Saraswatichandra episode 228 229 20

Danny menatap semua orang, kemudian berbalik ke hadapan Kusum. Dengan penuh sayang, Danny memegang kedua pipi Kusum, menghapus air mata yang ada dipipi itu. Saras melirik Dugba, mengangguk. Kalika memperhatikan dengan jidat mengernyit.

Danny menggenggam tangan Kusum, membusungkan dada, melihat semua keluarga, “Kami akan buktikan kalau kami benar. Kami akan kembali ke rumah, hanya kalau kami menemukan Kumud”. Saras yang awalnya tersenyum tipis, sekarang terkejut mendengar kalimat Danny. Semua keluarga juga terkejut. Dugba langsung melirik Saras, ini diluar perkiraan mereka. Danny menatap mata Kusum, kemudian bicara lagi, “Sebelum kami menemukannya, maka kami tidak akan datang pada kalian, *lirik Saras*, dan aku pastikan itu”. Keluarga kaget, ternyata serius. Saras terkesima. Kakek menatap Danny dan Kusum dengan tatap serius.

Danny berkata lagi, “Kami akan kembali ke rumah, kalau kami berhasil menemukan Kumud. Sebelum kami menemukan Kumud maka kami tidak akan datang pada kalian, tidak bertemu siapapun”. Kakek menyahut Danny, “Ide bagus”. Saras protes serius, “kek apa maksudmu. Danny jangan keras kepala, sikap macam apa itu”. Kakek memotong, “Tidak Saras, kau selalu menutupi kesalahan Danny, Kumud selalu menutupi kesalahan Kusum. Tapi sekarang, tidak lagi. Biar mereka berdua pergi, agar tau betapa pentingnya sebuah keluarga!”.

Danny menatap mata Kusum, Kusum melihat Danny. Kalika tersenyum mendengar keputusan kaget. Danny menarik nafas dalam, sambil terus menggenggam tangan Kusum, mereka melangkah meninggalkan ruangan tersebut. Saras berteriak, “Danny dengarkan dulu”. Yash ikut mengejar, “Danny, Danny!”. Danny dan Kusum terus melangkah. Kalika semakin tersenyum puas. Saras berbisik ditelinga kakek, “Apa yang kakek lakukan”. Kakek hanya memberi isyarat untuk keluar ruangan juga. Dugba juga tak mengerti jalan pikiran kakek. Keluarga keluar, Yash mengikuti mereka. Kalika tersenyum puas.

Saraswatichandra episode 228 229 23

Di pelataran kuil, Kusum dan Danny berhenti. Kusum menangis. Danny memegang dagu iastrinya itu agar melihat matanya, “tidak Kusum, kau jangan menangis”. Kusum berkata, “Aku, bahkan orangtua ku tidak percaya padaku Danny, huks,huks. Tidak ada yang percaya padaku”. Danny memegang pundak Kusum, “Mereka pasti akan percaya, pada saat mereka melihat Kusum yang pernah kulihat hari ini, tidak ada yang bisa menyangkalnya. Kita akan memenangkan kepercayaan mereka Kusum. Ini janjiku”, Danny menyodorkan telapak tangannya ke hadapan Kusum. Kusum menatap mata Danny, dan melihat kesungguhan disana, Kusum menaroh telapak tangannya di telapak tangan Danny, mereka saling menggenggam janji yang terucap. Danny mengusap air mata Kusum, kemudian mengajaknya meninggalkan kuil. Kusum sempat menatap ke belakang.

Saraswatichandra episode 228 229 24

Di halaman kuil, di semen bundaran pemagar pohon, keluarga duduk. Saras duduk diantara Dugba dan Vidya sambil memegang jidatnya. Guniyal bertanya, “Ayah kenapa kau tidak menghentikan mereka. Pertama Kumud hilang, sekarang Kusum pergi”. Vidya ikut berdiri, “Kenapa Danny begitu membesarkan masalah ini. Sekarang masalah Kumud, kita akan mengkhawatirkan mereka juga. Ayo, panggil mereka kembali. Aku akan telpon Danny”, Vidya mengeluarkan hpnya.

