Saraswatichandra episode 228 229 13

Vidya bersuara, “Kau ingin kami percaya itu?! Kalika sudah memberitaumu tadi pagi. Lalu apa yang kau tunggu! Kau sedang menunggu Kumud untuk meninggalkan tempat ini”. Kusum meyakinkan ayahnya, dengan memegang tangan dan dada Vidya, “Tidak ayah. Bukan seperti itu”. Kakek ikut bicara, “Kalika pikir kau datang ke kuil bersama Danny. Itu sebabnya dia tidak memberitau kami. Kenapa kau tidak memberitau Danny”. Guniyal yang menjawab, “Bagaimana bisa begitu kek. Dia mau balas dendam pada kakaknya sendiri”. Kusum melangkah ke hadapan Guniyal, “Ibu, tidak”. Saras berucap lagi, “sekarang aku merasa yakin kalau kau tidak ingin Kumud kembali. Itulah sebabnya kau berpura-pura mencari Kumud bersama Danny”. Kusum mencoba menjelaskan, “Tidak Saras”. Saras tak percaya, dengan emosi dia berkata, “Lalu kau bawa Danny kemari, ketika Kumud sudah pergi!”. Kusum dengan menangis menjawab, “Tidak, tidak Saras”. Danny memeprhatikan Kusum dengan tatap tak tega.

Dugba ikut bersuara, “Aku tidak percaya, dia lahir di keluarga kita”. Kusum lari mendekati Dugba, “Bibi, Tidak Bi”. Vidya berkata lagi, “Sampai sekarang aku diam saja. Tapi hari ini, aku marah. Bagaimana kau bisa sangat egois! Dan ingat, jika sesuatu terjadi pada Kumud, aku tidak akan pernah mema’afkanmu!”. Kusum ternganga, sambil menangis, dia lari lagi kehadapan Vidya, “Tolong, jangan katakan itu ayah. Aku mohon jangan katakan itu. Aku mungkin marah pada kakak, tapi aku juga sangat menyayanginya”. Semua keluarga hanya mendengar. Kusum berusaha meyakinkan, “Percayalah padaku, aku sungguh-sungguh pergi untuk mencarinya. Tolong percaya padaku Ayah, aku mengatakan yang sebenarnya”. Saras mengernyitkan wajahnya memperhatikan Kusum dan tentunya Danny. Kusum menangis tergugu sambil tangannya dalam poisisi memohon. Keluarga hanya tertunduk tanpa berkata lagi.

Saraswatichandra episode 228 229 17

Kusum yang menangis, terduduk bersimpuh dilantai. Danny yang dari tadi menatap dengan tatap iba, semakin iba. Ia melihat wajah keluarga satu-satu. Tak satupun yang merasa kasihan pada Kusum, semua menunjukkan wajah tak percaya Kusum bisa berbuat begitu. Malah Kalika tersenyum. Danny tak tahan, ia melangkah mendekat ke Kusum, memegang bahu Kusum, mengangkatnya supaya bangun dari lantai. Kusum yang tertunduk sambil menangis, menoleh, menatap Danny.

Danny sambil merangkul Kusum berbicara, “Aku melihat kesungguhannya untuk menemukan Kumud. Dalam sepanjang hari aku bersamanya untuk mencari Kumud”. Kusum menatap Danny. Kalika yang berdiri di belakang bersuara, melangkah ke depan, berdiri disamping ibunya Yash “Benarkah? Lalu kenapa Kusum tidak memberitaumu kalau Kumud berada di kuil. Kenapa dia tidak memberitau mu, jawab aku. Itu karena Kusum adalah pembohong!”.

Danny spontan berteriak, “Kalika!”. Semua orang kaget mendengarnya, mereka tak pernah melihat Danny seperti itu. Kusum yang masih dirangkul Danny terus menatap Danny. Saras memperhatikan, melirik tanpa kentara ke Dugba yang berdiri disebelahnya, mereka masih menunggu lebih lanjut lagi.

