Serial Saraswatichandra

Saraswatichandra: Kusum Menyadari Kesalahannya, Cinta Danny & Tantangan Untuk Saras Saat Melamar Kumud


Saraswatichandra episode 230 231 12

Danny dan Guniyal membawa Kusum ke bale-bale. Saras juga sudah muncul, heran, “Kusum?”. Kakek, Dugba, Yash dan ibunya juga terlihat kaget. Vidya dengan suara setengah meratap, “Kusum, kenapa kau”. Danny bicara ‘tunggu sebentar’, merebahkan Kusum yang tak sadarkan diri dengan perlahan, kepalanya dipangku Guniyal. Danny cemas, “Kusum, ku mohon bangunlah”. Saras bertanya, “bibi, apa yang terjadi padanya”. Kalika yang menyadari keberadaan Saras terlihat heran. Kakek menoleh pada Saras. Saras meminta Yash untuk mengambilkan air. Danny mencoba membangunkan Kusum dengan mengusap kepala dan menggoyangkan wajah Kusum.

Kalika yang cepat membaca situasi mulai membathin ‘Saras juga ada disini?’. Dugba yang mengipas Kusum sambil berdiri langsung memberi isyarat pada Saras. Saras tenang aja. Yash muncul dengan secangkir air, menyerahkan ke tangan Danny. Danny memercikkan air ke wajah Kusum. Kusum mengernyitkan wajahnya, Danny menaroh cangkir di meja, dan bertanya, “Kusum, kau tidak apa-apa kan”, sambil menggenggam tangan Kusum.

Guniyal bertanya, “Kusum, apa yang terjadi padamu”. Kusum melihat ke arah Saras berdiri, menatap Danny. Kakek bersuara, “Apa yang terjadi sayang, katakan”. Kusum perlahan bangun, masih tetap diam. Ia menatap Saras. Kalika memperhatikan dengan mata awas. Semua keluarga menatap ke arah mata Kusum yang menatap tajam Saras. Saras diam tertunduk. Kusum berkata dengan nada dingin pada Saras, “Panggil dia”. Kakek melirik Dugba. Dugba tertunduk. Guniyal menatap Kusum dengan wajah mengernyit. Kusum bangun dari duduknya.

Vidya cemas melihat Kusum, “Apa yang terjadi, kau mau kemana?”. Kusum melangkah, ia melihat tajam ke arah Saras. Danny mau menahan Kusum, “Apa yang terjadi, kau mau kemana Kusum”. Saras menegurnya, “Danny”, Saras memberi isyarat lewat gelengan kepala supaya Danny membiarkan Kusum.

Saraswatichandra episode 230 231 15

Di kamar atas, Kumud gelisah, semuanya harus terbongkar di jam-jam seperti ini. Pintu di dorong dari luar, terbuka, Kusum berdiri disitu. Kumud terpana, menunggu. Kusum melangkah masuk dengan wajah datar, ia menatap mata Kumud tajam. Kumud menunggu reaksi adiknya itu dengan sedikit gelisah. Kusum memegang lengan Kumud, menariknya keluar ruangan. Kumud berbicara, “Kusum, dengarkan aku. Kusum, dengarkan aku dulu, sebentar saja. Kusum dengar kan aku”. Kusum tetap menarik tangan Kumud menuruni tangga.

Saras menatap kedua kakak beradik itu dengan mata menunggu. Vidya, Guniyal, Yash dan Danny kaget melihat Kusum menarik Kumud masuk keruangan. Kusum melepaskan pegangannya. Vidya langsung tersenyum, bergegas memeluk putrinya, “Kumud, anakku, kau sudah kembali nak”. Dugba melirik Saras. Saras menggigit bibir bawahnya. Kakek sepertinya tak tau skenario kemunculan Kumud yang seperti ini, ia juga sedikit kaget. Vidya dan Kumud sama-sama menangis. Guniyal terharu. Danny ikut terharu heran.

