Kusum sambil menangis, bersuara, “kenapa aku harus mencari jawaban, orang-orang yang paling dekat denganku melakukan ini padaku. Aku sudah bertanya pada diriku sendiri, apa yang sudah aku pikirkan, aku tidak bisa mengerti meskipun orang menjelaskannya”. Danny menatap Kusum dengan tatap sedih. Kumud tak tega sebenarnya melihat adiknya itu.

Saraswatichandra episode 230 231 22

Kusum terus mengungkapkan yang mengganjal hatinya sambil menangis, menoleh ke Kumud, “Aku ingin seseorang menjauh dari kakak ku sendiri. Dan aku tau, bahwa kakakku, dia tidak hanya memberiku apa yang sudah dia miliki, dan mengorbankan nyawanya. Ia bersedia memberikan Saraswatichandranya untukku. Aku tidak memintanya, tapi aku malah merampas dia darinya”. Kumud ikut menangis mendengar ucapan Kusum.

Saras agak terharu. Dugba dan Kakek mendengarkan. Kusum menyesali diri, “Aku berharap tanganku yang terbakar bukan kau kak”. Kumud raih tangan adiknya, “Hush, Kusum”. Kusum terus bicara, melepaskan tangannya, “Tidak kak. Bagaimana aku bisa melupakan, Tuhan sudah mengabulkan semua doa-doamu kak”. Keluarga terharu. Kusum melihat ke arah Saras, “Itulah sebabnya Tuhan memilihkan Saras untukmu”. Kumud menoleh ke arah Saras. Saras dengan wajah haru balas menatap Kumud.

Kusum tertunduk, “Tapi bagaimana bisa aku memiliki hayalan bahwa Saras akan menjadi milikku. Aku seharunya mendukung cinta kalian berdua, tapi aku, aku malah menjadi musuh dari cintamu. Tidak hanya egois, tapi pesona Saras telah membuat ku gila. Hukuman ini sudah cukup bagiku, kenapa Tuhan tidak mengambil nyawaku karena sudah hadir diantara kalian”.

Orang-orang yang tadinya mendengar dengan haru, mulai tuing lagi. Kumud langsung memegang wajah Kusum, menyahut, “Kusum! jangan berkata seperti itu. Aku akan marah jika kau mengatakan itu lagi”. Kusum sambil nangis balik nanya, “kenapa kau tidak marah saat aku meminta Saras darimu. Kenapa kau mendengarkanku Kak, kenapa kau tidak menjauh dariku. Kenapa?”.

Saraswatichandra episode 230 231 23

Kusum mengatupkan telapak tangan di depan wajahnya, jongkok di depan Kumud, sambil menangis berkata, “Aku ini tidak berguna Kak, sehingga Saras harus berbohong karena aku. Kau harus berpura-pura pergi dari orang yang paling kau cintai. Kau harus pergi dariku untuk menyelamatkan cintamu kak. Jika aku sendiri tidak bisa mema’afkan diriku, bagaiman kau akan mema’afkan ku kak? Tolong katakan padaku, apa yang harus aku lakukan lagi kak? Aku tidak tau”. Kumud yang juga menangis, sempat menggigit jari-jarinya saat Kusum mencurahkan penyesalannya itu, akhirnya memegang bahu adiknya itu, membawanya berdiri. Dengan sayang seorang kakak Kumud, mengusap air mata Kusum.

Kusum menoleh ke arah Saras. Wajah Saras mengernyit. Kusum melangkah mendekatinya, berkata, “Aku tidak pernah layak mendapatkan cintamu. Bahkan rasa hormat yang kau punya untukku, sekarang pun aku sudah kehilangan”. Kumud menoleh ke Dugba. Dugba menggerakkan bibirnya. Danny berkaca-kaca melihat Kusum melakukan pengakuan ‘dosa’ dihadapan semua anggota keluarga.

