Saraswatichandra episode 228 229 06

Kalika yang menguping di jendela tersenyum puas, ia membathin, ‘wau, ibu mertuaku jika kau seorang pengacara, kau pasti sudah berhasil”. Ibunya Yash meneruskan ucapannya, “kalau menurutku, aku layak menyimpan semua kunci-kunci. Jika Guniyal yang memegangnya, makan kedua bersaudara itu yang akan mendapatkan rumah ini”.

Vidya mulai kurang nyaman, “Kakak ipar, bagaimana kau bisa berpikir seperti itu!”. Ibunya Yash menerangkan, “Kau akan menikahkan Kumud dan Saras suatu hari nanti kak. Kemudian, mereka akan hidup disini dengan haknya, dan mereka akan meminta bagian mereka dan kau akan memberikannya pada mereka”. Kalika tersenyum kagum mengamati ibu mertuanya dari jendela.

Vidya bangun, “Kakak ipar, sudah dua hari Kumud menghilang. Dan kau mengkhawatirkan pembagian harta disaat seperti ini? Apa dia, tidak ada hubungannya denganmu? Aku tidak memandang kakak ipar sebelah mata. Kakak sendiri yang berbicara, seperti orang asing disini”. Kalika yang menguping, wajahnya jadi serius. Ibunya Yash merasa tertohok dengan jawaban singkat Vidya. Vidya setelah mengucapkan itu langsung melangkah keluar kamar. Kalika yang nguping di jendela kaget, ia merapat ke dinding. Menutup mulut lega, hampir ketauan, Kalika mengintip ke dalam. Di dalam, ibunya Yash berdiri dengan wajah kecewa sambil membathin, ‘kau membuatku menelan kata-kataku sendiri. Tapi dia mengatakan apa yang ada dipikiran ini. Tidak masalah jika aku berpikir mereka sebagai keluarga atau orang asing”.

Saraswatichandra episode 228 229 08

Di ruang keluarga biasa ngumpul, Dugba menerima telpon, “Ya Danny, kau menemukan sesuatu. Baiklah, ya, baiklah. Hubungi kami secepatnya ya. Ya”. Dugba menutup telpon, Wajahnya terlihat lemas. Vidya yang baru muncul diikuti ibunya Yash, bertanya, “Dugba, apa itu telpon dari Danny”. Dugba agak gelagapan. Saras dan kakek memperhatikan wajah Vidya yang terlihat serius. Yash mengangguk ke arah Dugba. Dugba berkata dengan hati-hati, “dia bilang, di mencari ke suatu tempat, dimana dia berharap bisa, bisa menemukan Kumud”. Dugba melirik Saras. Saras tertunduk berkesan serius.

Kalika muncul, langsung berucap, “Bagaimana mungkin?!”. Semua orang menoleh ke arahnya. Kalika melangkah mendekat, “Aku tidak mengerti. A,,,aa,, bukankah Kumud ditemukan di kuil?”. Semua keluarga kembali menatap Kalika. Saras sempat benar-benar kaget menatap Kalika dari tempatnya berdiri di belakang kursi roda kakek, kakek terlihat bengong. Dugba mengambil alih situasi, “Di kuil? kuil yang mana?”.

Kalika berkata pelan, “Itu berarti, Kusum tidak, mengatakan pada kalian?”. Saras makin terkaget-kaget, tapi tetap menunggu, apa yang dimaksud Kalika. Ia dan Duga saling bertukar pandangan. Vidya menoleh ke Kalika yang berdiri di samping kiri belakangnya. Kalika mengamati ekspresi Dugba, kemudian melirik Saras. Saras terlihat berpikir. Kalika menundukkan wajahnya, biar ga ketahuan kalau dia tau sepotong-sepotong lalu menghasut orang lain.

Saraswatichandra episode 228 229 09

Di luar, Kusum terlihat berdiri melamun. Danny muncul disebelahnya sambil menyeruput air kelapa, “Kusum, kita sudah mencari kemana-mana, apa ada tempat yang terlewat?”. Kusum dengan wajah tak bersemangat berkata, “Ada satu tempat yang tersisa”. Danny sambil mengaduk dan meminum kelapa menanyakan dimana. Kusum memberitau, “Di kuil”. Danny spontan menoleh ke Kusum. Kusum memberitau, “Kalika bilang kalau seseorang melihat kak Kumud di kuil”.

Danny heran lagi melihat Kusum, “Dan sekarang kau baru mengatakannya? Kusum, aku rasa kita harus ke kuil, mungkin kita akan menemukan dia disana”. Kusum memberikan alasannya, “Danny, aku tidak pernah percaya pada Kalika. Karena dia selalu berbohong. Itu sebabnya aku tidak percaya padanya Danny. Tapi sekarang, aku merasa mungkin dia mengatakan yang sebenarnya. Secara bertahap aku mengetahui, siapa yang berbicara benar dan dalam situasi apa. Sebenarnya tadi pagi aku ingin memberi taumu”, wajah Kusum memelas.

Danny yang awalnya curiga pada Kusum, bisa mengerti, dengan tenang bilang, “Tidak apa-apa. Harusnya kau sadar kapan harus percaya, bagaimanapun keadaannya sekarang. Ayo”, Danny mengajak jalan. Mereka masuk mobil lagi.

Danny dan Kusum sampai di depan kuil. Mereka bergegas masuk halaman kuil, berlari ke setiap sudut kuil. Memperhatikan dengan seksama orang yang keluar masuk. Danny dan Kusum berlari lagi menaiki tangga kuil menuju bangunan utama. Di dalam mereka memperhatikan, bertanya pada orang-orang. Kembali memeriksa setiap sudut dengan seksama.

Saraswatichandra episode 228 229 10

Pendeta lewat, Kusum menghampiri, “Pak Pendeta, Pak Pendeta, Kau mengenal kakakku Kumud kan”. Pendeta berpikir, “Kumud? Ya, tentu saja”. Kusum bertanya lagi, “Apa dia datang kesini?”. Pendeta memberitau, “Ya, tadi dia datang kemari sebentar, lalu pergi lagi”. Kusum bergumam, “datang kesini, lalu pergi lagi?”. Danny menepuk jidatnya. Pendeta menjawab ya, lalu melangkah meninggalkan mereka.

Kusum berdiri dengan wajah kecewa, berpikir, menganalisa sambil bicara sendiri, “Kakak datang kesini. Kakak datang ke kuil. Meski aku mengetahuinya, tapi,, aku membiarkannya pergi”. Kusum berdiri dengan lemas, Danny memperhatikan Kusum dengan tatap kasihan. Mereka mau melangkah keluar.

Terdengar suara Saras, “kau benar Kusum, karena kau, sekali lagi Kumud pergi jauh dari kami”. Kusum menoleh, di belakangnya sedang menuju ke arahnya semua anggota keluarga, Kakek, Ayah Ibunya, Bibi Dugba, Yash dan ibunya serta Kalika. Mereka semua menatap Kusum dengan tatapan tak menyangka Kusum bisa berlaku seperti itu pada kakaknya. Danny juga kaget melihat semua keluarga ada di kuil.

Kusum melangkah mendekat diikuti Danny. Kusum heran, “Kalian, sedang apa disini?”. Danny juga bertanya, “Ada apa?”. Saras yang menjawab, “Tanya saja pada istrimu”. Kusum menoleh ke arah Saras. Saras tanpa basa basi berkata, “Kenapa, kenapa kau melakukan ini”. Kusum dengan mata berkaca menjelaskan, “Saras, aku tidak sengaja melakukan. Aku mohon, percayalah padaku. Aku tidak sengaja melakukannya”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :