Danny yang panik, berlari mencari Kusum, tiba-tiba sepatunya menginjak sandal yang tergeletak di jalan. Danny memperhatikan, mengambil sandal tersebut sambil jongkok, memperhatikan dengan seksama, lalu berteriak, Kusuuuummm”. Danny memanggil nama Kusum berkali-kali di tempat itu. Ia terlihat semakin panik.

Saraswatichandra episode 230 231 04

Di ruang lantai atas rumah, Saras masih bicara, “dia pergi ke semua tempat untuk mencarimu hari ini”. Kusum mulai mengernyitkan wajahnya dari tempatnya mengintip. Bayangan Saras maju, mendekati lawan bicaranya, “Dan Danny satu-satunya orang yang membantunya. Dia sudah menyesal, selain itu semua keluarga meremehkan dia. *Wajah Saras terlihat jelas dari celah pintu*. Dan yang lebih penting adalah Danny satu-satunya orang yang mendukungnya sekarang”.

Wajah Kusum semakin mengernyit di tempatnya menguping. Saras bicara lagi, “Dia tidak hanya menyesali kesalahannya, tapi juga memiliki cinta Danny untuknya. Semua ini memang sudah tepat, sesuai dengan apa yang kita inginkan Kumud”. Mata Kusum benar-benar terbelalak mendengar ucapan Saras itu. Ia sampai ternganga begitu melihat siapa yang muncul di hadapan Saras sebagai orang yang diajak Saras bicara dari tadi, ia adalah Kumud. Kumud berdiri tersenyum menatap Saras. Mereka berdua saling tatap sambil tersenyum.

Mata Kusum bergerak seperti berpikir, kemudian memperhatikan Kumud dan Saras lagi. Kumud mulai bicara, “Iyakah, aku merasa senang untuk Kusum. Inilah yang kita harapkan selama ini”. Saras dan Kumud saling berpelukan. Kusum menyaksikan dengan mulut ternganga dan mata berkaca dari tempatnya berdiri. Perlahan, matanya tertunduk, tangannya yang berpegangan pada daun pintu terlepas, ia terisak, “Ini tidak benar, semua ini hanya sandiwara. Haaaks, tidak. Haaks, ini suatu kebohongan”. Kusum melihat ke arah Saras Kumud lagi. Mereka sudah saling bertatapan lagi.

Saras bicara, “Kumud, bahkan setelah berusaha keras, kalau Danny dan Kusum tidak menjadi lebih dekat, aku berpikir bahwa, aku rasa demi kebaikan semuanya, maka aku harus kembali ke Dubai untuk selamanya”. Kumud langsung menjawab, “Tidak, jangan berkata seperti itu lagi”. Kusum tertunduk mendengar percakapan itu, air matanya semakin deras mengalir.

Saraswatichandra episode 230 231 07

Kumud masih bicara pada Saras mengingatkan, “Waktu aku dirumah sakit, bagaimana kalau saat itu aku mati. Apa kau akan mema’afkanku. Tidakkan. Aku bisa mema’afkan setiap kesalahan yang kau buat, aku bisa terima semua kesalahanmu. Tapi, jangan pernah kau meninggalkan aku Saras. Dan satu hal lagi, cinta kita takkan sirna. Danny dan Kusum akan semakin dekat, dan,, dan melihat mereka bahagia, kebohongan kita akan dima’afkan Saras, benarkan?”. Saras menutupkan matanya dengan tersenyum sebagai tanda mengiyakan.

Ditempatnya menguping, Kusum semakin tertunduk. Perlahan, ia mundur, dadanya turun naik karena menahan perasaannya sendiri. Ia membalikkan badan, melangkah gontai meninggalkan pertemuan rahasia Saras Kumud itu.