Danny berbicara pada Kalika, “jangan pikir kalau Kusum tidak punya dukungan, dan kau bisa dengan mudah menyebutnya sebagai pembohong. Pikirkan dua kali sebelum kau menghina Kusum, karena dia adalah Nyonya Danny Vyas”. Kusum menatap Danny yang membelanya. Kalika termangu melihat pembelaan Danny. Dugba Saras saling tersenyum tipis. Keluarga lain memeprhatikan Danny dengan diam. Danny menatap mata Kusum untuk menguatkan.

Saraswatichandra episode 228 229 18

Saras mengetes, “Danny, sayang kau tidak mengerti. Kusum, tidak ingin Kumud kembali lagi ke rumah. Kemarin, dia lebih mengkhawatirkan matahari daripada Kumud. Bahkan hari ini, dia tidak mau mencariny disini. Ini adalah sandiwaranya!”. Danny berteriak, “Cukup kak!”. Saras terdiam. Dugba langsung berakting, “Cukup Danny! Sebelumnya aku tidak pernah melihatmu bicara dengan kakakmu sendiri dengan nada yang sangat tinggi! Saras tau, kalau Kusum jauh lebih penting daripada dia”. Kusum jadi agak kurang enak.

Danny melangkah ke depan, “Tapi hari ini, apa yang kulihat dan ku mengerti tidak diketahui oleh kalian. Kemanapun kami pergi, dengan putus asa Kusum mencari Kumud, dia mengetuk sekian banyak pintu dengan begitu banyak harapan. Bahkan aku menjadi bersemangat dan punya harapan untuk mencari Kumud. Dan ketika dia tidak menemukannya, *lihat Kusum*, tadi Kusum hampir menangis karena putus asa”. Kusum menatap Danny. Dugba Saras pun saling tatap dengan penuh makna. Saras mengencangkan pegangannya dibahu kakek sebagai isyarat, kakek menyentuh punggung tangan Saras yang dibahunya itu sebagai tanda bahwa ia juga mengamati perubahan apa yang terjadi.

Saraswatichandra episode 228 229 21

Danny menambahkan penjelasannya pada semua orang, “Dia mengutuk dirinya sendiri sebelum datang ke kuil ini. Dia tidak percaya pada Kalika, seandainya dia percaya maka Kumud pasti sudah bersama kita. Kemaren dia bahkan tidak menyadari kalau kakinya melepuh karena panas dan akulah yang mengobatinya”. Kusum menatap Danny dengan tatapan tak menyangka Danny akan membelanya di hadapan semua keluarga.

Danny melangkah mendekat kehadapan Saras, “Aku mengatakan yang sebenarnya Kak, untuk menemukan Kumud, Kusum lebih putus asa daripada kakak”. Kusum semakin menatap Danny dengan tatap yang sulit dia artikan sendiri. Kakek membatasi interfensi Danny pada Saras, “Apapun alasannya Danny, kau harus ingat kau tidak boleh lupa kalau kau sedang bicara dengan kakakmu”.

Danny jongkok dihadapan Kakek. Saras malah mencondongkan wajahnya ke arah Dugba sambil memberi isyarat dengan dagunya ke arah Kusum, Dugba tersenyum melihat Kusum yang menatap Danny dengan cemas karena sekarang Danny yang jadi pesakitan gara-gara membelanya.

Danny yang sudah jongkok, berkata pada kakek, “aku tidak lupa itu. Mungkin kakek yang lupa kalau dia sedang bicara dengan istriku. *Mata Kakek dan Saras serempak melihat Kusum yang terpana menatap Danny*, Dia telah menuduh istriku sembarangan, bagaimana aku bisa diam saja”. Saras menyahut, “Danny?”. Danny menjawab, “Meskipun tuduhan itu berasal dari kakakku”. Saras bertanya lagi, “Jadi kau pikir aku yang berbohong. Kau tidak percaya padaku!”. Danny berdiri, berkata tegas menatap Saras, “Ya. Aku percaya padamu, itu sebabnya aku mengikuti petunjukmu. Setiap kali kau pikir bahwa Kumud benar dan dia membutuhkanmu, kau selalu mendukungnya. Kau bahkan tidak peduli pada hidupmu! Seperti itulah, aku hanya mengikuti jejak mu saja”. Saras termangu, menahan senyum yang tak kentara. Kakek menatap Danny serius. Kusum tak melepaskan pandangannya dari Danny. Kalika mulai kurang suka dengan apa yang dilihatnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :