Shakuntala: Katakan, Kenapa Kau Masih Mencemaskanku? Dushyant Ditemukan


Ratu berkata, “Ayo kita ke kamar, ibu akan mengobati lukamu”. Kalki langsung merasa dapat kesempatan untuk menjauhkan Dushyant dari Shakuntala, “Permaisuri benar sekali. Entah sejak kapan kau terkurung disini, lihat saja, wajahnya jadi lusuh begitu”. Dushyant tidak bisa berbuat banyak dihadapan Raja dan Ratu, ia tertunduk. Shakuntala hanya melihat Kalki dengan wajah datar. Raja ikut bicara, “Ayo, kita ke istana untuk membicarakan hal ini”. Mritunjay langsung setuju. Mereka melangkah keluar dari gudang.

Shakuntala episode 69 #68 06

Saat dilorong, Ratu bersuara, “Aku tidak mengerti akan satu hal, bagaimana pintunya bisa dikunci dari luar”. Dushyant dan Shakuntala tertunduk, ga tau juga jawabannya, karena mereka sebelumnya menyebut itu jalan nasib mereka. Kalki juga penasaran, sekaligus ingin menjatuhkan Shakuntala di depan Raja dan Ratu kalau ada peluang, “Dan kalian berdua, untuk apa kalian pergi ke gudang”.

Shakuntala mau menjawab, tapi Dushyant mendahului, “tadi ayah menyuruhku mengambilkan lilin dari gudang”. Raja ingat. Ratu juga ingat, “Oh ya, aku yang sudah menyuruh Shakuntala untuk mengambilkan patung. Itu artinya, tanpa sengaja, ada yang sudah mengunci pintunya. Mereka berdua ada di gudang dan kita semua, entah kemana saja mencarinya. Tapi ya sudah, semuanya baik-baik saja sekarang”.

Dushyant menatap Shakuntala yang juga dibalas tatapan. Mereka berpisah di lorong itu. Raja, Ratu, Kalki dan Dushyant menuju ke kamar Dushyant. Rishi Satanand, Mritunjay dan Shakuntala menuju ke kamar tamu. Dushyant melangkah lambat di belakang, sambil menoleh ke belakang ke arah Shakuntala yang menjauh. Shakuntala melakukan hal sama, berjalan di belakang Rishi dan Mritunjay sambil menoleh ke belakang penuh arti pada Dushyant. Mereka saling tatap penuh cinta lagi setelah sempat salah paham.

Shakuntala episode 69 #68 08

Kalki melihat Dushyant yang melangkah sambil melihat ke arah Shakuntala, sementara di ujung lorong, Shakuntala melakukan hal yang sama. Kalki mendekati Dushyant, melihat itu, Shakuntala berjalan biasa tanpa menoleh ke belakang. Kalki memegang lengan Dushyant. Wajah Dushyant langsung berubah. Kalki tau, Dushyant mulai menjaga jarak, ia tak kehilangan akal, pura-pura menunjukkan ke khawatirannya, “kau tau, semuanya mencarimu di istana, dan kau membuatku sangat takut”.

Dushyant menggelengkan kepalanya, kemudian mengibaskan tangannya yang di pegang Kalki. Kalki kecele, dengan wajah kecewa. Dushyant melangkah lagi, Shakuntala menoleh ke belakang lagi. Dushyant pun melakukan hal yang sama. Kalki yang berjalan di sebelahnya hanya melirik ke arah Dushyant.

Sampai di pertigaan lorong, yang akan menuju kamar Shakuntala, Rishi Satanand memberi kesempatan pada Mritunjay untuk dekat dengan Shakuntala, “Pangeran Mritunjay, tolong antar Shakuntala ke kamarnya, aku akan buatkan obat untuknya”. Mritunjay menggerakkan sudut bibirnya, ngerti apa yang dimaksud Rishi. Shakuntala bersuara, “tidak, tidak Rishi, itu tidak perlu, suruh orang lain saja, anda tak perlu repot-repot.

Rishi Satanand memberi kesan kalau dia perhatian, “tidak, nak. Aku akan membuatkan sendiri obat untukmu. Kalian, pergi saja dulu”. Rishi melirik Mritunjay yang memberi isyarat lewat mata sebagai tanda mengerti. Rishi melangkah ke arah lain. Mritunjay memberi isyarat dengan tangan untuk mengikutinya.