Kumud melepaskan pelukan ayahnya. Vidya memegang wajah Kumud dengan kedua tangannya sebagai bentuk doa. Kumud ke arah Guniyal ‘ibu’. guniyal juga memegang wajah Kumud dengan tangannya dan memeluknya. Saras memperhatikan dengan seksama masih menunggu reaksi selanjutnya. Vidya mengusap kepala Kumud yang dalam pelukan Guniyal. Kumud melepaskan pelukannya, Guniyal bertanya, “kau dari mana saja”. Kumud tertunduk. Guniyal menyentuh dagu Kumud, “Syukurlah, ternyata, kau baik-baik saja”.

Ibunya Yash memulai celotehnya, “Kau sudah pulang, atau kau berada disini sepanjang waktu. Kau berada dirumah ini bukan. Lalu kenapa kau tidak mengatakan apapun pada kami semua”. Mendengar analisa ibunya Yash, Kumud melirik Saras. Saras tertunduk. Kakek terdiam. Dugba tercenung. Vidya bertanya, “kenapa Kumud, apa artinya semua ini”.

Saraswatichandra episode 230 231 18

Kumud melirik ke kiri dan kanan, mulai menerangkan, “Ayah, aku berada di sebuah penginapan sampai kemarin. Saras membawaku pulang. Dan saat kalian mencariku ke kuil, sejak itu aku dikamar lantai atas”. Kalika langsung membathin ‘dikamar lantai atas, ya ampun, ternyata,, bagaimana kalau dia tau, kalau aku telah membuka kamar itu’.

Vidya menoleh ke belakang, “Saras, apa itu benar”. Saras mengangkat wajahnya yang terlihat capek. Ibunya Yash langsung nyahut, “Ya Kak Vidya, itu sudah pasti. Itulah kenapa Saras berada disini saat ini”. Guniyal terlihat ga suka. Vidya baru ngeh juga. Dugba, kakek jadi ga enak. Danny hanya terdiam, Kusum hanya menatap. Air mata Kumud masih ada dipipinya.

Vidya bertanya, “Saras, Kumud, kenapa kalian melakukan semua ini”. Saras tertunduk, bagaimana mau memberi alasannya. Kusum buka suara, mengaku, “Ini semua salah ku ayah”. Semua menoleh ke arah Kusum. Kumud, Saras, Dugba, dan Danny seperti meyakinkan pendengaran mereka. Kusum berbicara tenang, “Ini untuk memberiku pelajaran, bukankah begitu kak? *Kumud tak bisa berkata-kata*, Katakan Saras, semua ini hanya ingin membuatku sadar, iyakan”. Kusum tatap Kumud lagi, “benarkan kak”.

Kumud memegang lengan adiknya, “Kusum, apa yang telah,,, “. Kusum langsung memotong pembicaraan Kumud, “Aku tidak menyadari apa yang ku katakan pada kakak”. Kusum menatap kosong ke depan, “Kau membuatku menyesalinya. Hari ini kau telah menyakitiku lebih daripada panasnya api yang membakarku. Tapi kau diam saja kak, kau menghukumku. Kenapa kau melakukan seperti itu kak”.

Saraswatichandra episode 230 231 20

Kumud menoleh ke Saras. Saras mengernyitkan wajahnya. Danny memilih mendengar urusan kakak beradik itu. Vidya, Guniyal dan keluarga lain juga menunggu. Kusum yang sudah bercucuran air mata bertanya lagi pada Kumud, “kenapa Ka? apa aku pantas mendapatkannya?”. Saras yang berdiri dekat kakek yang duduk di kursi roda, menjawab pertanyaan Kusum itu, “Karena tidak ada cara lain untuk membuatmu dan Danny menjadi semakin dekat. Awalnya Kumud tidak bersedia melakukan ini, tapi dia percaya padaku, dan dia meninggalkan rumah”.

Kakek ikut bersuara, mendongak ke Saras, “Dan dalam masalah ini, aku juga mendukungnya”. Kusum terkejut. Vidya dan Guniyal melongo. Danny, ibunya Yash, Yash dan Kalika, tak menduga. Dugba ikut buka suara, “aku juga, itulah sebabnya kami akan memberikan jawaban padamu”. Danny terkesima mendengar semua pengakuan keluarga tersebut.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

5 tanggapan untuk “Saraswatichandra: Kusum Menyadari Kesalahannya, Cinta Danny & Tantangan Untuk Saras Saat Melamar Kumud”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.