Saraswatichandra: Hukuman Dan Pertobatan Kusum? Harus Menemukan Kumud


Saraswatichandra episode sebelumnya, Kusum yang sangat ingin memiliki Saras, berdalih pada Kumud kalau dia hanya jadi penghalang kebahagiaan kakaknya itu saja, tapi sekaligus memojokkan Kumud dengan kata-kata, Saras itu seharusnya sudah menjadi miliknya kalau Kumud tidak ada. Kusum memilih membakar dirinya bersama bayangan Saras. Melihat itu, Kumud memilih meninggalkan rumah, menghilang. Saras melapor ke kantor polisi.

Saraswatichandra episode 224 225 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 224 dan 225, di kamarnya, Kusum gelisah. Ia berjalan mondar mandir, duduk di pinggir tempat tidur, berdiri, hilir mudir lagi dengan panik. Kalika masuk, bergegas memegang lengan Kusum sok memberikan simpatik, “Kusum, hati-hati, aku tau kau sangat panik. O,,oo,, maksudku kau kelihatan sangat khawatir karena Kumud pergi dari sini. Pertama, ada peristiwa kebakaran, sekarang Kumud meninggalkan rumah, ini benar-benar masalah yang sangat aneh, aku benarkan?”.

Mendengar ucapan Kalika yang seperti menganalisa situasi, Kusum semakin gelisah, dia berkali-kali mengusap wajahnya yang mendadak seperti banjir keringat. Kalika yang memang lihai dalam mengadu domba orang lain lewat kata-katanya semakin tau kepanikan yang dirasakan Kusum. Ia semakin ‘meneror’ Kusum dengan ucapan seperti tak berdosanya, “Apa kau menemukan surat dari Kumud?”.

Saraswatichandra episode 224 225 01

Dengan tergagap, Kusum merespon sambil sibuk melap wajah dengan punggung tangannya sendiri, “Surat? ba, bagaimana dengan itu”. Kalika dengan tanpa rasa bersalah menjelaskan, “Ya, itu terlintas di pikiranku, tapi, aku tidak berpikir kalau Kumud akan meninggalkan surat. O,, oo,, tapi lihat, kau membawa suratnya kan? Itu karena kalian, saling menyayangi. Kau rela mati untuknya, itu benarkan?”.

Ucapan Kalika itu semakina membuat Kusum berdiri semakin gelisah, ia membuat gerakan dengan tangannya yang semakin menunjukkan kalau dia sangat tegang. Kusum melangkah, meremas-remas tangannya sendiri. Kusum bahkan sampai melap wajahnya dengan selendang sarinya. Nafasnya memburu, wajahnya menunjukkan ia sedang berpikir keras. Kalika semakin menahan senyum memperhatikan Kusum sambil membathin ‘kau telah menodai tanganmu sendiri, kau akan tertangkap basah Kusum’.

Saraswatichandra episode 224 225 03

Di ruang aula, kakek bicara pada Vidya sambil di dengar Danny yang berdiri di sebelahnya dan Yash di belakang kursi rodanya, serta Dugba dan Guniyal yang berdiri di belakang Vidya duduk, “Memang apa masalahnya jika dia tidak memberitaumu. Memangnya dengan meninggalkan rumah bisa menyelesaikan masalahnya”. Dugba ikut bersuara dengan wajah bingung, “Tapi dengan meninggalkan rumah, dia bisa memecahkan masalah ini. Padahal tangannya sedang terluka”.

Ibunya Yash yang duduk dibangku langsung merespon Dugba, “Hanya dia yang bisa menjawab pertanyaan mu itu. Tapi harusnya dia berpikir dulu sebelum melakukannya. Dia itu sendirian diluar sana, bagaimana jika hal buruk menimpa dirinya”. Guniyal dengan wajah sedih berkata, “Jangan bilang begitu kakak ipar”. Ibunya Yash, seperti biasa, langsung mendelik, “Aku bilang apa Guniyal, aku sudah katakan, bagaimanapun seorang gadis berpedidikan tinggi tidak akan bisa sejajar dengan laki-laki”. Semua keluarga terbelalak mendengar ucapan tersebut, kok pembahasan jadi lari kemana-mana.

Ibunya Yash makin semangat, “Sekarang banyak sekali berita mengerikan tentang wanita setiap hari”. Vidya yang menahan kecewa, marah dan cemas bersuara, “Kakak ipar, ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan seperti itu”. Danny menenangkan Vidya dengan memegang pundaknya, “Paman, paman sudahlah, *Lihat ibunya Yash*, Bibi, Kumud sudah menyelamatkan Kusum dari kebakaran itu, maka, tidak bisakah sekarang kalau dia merawatnya?, *lihat semua orang*, Jangan khawatir, *pegang tangan Kakek*, Tidak akan terjadi apa-apa pada Kumud”. Kakek menepuk punggung tangan Danny yang memegang sebelah tangannya.

Dugba langsung mengatupkan jari-jarinya, berdoa, “Dewa Krisna, Tolong lindungilah anakku”, Dugba menahan tangisnya. Guniyal memeluk pundaknya.

Saraswatichandra episode 224 225 05

Di kamar, Kusum masih sangat gelisah dengan jalan hilir mudik ga jelas. Danny yang mau masuk kamar, memperhatikan tingkah Kusum itu dari luar kamar lewat pintu yang terbukan sambil memasukkan kedua tangannya ke kantong celana. Kusum begitu menyadari keberadaan Danny, pura-pura biasa lagi. Danny dengan tenang, melangkah masuk, “Ada apa Kusum, kenapa kau terlihat sangat tegang”. Kusum memberi alasan, “Kita belum mendapatkan kabar tentang kakak, wajarkan kalau aku tegang”.

Danny mendekatkan wajahnya ke Kusum dengan tatap menyelidik, “Benarkah? Apa kau yang menulis surat palsu atas nama Kumud?”.Kusum melihat Danny. Danny dengan tatap tajam menambahkan ucapannya, “di buku keuangan, aku pernah melihat tulisan tangan Kumud dan tidak cocok dengan tulisan itu”. Kusum langsung menunjukkan sikap tersinggung tanpa berani menatap Danny, “menurutmu aku yang menulisnya! Kenapa aku harus melakukan ini”.

Danny berkata tegas, “Hanya kau yang bisa menjawabnya Kusum! Apa yang terjadi diantara kalian berdua tadi malam, dan kenapa Kumud meninggalkan rumah setelah kejadian itu”. Kusum ngelesh sambil membelakangi Danny, “Tidak ada yang terjadi tadi malam, dan aku tidak tau kenapa kakak melakukan hal ini. Kenapa tidak kau tanyakan saja pada kakakmu. Kakakku sudah menuliskan dalam surat kalau dia ingin pergi”.

Danny bersuara keras, sambil menunjuk Kusum, “Kumud tidak menulis surat itu! Aku bisa membaca wajahmu seperti sebuah buku, *Kusum pucat, menoleh ke Danny sekilas*, Jelas mengatakan bahwa kau berbohong. Polisi akan mencari tau kebenarannya Kusum, sebelum itu terjadi ceritakan padaku, jika tidak, itu akan terlambat”. Kusum menangis menatap Danny, “Tidak Danny, aku, tidak melakukan apapun. Tolong selamatkan aku, aku tidak melakukan apapun”.

Danny memangku kedua tangannya sambil menatap mata Kusum tajam, “aku siap mendengarkan, katakan”. Kusum menundukkan pandangannya dari tatapan Danny, “Sebenarnya”, Kusum menutup mulutnya dengan tangan dan mulai gelisah lagi.

Saraswatichandra episode 224 225 07

Saras menghentikan mobilnya di depan kantor polisi. Melihat hpnya dengan wajah sedih sambil bergumam, “tidak pernah ku bayangkan, kau akan pergi seperti ini”. Saras menarik nafas dalam dan membuangnya seperti membuang beban yang tak kunjung selesai, “Apakah kebohongan cinta kita bagian dari ini”. Saras melihat ke arah kantor polisi, kemudian membuka pintu mobil.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Hukuman Dan Pertobatan Kusum? Harus Menemukan Kumud

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Aku Bisa mencintai Seseorang-Kusum, Aku Tidak Benci Padamu-Danny | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s