Saraswatichandra: Aku Bisa mencintai Seseorang-Kusum, Aku Tidak Benci Padamu-Danny


Saraswatichandra episode sebelumnya, di kamar, Danny melihat jelas kegelisahan Kusum, ia langsung tau kalau Kusumlah yang telah menulis surat itu. Danny bilang, Kusum tak layak atas cinta siapapun. Untuk meyakinkan Danny, agar membantunya mencegah Saras melapor ke polisi. Kusum mengaku, nuraninya telah melakukan hukuman dan pertobatan Kusum harus menemukan Kumud. Tapi, begitu tau Saras belum lapor polisi, Kusum malah kegeeran, mengira Saras peduli padanya. Tanpa perasaan Saras memberitau, ia tak peduli Kusum tapi peduli Kumud, karena Kumud pasti tak mau adiknya dipenjara. Kusum kena skak mat.

Saraswatichandra episode 226 227 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 226 dan 227, di kamar, Kusum gelisah sambil terus berpikir, “kalau kakak tidak kembali ke rumah, *duduk dipinggir tempat tidur*, maka Saras akan memberitau semua orang kalau kakak meninggalkan rumah karena aku. Bahkan lepas dari kehidupan Saras, aku tidak akan punya tempat di rumah ini lagi”.

Danny muncul di kamar. Kusum menutupi kegelisahannya. Danny memberitau, “Kau harus tinggal disini sampai Kumud kembali”. Kusum mengalihkan pandangannya yang gelisah. Danny kemudian duduk dilantai, meraih kaki Kusum, melipat sari yang menutupinya, menaroh salap, mau mengoles salap di telapak kaki Kusum yang melepuh karena sandal dan berjalan jauh. Kusum ga tahan sendiri mendapat perlakuan seperti itu, menarik kakinya dan langsung berdiri, “hentikan Danny. Kenapa kau pura-pura peduli padaku. Aku tau, kalau kau pun benci padaku”.

Saraswatichandra episode 226 227 01

Danny menatap Kusum yang terlihat sangat sedih, “aku tidak benci padamu. Aku hanya benci, pada semua perbuatanmu. Hari ini, kau mengesampingkan egomu untuk mencari Kumud. Inilah dirimu yang sebenarnya, yang sangat aku cintai. Aku tau kita semua pernah bersikeras, kita juga cendrung berprasangka, aku juga pernah begitu. Tapi hargailah cintamu lebih dari kesombonganmu, maka semuanya akan jatuh pada tempatnya”. Kusum yang awalnya sangat muak melihat sikap Danny, perlahan mendengar dan tersentuh, tapi tetap diam. Danny menaroh salap di ujung tempat tidur, “terapkan dalam dirimu”.

Danny menatap Kusum dengan tatap cinta, melangkah mau keluar kamar, tau-tau Kusum mengaitkan kelingkingnya ke jari telunjuknya. Danny melihat ke jarinya yang dikait oleh kelingking Kusum, Danny menatap Kusum yang masih tertunduk. Pelan Kusum berkata, “aku mohon jangan pergi”, kemudian tersenyum menatap Danny. Danny langsung luluh, “baiklah”. Kusum kemudian duduk kembali dipinggir tempat tidur, Danny meraih salap dan bersila dilantai, kembali mengoles salap yang belum selesai tadi.

Saraswatichandra episode 226 227 03

Dari pintu yang terbuka, Kakek diatas kursi rodanya yang di dorong Saras, melihat semua yang dilakukan Kusum Danny tersebut, senyum menghiasi wajah dua orang yang mengintip itu. Saras menaroh tangannya dibahu kakek, mata dan gerakan dagu menunjuk ke dalam kamar. Kakek tersenyum, dia menepuk punggung tangan Saras yang dibahunya, juga dengan wajah tersenyum. Sebelum kakek membuat suara, Saras ingat, ia langsung mendorong kursi roda kakek menjauh dari kamar Danny dan Kusum. Sebelum meninggalkan pemandangan yang sudah lama diharapkannya itu, kakek tersenyum.

