Serial Saraswatichandra

Saraswatichandra: Kusum Menyadari Kesalahannya, Cinta Danny & Tantangan Untuk Saras Saat Melamar Kumud


Saras tersenyum menatap Kumud. Kakek tersenyum lebar mendengarnya. Vidya tersenyum. Guniyal mengatupkan kedua tangan sebagai tanda syukur. Dugba, Danny, Yash semua tersenyum, kecuali Kalika yang semakin gelisah. Kusum berkata lagi, “Sekarang tidak ada lagi yang menghalangi hubungan kalian, baik Pramad ataupun, Kusum. Penuhilah janji yang sudah kau buat untuk kakakku, sebelum kau berangkat ke Dubai, nikahilah kakakku”. Kusum mengucapkan dengan tersenyum. Saras mendengarnya juga dengan tersenyum. Kumud terlihat cemas. Kakek dan yang lain ikut tersenyum. Ibunya Yash yang sudah termakan ‘mimpi’ Kalika terlihat kurang suka, apalagi Kalika.

Saraswatichandra episode 230 231 30

Kusum menganggukkan kepalanya ke Saras. Saras tersenyum. Guniyal mendekat, memegang pundak Kusum, “Ini baru Kusumku”. Kumud mengusap air matanya. Guniyal berucapa, “terima kasih Tuhan, kedua putriku telah kembali”. Guniyal lalu memeluk Kusum dan Kumud di kiri kanannya. Vidya menaroh tangannya diatas kepala Kusum dan Kumud. Danny ikut memeluk Kusum.

Kalika tak senang melihat kebersamaan itu, ia membathin ‘semuanya hanya perlu sebuah alasan untuk saling mema’afkan. Aku terus menciptakan kesalah pahaman, dan semoga mereka berhasil menyelesaikannya”.

Ibunya Yash yang sepertinya sudah terkoneksi dengan pikian Kalika, langsung berteriak,”Jika kau memang sudah lupa, aku akan mengingatkan”. Ibunya Yash menarik Kalika dan Yash yang berdiri di belakang, di kiri dan kanannya ke hadapan semua keluarga, “Bahkan putra dan menantu perempuanku, layak mendapatkan ini semua, maka berkati mereka berdua juga”. Dugba menarik nafas sambil geleng-geleng.

Kalika berkata, “Sudahlah ibu mertua, sekarang ini Kumud dan Kusum lebih sering diperhatikan. Sedangkan kami, tidak ada yang peduli”. Semua keluarga tertunduk tak bisa berkata-kata. Kusum melangkah ke depan, “Bibi, garis mata Kalika warnanya gelap sekali, bagaiman bisa ada orang yang menatap jahat padanya”. Dugba, Guniyal dan keluarga, menahan senyum mendengar celutukan Kusum itu.

Kalika melangkah kehadapan Kusum, memegang pipinya dengan sebelah tangannya, “Aku harap kau terlindungi dari semua mata jahat”. Kalika juga menyentuh pipi Kumud, “Aku bisa mendengar lengking pernikahan, aku hanya menunggu hari itu, ketika kalian hidup bahagia dengan suami-suami kalian. Jangan ada kata gelisah, hhmmm”, Kalika kembali menyentuh pipi Kusum. Saat Kalika mengucapkan kata-kata sandiwaranya itu, Yash berisyarat bertanya pada ibunya. Dugba, Guniyal, sempat mengernyitkan wajahnya. Para kaum laki-laki lain tak terlalu mengubris.

Saraswatichandra episode 230 231 33

Danny malah mengalihkan perhatian dengan berkata pada Saras, “kakak, apa kah kau sudah resmi melamarnya”. Saras mau membuka mulut. Danny menoleh ke arah Vidya, “Dan dia tidak mau menerimanya, iyakan”. Kakek ikutan berkata, “Itu benar. Dengar Saraswatichandra, kalau kau memang ingin menikahi Kumud kami, kau harus terlebih dahulu mengungkapkan perasaan mu padanya”.

Saras bengong, melihat ke Kumud. Kumud malah tertunduk malu-malu. Danny tersenyum, Kusum bersedekap seperti siap menantang Saras Kumud. Kakek menambahkan, “lalu kita akan lihat, dia menolaknya atau menerimanya”. Saras kebingungan, “memangnya masih ada sesuatu yang kalian belum tau”. Dugba memegang bahu Saras, “Saras, *Ya, sahut Saras*, Sebentar lagi kau harus menikah dengan Kumud, kau harus menyelesaikan masalahnya”. Saras semakin bengong, “kenapa hari ini?”. Dugba meninggalkan Saras. Saras berdiri dengan menggelengkan kepalanya, “baiklah”.