Kakek mencegah, “Taidak Vidya, tidak usah. Ini akan menjadi ujian untuk menantu kita. Dia sudah menikahi Kusum. Dia harus mampu berdiri disamping Kusum dalam setiap situasi, sama seperti Saras pada Kumud”. Ibunya Yash berdiri, berceloteh, “Tapi kan Saras belum menjadi menantu kita. Ia datang dan membantu beberapa pekerjaan rumah tangga, itu bukan masalah besarkan. Biarkan dia menikahi Kumud dulu, setelah itu lihat prilakunya. Jika putri kita menjadi orang asing, lalu bagaimana bisa menantu keluarga lain menjadi anggota keluarga kita”. Saras agak kaget mendengar ucapan ibunya Yash. Dugba memegang bahu Saras. Kakek melirik ibunya Yash dengan wajah malas mendebat. Vidya dan Guniyal saling membuka telapak tangan.

Dugba akhirnya bersuara, “Apa maksudmu kakak ipar”. Ibunya Yash menerangkan, “Maksudku, hanya anak laki-laki dan menantu perempuanlah yang melayani keluarga mereka. Menantu laki-laki hanya muncul disaat pembagian harta, bersama dengan istri-istri mereka untuk meminta bagian mereka. Dan kata-kataku tidak pernah salah. Yash ku adalah pewaris yang sebenarnya. Dan selain Yash, kau tidak bisa mempercayakan pada siapapun”. Kakek menatap ibunya Yash tanpa berkata. Yash merasa tidak enak, dia melihat ke Kalika. Kalika yang awalnya tersenyum senang, langsung mengubah ekspresinya kalau dia tidak tau apa-apa. Dugba menatap Vidya dan Guniyal yang terlihat sangat bingung. Ibunya Yash lalu melenggang pergi.

Kakek langsung bergumam, “Aku tidak tau dengan jalan pikirannya. Dia selalu saja membicarakan tentang pernikahan Saras dan Kumud”. Yash merasa tidak enak, “Tuan Saras, Tolong jangan pedulikan kata-kata ibuku. Atas nama ibu, aku benar-benar minta ma’af”. Saras menjawab tenang, “Sudah lah Yash, kau tidak perlu minta ma’af. Aku tidak keberatan dengan kata-katanya, dia lebih tua dariku, dia bisa mengatakan apa saja padaku”. Guniyal menyudahi, “Ayo, kita pulang”. Vidya mengiyakan.

Saras berkata, “O, bibi, kenapa bibi dn paman, tidak pulang saja dulu. Nanti kakek akan pulang bersamaku”. Vidya dan Guniyal memegang pundak Saras, kemudian melangkah pergi.

Saraswatichandra episode 228 229 26

Setelah tinggal berdua di halaman kuil, kakek langsung mencondongkan wajahnya ke arah Saras, “Ada apa”. Saras menggeser duduknya ke dekat kakek, “Kenapa kakek aktingnya berlebihan. Apa rencananya. Apa rencananya, rencananya untuk membuat Kusum sadar, bukannya menyuruh mereka pergi jauh dari rumah. Apa yang kakek lakukan”.

Kakek menjawab kalem, “Kakak ipar Kusum, kau seperti ibu mertuanya”. Saras heran, “Ibu mertua?”. Kakek menjelaskan, “Sekarang Danny lebih memilih jadi suami Kusum daripada menjadi adikmu. Setidaknya sekarang, biarkan dia bebas. Biasanya orang menikah, lalu akan berbulan madu kan, anggap saja mereka bulan madu”.

Saras yang awalnya, wajahnya mengernyit, belum paham dengan jalan pikiran kakek, “sebentar lagi malam kek, mereka akan tinggal dimana, mereka akan pergi kemana”. Kakek tetap nyantai, “Hanya sedikit orang yang dapatkan kesempatan ini. Coba pikir, sekarang sedang musim dingin, mereka tidak punya tempat tinggal, cuma mereka berdua. Lihat seperti yang ada di film-film, mereka akan saling jatuh cinta. Ayo tos dulu”. Wajah Saras langsung tersenyum, dia tau maksud kakek. Ia langsung membalas tos kakek sambil tersenyum.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :