Shakuntala: Yang Lebih Sejuk Dari Air Adalah Cinta, Dushyant Gelisah


Shakuntala sinopsis episode sebelumnya, Shakuntala Dushyant akhirnya bertatapan kembali dalam sedih karena keduanya diliputi prasangka dan praduga yang ditiupkan oleh Kalki dan Mritunjay. Sementara itu Veer yang mencintai Gauri memutuskan kembali ke istana, ia tak ingin Gauri mengambil jalan pintas karena sayembara itu.

Shakuntala episode 66 #65 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 66 #65, di taman istana, begitu tau Shakuntala tertegun memperhatikannya, Dushyant semakin jadi ingin menunjukkan kalau dia sangat bahagia tanpa Shakuntala. Dushyant memeluk pundak dua gadis di kiri dan kanannya sambil berkata, “Ada berbagai macam orang, tapi jika aku bisa mendapatkan waktu untuk bersama putri-putri cantik sepepprti kalian, itu keberuntunganku. Aku tidak akan berhenti memuji kecantikan kalian”. Setelah mengucapkan kata-kata itu, Dushyant melihat ke arah Shakuntala.

Shakuntala episode 66 #65 01

Dushyant melihat dengan jelas, betapa Shakuntala berusaha menahan air matanya. Shakuntala menundukkan wajahnya. Dushyant tersenyum. Salah satu gadis bersuara, “lalu kenapa berhenti, ayo ditambah lagi pujiannya”. Dushyant semangat lagi bicaranya, “Itu pasti akan aku lakukan, tetapi aku sedang berpikir, mau mulai darimana, karena kalian semua, dari kaki hingga kepala seperti potret yang indah”. Shakuntala mengusap punggung tangannya yang tak gatal dengan wajah mengernyit tanda gelisah.

Salah satu gadis di samping Dushyant bicara, “kalau begitu, ayo, kita mulai saja, dari rambut yang indah ini, bagaimana”, sambil mengelus rambutnya sendiri. Mereka tertawa semua. Shakuntala matanya sudah penuh air mata, Kalki diam memperhatikan sambil tersenyum. Akhirnya Shakuntala tak tahan lagi, dengan wajah mengernyit ia bersuara, “aku tidak mau jalan-jalan lagi. Ayo pergi dari sini”. Kalki menjawab dengan senyum, “kenapa tidak, tapi kau tetap mau jalankan”. Shakuntala mengangguk, kemudian melangkah menjauh dari situ. Kalki sambil tersenyum mengikutinya.

Melihat Shakuntala beranjak dari situ dengan wajah sedih, Dushyant tak tahan juga, ia terpana, melangkah mau mengikuti. Salah satu gadis memegang lengannya, “aku sedang menunggu pujian darimu Pangeran Dushyant”. Dushyant melihat ke lengannya, kemudian menepiskan tangannya sambil berkata, “sudah saatnya ikut pemujaan”. Ia melangkah bergegas mengikuti arah Shakuntala yang diikuti Kalki dari belakang. Shakuntala terlihat berjalan bergegas, sambil menghapus air mata dipipinya. Dushyant sendiri juga merasa sedih, dan juga berjalan bergegas.

Shakuntala episode 66 #65 04

Pangeran Arnaf, temannya Dushyant, mengidarkan pandangannya ke seluruh taman. Ia tak melihat yang dicarinya, malah melihat Mritunjay yang memang sedang memata-matai untuk tau apa aja yang dilombakan di sayembara nanti. Arnaf memanggilnya, “Pangeran Mritunjay, apa kau melihat Pangeran Dushyant”. Mritunjay menjawab, “tidak, aku tidak melihatnya, kenapa, apa ada keperluan?”. Arnaf wajahnya semakin mengernyit, “tidak, tidak ada apa-apa”, ia langsung meninggalkan Mritunjay.

Mritunjay bergumam, “Sepertinya ada hal yang sangat serius. Kalau tidak, ia selalu sibuk dengan latihannya. Jangan-jangan ada masalah dengan sayembaranya”. Mritunjay mengendap-endap mengikuti Arnaf. Arnaf memanggil Dushyant saat melihatnya. Dushyant berhenti, Arnaf mendekat, “Ada apa? Kenapa kau keliahatannya gelisah”. Dushyant menjawab tidak.

Arnaf berkata lagi, “Kalaupun kau gelisah, pasti akan merasa senang begitu melihat apa yang akan ku perlihatkan. Lihatlah ini, busur ini khusus aku persiapkan untuk perlombaan sayembara. Kau lihat saja modelnya, aku akan persiapkan busur dan panah seperti ini bagi setiap pangeran”. Dushyant melihat busur itu sebentar, “Baiklah”, kemudian menyerahkannya kembali pada Arnaf.

Mritunjay mengintip Arnaf dan Dushyant dari tirai hitam tempat pedang tersusun rapi. Arnaf masih berkata, “Panah dan busur seperti ini pasti akan menjadi pertarungan yang hebat”. Dushyant hanya mengucapkan terima kasih, kemudian kembali ke wajah sedihnya dan melangkah pergi. Mritunjay menutup kain meja agar wajahnya tak terlihat. Arnaf menahan langkah Dushyant, “Dushyant, sebenarnya ada apa? Semuanya baik-baik sajakan? Apa yang terjadi padamu?”. Dushyant kembali hanya bilang tidak apa-apa, kemudian melangkah pergi. Arnaf tertunduk, kemudian melanjutkan tugasnya.

Mritunjay keluar dari persembunyiannya dan bicara sendiri, “Terjadi sesuatu pada Dushyant atau tidak, tapi aku terselamatkan. Sekarang aku sudah tau bahwa salah satu lomba di sayembara ini adalah pertarungan membidik. Dan aku sudah mengetahui hal ini, aku akan mencari jalan keluarnya memenangkan lomba ini”.

Shakuntala episode 66 #65 06

Mritunjay kemudian ke area panahan, ia mulai mengarahkan busur dan anak panah ke arah pot-pot tanah liat yang digantung dengan konsentrasi penuh, melepaskan panah dari busurnya, tap, meleset dari sasaran. Ia mengambil anak panah lagi, mulai membidik lagi.

Kalki datang menghampiri dengan wajah heran, “Kakak? Apa kau tidak sadar jika dua hari lagi sayembar dan itu ujian pertama bukan seleksi ujian pertama”. Mritunjay sambil terus mengarahkan busur dan panah pada sasaran yang dituju menjawab, “sudahlah, kau tenang saja. Aku sudah menyiapkan diri untuk ujian”. Mritunjay melepaskan anak panah, meleset lagi. Ia mengambil anak panah lagi.

Kalki tetap heran, “Menyiapkan apa? Kau akan ikut ujian kedua, kalau kau lulus ujian pertama, Kak”. Mritunjay fokus lagi dengan bidikannya, “kalau aku sudah mengetahui ujian kedua, maka pasti aku bisa”. Kalki tak paham jalan pikiran kakaknya, “Kau belum tau jawaban soal pertama dan sekarang merasa tenang, seolah Putri Gauri sudah memakaikan kalung sayembara dilehermu. Sekarang katakan, apa ujian kedua itu”. Mritunjay menarik busur, panahnya berhasil memecahkan sedikit sisi salah satu pot, bukan menjatuhkan dari talinya, tapi ia sudah tersenyum senang. Kalki juga ikut tersenyum melihat itu.

Mritunjay dengan wajah bangga berkata, “Itu”. Kalki dengan wajah mengernyit bingung sambil menunjuk, “Kendi?”. Mritunjay langsung membalikkan badan ke arah adiknya yang kadang telmi itu, “bukan kendi, tapi lomba membidik. Dalam lomba nanti yang dilihat adalah ketepatan membidik. Lalu siapa lagi yang bisa membidik lebih baik daripada aku”. Mritunjay tersenyum puas di wajah culasnya. Kalki menunjukkan wajah penuh siasatnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Shakuntala: Yang Lebih Sejuk Dari Air Adalah Cinta, Dushyant Gelisah

  1. Ping-balik: Shakuntala: Dushyant Terkurung di Gudang, Veer Kembali Untuk Gauri | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s