Dengan air mata yang terus mengalir, tatap mata kosong, Kusum terbayang rentetan peristiwa sebelumnya: Ucapan Saras ‘kita harus membuat pengaduan atas hilangnya Kumud’. Saat dimobil Saras menyruhnya mencari Kumud ‘kita harus pergi lewat jalan itu, kau bertanyalah lewat jalan kecil itu, ok’. Bagaimana Saras dengan yakinnya mengucapkan ‘kalau sampai dalam tiga hari kita belum menemukan Kumud, aku akan menyerahkan surat ini ke polisi’. Kusum terbayang ucapan Kumud saat dia mengembalikan ikat pinggang rantainya ‘kita harus berbagi semua hal yang kita miliki, apa yang cocok untukku, maka kelihatan bagus untukmu juga’.

Saraswatichandra episode 230 231 09

Kusum terus melangkah, sekarang yang terbayang kekalutan Kumud saat menyelamatkannya dan berusaha menyadarkannya dari kebakaran yang disengajanya. Kusum memejamkan matanya, menahan tangis, menarik nafas dalam. Saat membuka mata, yang terbayang saat-saat Danny membelanya didepan semua keluarga, dengan penuh sayang Danny menghapus air mata dipipinya. Terbayang Danny menemaninya bertanya pada orang-orang saat mencari Kumud. Terbayang saat Danny menyelimutinya dengan jaket sementara Danny sendiri meringkuk kedinginan. Kusum tergugu, tapi terus berjalan turun dari lantai atas.

Di bawah, Kalika membuka kamar Guniyal, ia berhenti sesaat, menggenggam kunci ditangannya dengan wajah keberatan. Melangkah masuk, mengawasi Guniyal dan Vidya yang tertidur. Terdengar ketukan di pintu rumah, Kalika kaget, buru-buru menaroh kunci yang diambilnya dimeja kecil samping tempat tidur Guniyal. Kalika menoleh ke arah luar, sebelum ia meninggalkan kamar itu, Guniyal sudah menyalakan lampu meja, membuka matanya.

Guniyal terduduk kaget melihat siapa yang berdiri disamping tempat tidurnya, “Kalika”. Guniyal mentap Kalika dengan tanda tanya besar. Kalika yang kaget tak bisa menjawab, hanya nafasnya aja yang terlihat semakin sesak. Sementara ketukan di pintu rumah sudah seperti gedoran. Kalika memanfaatkan situasi tersebut, “Ada orang dipintu, a,,aku takut membuka pintu malam-malam begini, jadi aku datang membangunkan mu”. Guniyal percaya, “baikla”, ia turun dari tempat tidur, melangkah keluar kamar, Kalika mengikuti di belakang.

Saraswatichandra episode 230 231 11

Guniyal menuju kepintu rumah, di belakang Kalika membuntutinya. Guniyal membuka kunci pintu. Begitu pintu terbuka, muncul Danny yang panik sambil memanggil-manggil Kusum. Ia bertanya pada Guniyal, “Apakah Kusum datang kesini?”. Guniyal heran, “Kusum? Dia tidak ada”. Danny yang linglung bertanya lagi, “pergi kemana dia”. Guniyal membelalakkan matanya, “apa maksdumu, dimana Kusum?!”. Danny menutup batang hidung dengan kedua telapak tangannya, bingung. Tiba-tiba mereka dikagetkan oleh tempat pajangan bunga yang jatuh.

Danny, Guniyal, Kalika menoleh ke arah tangga. Disana, Kusum sempoyongan, ia memegang pelipisnya, dengan mata terpejam, ia mencoba turun dari tangga. Kalika melihat ternganga, membathin ‘Kusum? Apa yang terjadi padamu”. Kusum oleng, hampir terjatuh, Danny yang dari tadi terpana, bergegas berlari ke arah Kusum, “Kusum”. Guniyal ikut bergegas dibelakang Danny. Danny meraih tubuh Kusum, “Kusum, apa yang terjadi. Kusum, bangunlah, apa yang terjadi padamu”. Danny menuntuntun turun tubuh Kusum di bantu Guniyal. Mereka membawanya ke ruang aula. Vidya yang terbangun melihat itu langsung berteriak kaget, “Kusuuuumm!”. Semua keluarga muncul satu-satu di ruangan tersebut.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :