Saraswatichandra episode 228 229 28

Malamnya, di sebuah taman, Danny menuangkan air mineral ke tangan Kusum buat membersihkan mukanya. Danny memperhatikan dengan tatap cinta, saat Kusum mau melap wajahnya yayng sudah disiram air dengan ujung sarinya, Danny menyodorkan sapu tangannya. Kusum sempat terpana, tersenyum tipis, menerimanya, melap mukanya, mangatakan, “terima kasih Danny, seandainya kau tidak mendukungku, maka tidak ada yang memberiku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Semua orang berbalik menentangku, aku tidak tau apa yang harus kulakukan sendirian”.

Danny mengingatkan istrinya itu, “Kau tidak sendirian Kusum. Kenapa kau berpikir begitu. Baiklah, sebentar lagi malam. Besok pagi, kita akan mulai mencari Kumud lagi”. Kusum bingung melihat sekitar, “Tapi Danny, kita mau kemana?”. Danny menoleh ke arah mobil terparkir, “Nyonya, disana kamar ber-ac mu”, Danny mengucapkan dengan gerakan tangan mempersilahkan dan tersenyum.

Kusum kaget, “Mobil? tidak Danny. Ini adalah desa, apapun bisa terjadi, kenapa tidak kembali ke rumah saja. Aku akan bicara dengan Kakek”. Danny menjelaskan, “tidak Kusum, aku sudah berjanji pada semua orang bahwa kita takkan pulang sebelum menemukan Kumud. Jadi kau harus mendukungku. Dan aku janji, kau bersamaku tidak akan ada yang bisa menyakitimu, kau jangan khawatir, hmm”. Danny tersenyum, menggerakkan kepalanya ke arah mobil. Kusum juga tersenyum menatap Danny. Mereka melangkah ke mobil.

Saraswatichandra episode 228 229 30

Di kamarnya, Yash yang rambutnya sedang dikasih minyak sambil dipijat oleh Kalika berbicara, “Aku sudah berkali-kali bilang pada ibu agar tidak membicarakan masalah aku dirumah ini. Kenapa tidak mengerti. Tunggu sebentar, apa kau menceritakan mimpimu pada ibu”. Kalika kaget dan langsung ngelesh, sambil terus memijat kepala Yash, “tidak Yash, kenapa aku harus melakukan itu. Aku tidak mengatakan apa-apa tentang mimpi itu. Dan, kenapa kau tidak mau mengerti Yash, dia adalah ibumu dan dia sangat khawatir tentang masa depanmu. Kalau bukan ibumu, siapa lagi Yash. Selain itu ayahmu sudah tidak mungkin”.

Yash menjawab, “Tapi untuk apa khawatir. Ini gangguan terbesar bagi laki-laki jika wanita selalu khawatir dengan mereka. Apa sih yang diributkan hah. Aku pasti akan mewarisi apa yang ayah miliki. Kakek sudah membagi hartanya, secara rata untuk ketiga anaknya, dan itu sebabnya dia selalu mengamankan ruang atas selama bertahun-tahun, kunci ruangan itu pastinya sudah berkarat sampai sekarang. Bahkan jika ada yang mencoba untuk membuat surat wasiat baru atas nama Saras, kita pasti akan mengetahuinya”. Kalika langsung terdiam sambil berpikir begitu mendapat informasi baru tentang ruang atas dari Yash. Yash juga langsung berdiri dan naik ke tempat tidur.

Kalika masih terduduk dibangku sambil membathin, ‘aku harus membuka ruangan itu sebelum ada yang melakukannya. Tapi, siapa yang memiliki kuncinya, siapa yang memegangnya. Aku mengerti sekarang, kuncinya ada di,,” Kalika tersenyum, dia tau siapa yang memegang kunci ruangan yang dimaksud Yash. Kalika melirik ke arah Yash yang sudah tertidur.

Saraswatichandra episode 228 229 32

Pelan-pelan Kalika membuka pintu kamarnya, mengawasi keadaan diluar, melirik lagi ke Yash yang sudah tertidur. Keluar, menutup kembali pintu kamarnya, mengawasi sebentar. Melangkah sambil terus tengak tengok. Sampai di depan kamar yang ditujunya, Kalika berdiri sesaat, melihat ke sekeliling, wajahnya terlihat tegang, pelan, ia mendorong pintu kamar di depannya. Melangkah ke dalam, mengawasi kebelakang sebentar, mendekat ke tempat tidur, mengawasi Guniyal dan Vidya yang tertidur lelap. Kalika melihat kunci di samping meja kecil di sebelah Guniyal, ia langsung tersenyum. Sambil terus mengawasi sekeliling, tangan Kalika pelan-pelan meraih kunci tersebut. Tanpa di duganya, Guniyal memiringkan posisi tidur ke arahnya, tangan Guniyal hampir saja mengenainya, Kalika terkejut, ia hampir saja bersuara kaget, tapi tangannya menutup mulutnya. Ternyata Guniyal tak terbangun. Pelan, Kalika mengambil kunci yang hampir tertutup tangan Guniyal yang terulur. Dengan perasaan was-was Kalika berhasil mengambil kunci tersebut. Ia melangkah pela keluar kamar dan menutup pintunya kembali.

Saraswatichandra episode 228 229 33

Di taman, Danny meringkuk tidur di bangku taman. Kusum yang tidur di bangku mobil, keluar, melihat Danny yang meringkuk. Jaket Danny yang sebelumnya di berikan padanya, ditutupi Kusum ke tubuh Danny. Danny yang kedinginan dalam tidurnya, begitu merasa ada kain hangat yang menutupinya, langsung mendekapnya. Kusum menggerakkan garis bibirnya.

Kemudian Kusum melangkah pelan-pelan, ia terbayang saat Saras salah sangka tentang ikat pinggang rantai yang dipakainya yang dikira Kumud. Terbayang dan terngiang ucapan Danny di kamar pengantinnya ‘aku hanya punya kau dalam hidupku Kusum’. Kusum terbayang saat Kumud syok setelah menolongnya lepas dari kebakaran, betapa Saras sangat mencemaskan kakaknya itu tanpa peduli hal lain lagi disitu selain Kumud. Kusum terbayang saat Danny tanpa diminta mengoleskan salap ke kakinya yang melepuh. Terbayang saat tadi pagi ia tergugu di dada Danny, Danny dengan tulus memberi tau ‘aku tidak benci padamu Kusum’. Kusum terbayang saat Danny membelanya atas penghinaan Kalika ‘pikirkan dulu sebelum mengatakan sesuatu tentang Kusum karena dia adalah Nyonya Danny Vyas sekarang. Kusum terbayang saat Danny membantah Saras demi membela dirinya ‘dia sudah berani menuduh istriu sembarangan, bagaimana aku bisa diam saja sekarang, bahkan jika orang itu kakakku sendiri.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :