Kumud tak kalah ide, “Tunggu sebentar”, Kumud menggerakkan dagu pada ayah dan ibunya. Vidya dan Guniyal langsung berdiri di sisi kiri kanan Kumud, dengan sikap menantang, “jika cintamu lebih dari mereka, maka aku siap bertunangan denganmu”, Kumud memberikan senyum manisnya. Saras akhirnya bertanya, “jadi apa yang harus kulakukan”. Kumud langsung tersenyum, melangkah ke hadapan Saras, “Kau harus mengalahkanku dalam menerbangkan layang-layang di hari Sankranti”. Kusum langsung menutup mulut dengan tangannya, menahan tawa.

Saraswatichandra episode 230 231 41

Saras langsung protes, “menerbangkan layang-layang?”. Kumud dengan nyantai berkata, “kenapa? tidak punya nyali”. Danny tersenyum melihat wajah kakaknya yang langsung terlihat tegang. Kumud mencondongkan wajahnya ke arah Saras, “Apa kau ingat terakhir kali. Jika kau mengalahkanku, maka Kumud Desai menjadi milikmu seutuhnya, *Saras tersenyum*, Dan jika tidak, teruslah berkunjung kemari”.

Vidya langsung menambah ‘panas’ situasi dengan nyahut, “Tiidaak”. Danny tersenyum. Kumud makan coklat lagi. Saras coba menawar, “dengar dihari Sankranti lalu, aku menerbangkan layang-layang dan aku gagal, sekarang tantangan ku untuk permainan yang lain saja, ayo katakan mau main apa”. Dugba berucap, “Saras”. Saras menoleh, “Ya, Bi”. Dugba memberitau, “Tidak usah memohon seperti itu padanya”. Saras bertanya kenapa. Danny memegang pundak Saras, “kakak, kenapa tidak?! Terima saja tantangannya”. Kumud menatap sambil memiringkan kepalanya.

Saras melihat ke sekeliling dulu, kemudian memutuskan, “baiklah, lagipula itu bukan masalah yang besar, hanya, putar talinya dan menariknya sekali-sekali, itu saja”, Saras berkata sambil memeragakan menarika layangan. Kumud yang berdiri di depannya terpisah kakek, menepuk telapak tangan Saras, “pertama, itu bukan tali, tapi benang”, Kumud mengingatkan dengan tersenyum manis. Saras menunjukkan wajah manyun. Dugba tersenyum lebar.

Saraswatichandra episode 230 231 40

Kumud sudah kembali berdiri ditengah ayah dan ibunya. Vidya dari pihak Kumud berkata pada Saras, “menyerah saja”. Saras heran, “menyerah?”. Vidya memberitau, “Ayo, akui saja”. Melihat itu, Danny memeluk pundak Saras, “Kakak, terima tantangannya. Aku bersama kakak”. Saras mencubit perut Danny, “kau ini seperti bisa saja menerbangkan layang-layang, kau kira mudah”. Danny berkata tenang, “kami akan mengurusnya”. Kusum pindah berdiri disebelah Danny, “bahkan aku berada dipihakmu. Kak Kumud harus datang ke rumah kita”. Dugba ikut bicara pada Saras, “aku mendukungmu”. Vidya bilang pada Yash, “Ayo”, Yash langsung pindah berdiri ke deretan pendukung Kumud.

Kakek memajukan kursi rodanya, “Berarti keputusannya diambil pada hari sankranti”. Saras menaikkan dagunya, siap menerima tantangan. Kumud menatapnya tersenyum, kalau ia tak mudah dikalahkan. Saras melangkah ke depan, “Baiklah nona, aku akan membuatmu menjadi Nyonya Saraswatichandra”. Kumud melangkah kehadapan Saras, “kita lihat nanti”, Kumud menggerakkan kepala mengibaskan poninya, kembali berdiri ditengah ayah dan ibunya. Vidya mendekap tangannya berdiri disamping Kumud denga sikap siap menantang tim Saras. Saras mundur ke temapt berdirinya semula diantara Dugba dan Danny, ia menoleh ke arah orang tersebut. Kumud menatap Saras dengan tatapan penuh godaan yang tak mudah dikalahkan.

Saraswatichandra episode 230 231 43

Kalika masuk ke kamar ibunya Yash yang sedang duduk di tempat tidur dengan lutut ditekuk sambil memijat lututnya sendiri dengan suara menahan sakit. Kalika meluruskan kaki ibu mertuanya yang sakit itu. Ibunya Yash meringis. Kalik menaroh alat pengompres untuk atasi rasa sakit diatas lutut ibu mertuanya itu. Kalika berucap, “Ibu disini menangisi rasa sakit. Tapi tidak ada yang peduli”. Ibunya Yash tertegun.

Kalika menyandarkan punggung ibu mertuanya itu ke bantal yang ditumpuk, “hari ini aku menyadari adanya perbedaan. Meskipun ibu mengemis tidak ada yang memberkati kita”. Kalika duduk diujung kaki ibu mertuanya itu, memijatnya, “Coba lihat saja, semua asyik memainkan sebuah permainan tapi tidak ada yang mengajak kita. Pasti ibu merasakan ini kan”. Ibunya Yash menyahut, “bagaimana ku bisa bertahan dengan semua ini. Walaupun dia belum mendapatkan suami, tapi dia dihormati. Tapi aku hanya berbaring disini saja, seperti berada di sebuah rumah penampungan”.

Kalika berkata, “Kenapa ibu bilang begitu. Ibu memiliki seorang putra, sekarang ibu memiliki menantu juga. Ibu mertua, aku akan membantumu untuk mendapatkan hakmu dirumah ini”. Ibunya Yash tersenyum, tertarik dengan penawaran Kalika, “Bagaimana caranya”. Kalika memberitau, “Tidak peduli berapa banyak orang berpura-pura, tapi mereka akan jatuh dihadapan hukum. Sebenarnya, harus ada, sesuatu yang,,, “, Kalika mengucapkan dengan wajah memancing. Ibunya Yash paham, “Ya, ada”.

Saraswatichandra episode 230 231 44

Mata Kalika langsung cerah, “Kalau begitu berikan padaku, aku akan mengubah atas namaku, *keceplosan*, Ibu mertua maksudku adalah, aku akan melimpahkan semuanya untukmu dan putramu Yash”. Ibunya Yash bingung, “Ba,,bagaimana bisa begitu”. Kalika bangkit, menyandarkan punggung ibu Yash ke bantal, Kalika tetap memegang bahu ibu mertuanya, “dan dengar bu, sekarang tenang saja ya, serahkan saja, semuanya pada menantumu. Lalu lihat saja, ibu tidak perlu mendengarkan siapapun”. Kalika tersenyum, membersihkan kaca mata ibu mertuanya, “Semua orang, akan mematuhimu”. Ibunya Yash menatap Kalika dengan tatap ambisi. Kalika membalasnya dengan tatapan, misinya menagcaukan keluarga ini, punya pion lagi.

Serial Saraswatichandra episode selanjutnya, Saras menggoda Kumud dengan tatapan dan sentuhannya, “Saras dan Kumud bisa saja melupakan diri mereka, tapi mereka tidak bisa lupa bahwa mereka saling mencintai”. Kumud tak bisa mengelak, ia luluh dalam tatapan Saras.