Shakuntala episode 69 #68 09

Lambat, Shakuntala mengikuti Mritunjay, tapi sebelum berbelok dari lorong tersebut, Shakuntala menoleh ke arah ujung lorong, di sana, Dushyant juga mau berbelok ke arah lorong yang menuju kamarnya, melakukan hal yang sama, melirik ke arah Shakuntala. Mereka saling tatap.

Dushyant sempat tertegun melamun, saat itulah Gauri muncul bergegas dengan wajah cemas, “kakak, kau kemana saja, kami mencarimu dimana-mana”. Dushyant masih melamun, Gauri melirik Kalki yang berdiri di sebelah Dushyant, yang langsung tersenyum pada Gauri. Gauri bertanya lagi, “Kau, kau hilang kemana kak. *Dushyant masih melamun*. Kakak?!”, ulang Gauri. Dushyant menoleh kaget, “aku baik-baik saja”. Gauri makin bingung, “Aku tidak tanya bagaimana kabarmu, aku hanya tanya kau hilang kemana kak?”.

Dushyant berkata dengan wajah yang menunjukkan badan dan pikirannya masih belum bersatu, “aku tidak kemana-mana, aku tadi hanya terkurung di dalam gudang saja”. Gauri langsung tersenyum, “Syukurlah, sekarang sudah ketemu. Ayo”. Dushyant tersenyum, memeluk adiknya itu. Gauri kemudian merangkul lengan Dushyant sambil melangkah menuju kamar kakaknya. Dushyant dan Gauri tak mempedulikan Kalki yang ada disitu. Kalki berdiri menatap kedua kakak beradik itu.

Shakuntala episode 69 #68 13

Di ruang lain istana, Mritunjay memulai basa basinya pada Shakuntala, “Aku merasa tidak enak, kau ingin aku bawakan sesuatu?”. Shakuntala menolak sopan, “tidak usah, tidak apa-apa, aku baik-baik saja”. Mritunjay menasehati, “kau jangan kemana-mana, kau istirahat saja disini. Kalau perlu sesuatu, katakan saja padaku”. Shakuntala bengong.

Mritunjay mempersilahkan Shakuntala, “duduklah, aku akan mengobati lukamu”. Shakuntala duduk dibangku panjang, Mritunjay mengambil nampan yang sudah tersedia obatnya, duduk disebelah Shakuntala, menyiapkan pembalut luka, mengambil wadah berisi obat oles, akan meraih tangan Shakuntala yang luka. Shakuntala menggeser tangannya. Mritunjay terpana. Shakuntala berkata, “Aku akan oleskan sendiri”. Mritunjay senyum terpaksa, tapi biasa lagi, “ya sudah, terserah kau saja. Tapi, buka dulu kainnya”.

Dengan berat hati, Shakuntala membuka putaran kain yang menutupi luka dijarinya. Mritunjay memeprhatikan tangan Shakuntala. Shakuntala membuka kain penutup lukanya sambil terbayang saat Dushyant melilitkan kain itu ke jarinya. Selesai, Shakuntala menaroh kain tersebut di dekatnya. Ia mengambil obat, mengoleskan ke jarinya, mengambil kain yang tadi dilepas dari lukanya.

Mritunjay yang memperhatikan Shakuntala bereaksi, “hei, apa yang kau lakukan, buang kain itu, ikat dengan kain yang baru”. Shakuntala tersenyum, menaroh kain yang lama dan mengambil kain baru. Mritunjay mengambil kain lama itu, melihatnya, ada sulaman logo kerajaan dikain tersebut, ia pun bergumam, “sepertinya ini milik Dushyant”. Shakuntala mau menjawab. Mritunjay menaroh kain tersebut kembali, dan berkata, “kau istirahat dulu, sebaiknya lupakan apa yang terjadi”. Shakuntala menggerakkan garis bibirnya. Mritunjay beranjak dari situ. Shakuntala tertunduk sambil melamun.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu respons untuk “Shakuntala: Katakan, Kenapa Kau Masih Mencemaskanku? Dushyant Ditemukan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.