Saraswatichandra episode 230 231 34

Tak lama. Saras sudah berlutut dihadapan Kumud, sbelah tangannya memegang seikat bunga, sebelahnya lagi sebungkus coklat, “Nona Kumud, secepat apa kau melihatnya, kau selalu hadir di dalam mimpiku. Mau kah kau menikah denganku? Dan datang ke rumahku untuk selamanya. Apakah kau bersedia?”. Kumud menatap Saras dengan tersenyum tipis.

Kusum berbisik pada Kumud, “Kakak, jangan terburu-buru”, Kusum ikut melihat ke arah Saras yang menunggu jawaban dalam posisi berlutut. Wajah polos Saras membuat ibu guru Kumud tersenyum. Kumud menatap Saras dengan tatap menggoda, mengambil coklat ditangan kanan Saras. Saras tersenyum. Kumud memegang tangan Saras, mengajaknya bangun. Saras menatapnya dengan tatap cinta. Tiba-tiba Kumud berkata, “Tidak”, melangkah meninggalkan Saras, berdiri diantara ayah dan ibunya.

Saras terkejut. Vidya langsung protes, “kenapa tidak”. Kumud merangkul ayah dan ibunya, “kalau aku mendapatkan banyak cinta disini, kenapa harus kesana”. Saras jongkok disebelah kakek, “Kakek”, Saras menunjukkan wajah merengut merajuknya ke arah Kumud. Kakek langsung berkata, “Hei, Kumud. Itu tidak adil, kasihan, dia sangat mencintaimu”. Saras membenarkan ucapan kakek, “Aku sangat mencintaimu”.

Saraswatichandra episode 230 231 37

Kumud ikut jongkok di samping kursi roda kakek di hadapan Saras, “jadi, aku harus mengerjakan tuga rumah tangga dirumahmu. Aku harus memasak untukmu, mengelola rumah tangga, aku tidak terganggu kalau disini”. Saras memanyunkan wajahnya. Guniyal tertawa melihat tingkah anak dan calon mantunya itu.

Dugba ikutan, “Benarkah, semua ini hanya sandiwaramu saja, sebenarnya kau ingin pergi kesana dan melakukan tugas-tugas itu, iyakan. Sudah, mengaku saja”, Dugba berdiri ke samping Kumud yang sudah mulai makan coklat. Saras tersenyum dapat tambahan dukungan. Kumud memperlihatkan wajah mendengus. Yash ikutan jongkok dihadapan kakek, “Ayolah Kak, terima lamarannya, apalagi dia melamarmu seperti Sharuhk Khan”. Saras tersenyum lagi, dapat tambahan dukungan. Kumud melirik Saras dengan tatap tak terpengaruh sambil tetap mengunyah coklat.

Saraswatichandra episode 230 231 39

Danny memegang bahu Saras, mengajaknya berdiri, “Kumud, kakak hanya bisa melamar satu gadis saja dihadapan semua orang, dan itu adalah kau. Katakan Ya”. Kumud cuek. Kakek menowel Kumud yang asyik mengunyah coklat, “Katakan, Ya. Kita kan akan merayakan sankranti, dan kami akan mengatur pesta pertunangan kalian”. Kumud berdiri, “Baiklah”. Saras langsung menyodorkan bunga ke Kumud.

Kumud malah bicara, “jika dia berhasil membuktikan bahwa dia mencintaiku lebih dari, cinta ayahku, lebih dari ibuku,*Kumud tolak bungan Saras*, atau lebih dari bibiku”, Kumud rangkul Dugba. Dugba melepaskan tangan Kumud dari bahunya, “tidak nak, mana mungkin seperti itu. Hari ini, aku berada disisi anakku Saras”, Dugba pegang lengan Saras. Kusum tersenyum. Kumud yang mulai manyun berkata, “lebih dari Kusum adikku,,”. Kusum langsung nyahut, “Aku dari pihak pengantin pria juga”. Kumud merengut. Saras melihat tersenyum.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

5 tanggapan untuk “Saraswatichandra: Kusum Menyadari Kesalahannya, Cinta Danny & Tantangan Untuk Saras Saat Melamar Kumud”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.