Saraswatichandra episode 230 231 25

Kusum masih bicara pada Saras, sambil menundukkan wajah, “Kau benar, aku tidak menghormati suatu hubungan”. Wajah Guniyal terharu. Kusum merapatkan tangan telapak tangan di wajah sebagai tanda ma’af, “aku tidak layak untuk siapapun. Tolong hukum aku lagi, karena aku tidak layak untuk siapapun”. Saras menatap Kusum yang menangis tergugu dihadapannya sambil merapatkan tangan. Saras menggenggam tangan Kusum dengan tangan satunya dan tangan satunya dibahu Kusum, berbicara, “Kusum, sekarang semua sudah cukup. Semuanya baik-baik saja”. Kumud lega mendengar ucapan Saras, Saras menoleh ke arahnya. Vidya juga tersenyum. Guniyal, Dugba, semua tersenyum, Danny terdiam. Kalika manyun.

Kumud menghapus air mata dipipinya, melangkah mendekati Kusum yang masih dihadapan Saras. Membalikkan badan adiknya itu untuk menghadapnya, “Semuanya baik-baik saja. Tidak ada yang marah padamu”. Kusum tertunduk, kemudian menatap Kumud, “Ada sesorang yang seharusnya selalu marah padaku. Tapi dia tidak pernah marah. Aku juga harus minta ma’af padanya”. Kumud awalnya tertegun bingung, tapi begitu melihat mata Kusum ke arah Danny yang tertunduk, Kumud tersenyum. Saras ikut tersenyum.

Saraswatichandra episode 230 231 27

Kusum melangkah mendekati Danny. Kumud melirik Saras, Saras tersenyum. Kusum berdiri dihadapan Danny, berkata, “Seharusnya aku mengerti apa yang dinamakan cinta. Setidaknya setelah aku melihatmu. Aku menyakitimu lebih dari menyakiti kakak dan Saras. Tapi kau tetap berdiri disampingku Danny”. Danny menatap Kusum dengan tatap haru dari mata teduhnya. Kusum merapatkan kedua tangannya di dada, Danny meraih tangan Kusum itu membawa ke dadanya. Kusum menangis, “Aku lebih beruntung dari mu. Karena aku sudah diberkati dengan suami yang penuh dengan cinta. *Mendengar itu, Kumud noleh ke Saras dengan senyum*. Tapi aku sia-siakan waktu dalam kebencian. Ma’afkan aku Danny”. Wajah Saras terkembang senyum. Kakek terlihat lega. Dugba terharu.

Danny berbicara sambil terus menggenggam tangan istrinya, “Mungkin untuk hari ini Kusum saat kau datang untuk mengatakannya apa artinya aku bagimu”. Danny merengkuh Kusum kedalam pelukannya. Vidya, Guniyal, Dugba, tersenyum melihat anak dan menantunya saling menarima. Ibunya Yash biasa-biasa aja. Kalika menundukkan wajahnya menyembunyikan ketaksukaannya. Yash tersenyum. Kumud menoleh ke arah Saras yang berdiri di belakangnya, tersenyum.

Dugba berkata, “Hari ini, kebencian, semuanya hilang, dan cintalah yang jadi pemenang”. Danny mencium kapala Kusum, melepaskan pelukannya.

Vidya mendekati Kusum, mengusap kepala putrinya itu dengan penuh sayang, menggenggam wajahnya dengan dua telapak tangannya, memeluknya, mengusap kepala Kusum, kemudian melangkah ke tengah-tengah keluarga berdiri, “akhirnya, semunya nak, berakhir dengan baik”. Kusum langsung menyahut, “Belum ayah”. Dugba agak kaget mendengar Kusum.

Saraswatichandra episode 230 231 29

Kusum melangkah dihadapan Vidya, “Apapun yang terjadi, akhirnya masih tertunda”. Kalika terlihat bingung. Kusum melihat Saras Kumud dan melangkah kehadapan keduanya. Kusum meraih tangan Kumud, meraih tangan Saras sambil berkata, “karena aku lebih bahagia daripada hari itu, saat kau sudah mengajukan lamaran untuk bisa menikahi kakakku. Dan untuk hari ini Saras, *Kusum menarik tangan Kumud dan menyatukannya dengan tangan Saras dalam genggamannya*, Aku meminta padamu untuk bersama dengan kakakku, *Saras tertegun, melihat ke arah Kumud yang juga tertegun, lihat Kusum lagi* Dan Kusum langsung menambahkan, “Untuk selamanya”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :