka mengancamnya, “Apa masalah untuk mu kalau aku menjadi gendut?”. Danny mengernyitkan alisnya seperti membayangkan dengan wajah serius, melihat keluar jendela menyamping Kusum, “biar ku pikirkan dulu”. Tangan Kusum mengemplang lembut bahu Danny. Danny seperti pura-pura tersadar, ia melihat Kusum sambil tersenyum menggoda, “kau akan terlihat lebih manis jika kau gendut”. Kusum tertawa senang sambil terus ngunyah coklat.

Saraswatichandra episode 232 233 02

Danny memperlihatkan wajah serius, “Baiklah, sekarang kau berada di tim kami, kita harus pastikan besok kakak menang”. Kusum berkata, “tenang saja, besok pagi aku akan beli banyak layang-layang di toku Chandula”. Danny protes, “jangan beli disitu, kita akan membelinya di toko Mukhadas, dia menjual layang-layang besar, kalau benangnya dilonggarkan maka lawan pasti jatuh”. Kusum memberitau, “bahkan anak-anak bisa menjatuhkan layang-layang begitu. Hanya seorang ahli yang bisa menggunakan ketrampilan layang-layang terbangnya”, Kusum ngunyah coklat lagi.

Danny merespon, “Ooo, ya,, kalau begitu kita lihat besok, layang-layang siapa yang akan menang”. Kusum ga mau kalah, “kita lihat saja nanti”. Kusum mau menggigit coklat lagi, ia ingat sesuatu, “Tapi kita berada di tim yang samaa”. Danny nyantai, “tidak masalah, kita yang lomba, tapi kita akan membeli layang-layang itu di toko Mukhadas”. Kusum bilang Chandula, Danny maunya Mukhadas, Kusum tak mau, tetap Chandula, Danny tetap Mukhadas, Kusum bilang tidak bisa, Danny juga bilang tidak bisa. Mereka tak mau saling ngalah.

Kusum menatap Danny, kemudian melengos manyun, “Danny, kau mau berdebat denganku ya”. Danny menatap Kusum, tersenyum, meraih bahu Kusum untuk melihat ke arahnya, menaroh kedua lengannya di masing-masing bahu Kusum, setengah merangkul, “Ini pertengkaran pertama kita setelah menikah. Selamat ya Nyonya Vyas”. Kusum tersenyum, kemudian menyuapkan coklat ke mulut Danny. Mereka tersenyum saling tatap.

Saraswatichandra episode 232 233 04

Paginya, Saras mulai menarik benang layang-layang di halaman rumah keluarga Vidya, di dampingi Kumud, disaksikan kakek, dan ditemani Danny yang langsung nepok kepalanya begitu melihat layangan kakaknya putus. Kumud tersenyum, memangku kedua tangannya, nyindir Saras dengan bicara pada kakek yang melihat dengan termangu, “Kakek, kalau menerbangkan layang-layang, jangan cuma berpegangan pada gulungan benang. *Lirik Saras*, Cuma dilapangan aja permainan akan menjadi seru, dan akan ketauan siapa yang hebat”. Saras melihat Kumud dengan wajah kesal. Kumud mendengus, ngejek menggoda, “ngng,,,huuuh”.

Danny nyamperin Saras, “jangan khawatir kak, kita akan coba sekali lagi”. Danny membantu Saras. Kumud bicara dengan nada ngenyek, “Ya, ya, tentu saja, silahkan. Ayo cobalah”. Saras yang masih menatap Kumud dengan wajah kesal menarik benang ditangannya, dia lupa kalau Danny sedang membantunya mengikat benang pada layangan, hasilnya, layangan ditangan Danny langsung sobek. Saras bengong, melihat ke arah Danny. Kumud langsung ketawa. Ia berhasil mengerjai Saras.

Saras bicara pada Danny dengan wajah besengut, “aku, aku tidak bisa melakukan ini. Aku sudah merusak lima layang-layang. Danny sudahlah, biarkan saja”. Danny tersenyum. Kumud tak berhenti tertawa, sampai air matanya keluar. Kusum muncul membawa layangan, bicara pada Saras, “Aku punya banyak layang-layang, tidak peduli seberapa banyak yang sobek, kau harus bisa menerbangkannya”, Kusum menaroh layangan yang dibawanya di meja kecil yang sudah disiapkan, “Ayo”, Kusum memberi semangat.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Terima Kasih Kusum & Syarat Cinta Kumud, Menerbangkan Layang-Layang

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Cintamu Cahaya Hidupku-Katakan Aku Mencintaimu, Cinta Pada Pandangan Pertama | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s