Saat masuk sebuah ruang sambil kursi rodanya masih di dorong Saras, kakek berbicara, “bagus sekali Saraswatichandra, kau telah menemukan solusi terbaik untuk masalah ini. Karena kau telang membuat Kumud menghilang, *Saras menoleh ke kiri dan kanan, mengawasi ruangan*, Kusum kini terjebak dalam situasi dimana hanya Danny sebagai tempat mengadu. Sekarang dia akan menyadari kesalahannya dan menerima cinta Danny untuknya”.

Saraswatichandra episode 226 227 04

Saras menghentikan mendorong kursi kakek, mencondongkan kepalanya mendekat ketelinga kakek, menaroh tangannya di mulut, berbisik, “Ssssttt, kalau Kusum mengetahui rencana kita, maka dia tidak akan memberikan kesempatan untuk Danny”. Mulut kakek terbuka lebar, “haaaa, benar sekali, dan sekarang kau pasti lelah kan, jadi pulanglah dan istirahat. Lagi pula, Danny akan libur hari ini kan, hahaha”. Mereka tertawa-tawa tertahan berdua. Saras menepuk-nepuk bahu kakek. Kakek berkata, “Ayo”, menjalankan kursi rodanya sendiri. Saras berkata, sampai nanti Kek.

HP Saras berbunyi, ia melihat siapa yang menelpon, wajahnya langsung tersenyum, mengangkatnya. Kalika sedang berjalan sambil memainkan tali temali dijari-jarinya, membuat berbagai bentuk dari tali yang dikaitkan diantara jari-jarinya, “aku harus pecahkan satu teka teki, begitu banyak teka teki yang terbuka. Selanjutnya aku pikir, aku harus mengawasi Saras”. Wajah Kalika menunjukkan sebuah tekad.

Saras juga berjalan di lorong sambil menerima telpon, “tidak, dia belum menerima kesalahannya, tapi, secara bertahap, dia menyadarinya. Itulah alasannya dia berusaha untuk berpikir diluar keras kepalanya. Oh ya, hari ini dia sendiri yang meminta Danny, *Kalika yang berada diruang lain melihatnya lewat pantulan kaca*, untuk mengoleskan salap pada kakinya”. Saras tersenyum di telpon, mendengar yang diujung telpon berbicara. Kalika mengawasinya. Dengan gestur tubuh penuh aura cinta, Saras masih berbicara di telpon, “baiklah, aku, akan menutup telponnya, nanti kita bicara lagi, hati-hati”. Saras menutup telpon, tersenyum sendiri, melangkah pergi.

Kalika jadi berpikir dan berbicara sendiri, “apa yang sedang terjadi? Kumud hilang, lalu, dengan siapa Saras berbicara begitu lembut?”. Kalika semakin penasaran.

Saraswatichandra episode 226 227 07

Paginya, Saras memberitau, “Paman, aku baru saja bicara dengan Kumud dan dia bilang dia baik-baik saja, dan kembali dalam dua hari lagi”. Vidya menjawab, “Aku tau, kau lebih peduli padanya daripada aku. Itu alasannya kau begitu sabar, dan kau, mampu telah mendukung kami”. Kakek buka suara, “Dimana Kusum”. Saras menjawab, “dia bersama Danny”.

Kalika muncul membawa nampan pemujaan, “Paman, sekarang aku membawa kabar baik untukmu”. Wajah Saras langsung waspada. Vidya merespon, “Kabar apa”. Kalika tersenyum dan membuat penasaran, “jangan disini, aku akan memberitaumu dihadapan Dewa”. Dugba muncul, juga disambut Kalika dengan ucapan, “Bibi, aku mau memberitau kabar baik. Tolong ikutlah denganku”. Kalika menoleh kesemua orang, “Ayo”. Vidya berdiri. Yash dan Ibunya muncul, langsung disambut Kalika, “Ibu mertua, hari ini adalah hari bersuka cita. Silahkan bergabung denganku”. Semua orang ikut. Saras memberi isyarat lewat matanya pada kakek, berdiri kemudian mendorong kursi roda kakek untuk mengikuti ke ruang pemujaan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Aku Bisa mencintai Seseorang-Kusum, Aku Tidak Benci Padamu-Danny

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Janji Danny Sebagai Suami Kusum, & Ibunya Yash Mempermasalahkan Warisan | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s