Vidya, Saras, Yash dan Danny sudah masuk gerbang rumah kembali. Saras memegang bahu Vidya, mengingatkan, “Paman, kalau kakek bertanya, katakan saja kalau terjadi sesuatu yang mendesak di sekolahnya, jadi dia pergi kesana, ok. Ayo”. Mereka melangkah masuk rumah.

Saraswatichandra episode 222 223 42

Di ruang aula rumah, kakek menunjuk kertas yang dipungut Kusum dan sekarang dipegangnya, “itu apa”. Kusum ngelesh, “aaa,, ini, ini adalah tagihan listrik kek”. Dugba muncul dan berdiri di sebelah kakek, diikuti ibunya Yash. Kakek yang cemas dengan cucu satunya tak bisa dibodohi, “tapi, itu seperti surat yang ditulis tangan”. Saras dan yang lainnya muncul di ruangan itu langsung berkomentar heran, “surat?”. Mereka ikut berdiri di belakang Kusum. Kusum seperti berpikir.

Kusum melangkah ke hadapan kakek, menyampaikan maksud dari ketakutannya agar tak ketahuan, “sebenarnya, aku sedang bersantai di kamarku, aku menemukan ini disamping bantalku”. Vidya memperhatikan wajah Kusum. Kakek mengambil kertas yang ditangan Kusum. Kusum berdiri dengan cemas, Saras memperhatikan Kusum dengan tatapan mengawasi.

Kakek membuka lipatan kertas, membaca tulisan yang berupa surat itu, “Kalian semua pasti tidak menyadarinya, tapi aku sudah lelah dengan diriku sendiri”. Kakek melihat Kusum yang berdiri di hadapannya, Saras juga memperhatikan Kusum. Keluarga lain mengernyitkan jidat mendengar surat yang dibacakan.

Kakek melanjutkan membaca, “Kenangan Pramad selalu saja menghantuiku, dan aku pikir, aku tidak akan bisa menyingkirkan pernikahan ini dan aku tidak akan aku tidak akan pernah mendapatkan Saras, *Kusum lirik Saras*, Jadi aku putuskan pergi darinya dan aku meninggalkan rumah untuk selamanya, *Kusum lirik Saras lagi, Saras fokus mendengar”, Dan akan pergi ke tempat dimana aku bisa menemukan kedamaianku sendiri. Kumud”. Mata Saras langsung bergerak cepat berpikir. Kusum meliriknya, Kalika tersenyum memperhatikan Kusum.

Saraswatichandra episode 222 223 43

Keluarga lain tercenung. Kakek memberikan komentarnya dengan nada heran, “Kumud menulis semua ini?”. Kusum terperangah mendengarnya. Kalika makin menahan senyum memperhatikan Kusum. Keluarga lain tercenung diam. Kakek melihat ke semuanya, “boleh aku bertanya. Apa Kumud sudah meninggalkan rumah? Dan Kumud menulis surat ini?”.

Vidya langsung jongkok di samping kakek, “Ayah, jangan khawatir, kami semua sedang mencarinya, kami akan menemukannya. Kita akan segera menemukannya ayah”. Kakek menatap Vidya, “Apa maksudmu. Kalian sudah tau, tapi tidak ada yang memberitau ku”. Keluarga tertunduk diam. Kalika kembali menahan senyum melihat kepanikan orang-orang, Vidya berdiri.

Saraswatichandra episode 222 223 45

Saras maju ke hadapan kakek, memegang lengan dan mengusap pundaknya, “kakek jangan stres, kesehatan kakek mungkin akan kritis”. Kakek berkata, “tapi tidak berarti kalian harus menyembunyikan ini dariku, apalagi itu soal Kumud”. Saras berdiri tertunduk. Kakek melihatnya, “kau tau diakan lebih dari dirimu sendiri, katakan yang sebenarnya! Apa menurutmu, Kumud bisa menerima kekalahan?! Tidak akan pernah! Kumudku tidak akan bisa menerima kekalahan”, kakek berkata dengan wajah marah. Saras menatap kakek sambil tercenung.

Kakek menoleh ke Kusum, “Dan kau Kusum. Kau juga berbohong padaku kalau dia pergi ke dokter”. Saras tertunduk. Keluarga melihat ke arah Kusum. Kusum memberla diri, “kakek, aku harus bagaimana, semua mengkhawatirkan kesehatan kakek”. Saras dan Danny tercenung. Dugba langsung menyampaikan keheranannya dengan nada tinggi, “Bagaimana bisa kau pulang tanpa memberitau siapa-siapa”. Saras yang mendengar informasi itu, langsung memperhatikan Kusum dengan teliti lagi.

Kusum memberikan alasan dengan gelisah, “O, bibi, tiba-tiba aku teringat, mungkin saja kakak meninggalkan alamat sebelum kakak pergi. Jadi aku pulang, dan,, aku menemukan surat ini”. Keluarga yang mendengar itu hanya tercenung. Saras lebih memperhatikan ekspresi Kusum dari samping, kemudian berkata, “kakek, tolong berikan suratnya padaku”. Kusum langsung melihat ke arah Saras. Kakek menyodorkan surat yang dipegangnya.

Saras menerima suratnya, dan berkata dengan tenang, “aku mengenali tulisan tangan Kumud”. Mata Kusum langsung terbelalak mendengarnya, ia tak memikirkan kemungkinan itu sebelumnya, terlalu terpancing masukan Kalika. Kalika memeprhatikan ekspresi Kusum. Keluarga lain menunggu. Kusum semakin gelisah.

Saras melihat surat itu. Tanpa menoleh, ia bersuara, “Kusum, baca surat ini, dan beritaukan pada kami, *Saras menatap Kusum tajam*, kalau ini adalah tulisan tangan Kumud”. Kusum menarik nafas dalam, berusaha tersenyum, Saras menatapnya dingin. Kalika tersenyum melihat Kusum. Keluarga menunggu. Ragu, Kusum mengambil kertas yang disodorkan Saras.

Saraswatichandra episode 222 223 46

Saras memperhatikan Kusum dengan geraham mulai mengatup rapat. Kusum membuka lipatan kertas, membacanya sebentar, memberikan pendapatnya, “iya, ini tulisan tangan kakak”. Kalika menundukkan wajahnya dalam-dalam menahan senyum melihat Kusum melakukan semuanya, sesuai perkiraannya.

Saras mengambil kembali kertas itu dari tangan Kusum dengan cepat, “Baiklah. Biar aku serahkan ini ke polisi”, Saras membalikkan badannya. Kusum refleks menyahut dengan nada cemas, “Polisi?”. Saras menghentikan langkahnya, dan menatap Kusum. Danny ikut menatap Kusum. Saras menjawab dengan nada tenang, “Ya. Kita harus mengajukan pengaduankan, karena Kumud telah hilang”. Kusum menelan ludah, ia berdiri dengan gelisah. Keluarga terlihat mengerutkan wajah. Kalika makin menahan senyumnya melihat Kusum, misinya kali ini benar-benar membuatnya puas.

Kakek memberikan pendapatnya, “benar Saras. Pergilah ke kantor polisi atau apapun. Tapi pastikan dia membawa dia kembali dengan selamat”. Saras mendekat ke kakek, memegang lengan kakek, “tidak akan terjadi apa-apa pada Kumud”. Saras melangkah mau pergi. Kusum menahannya lagi, “tapi, kenapa harus ke polisi”. Saras menatap Kusum dengan tatap tanya. Keluarga lain juga. Kusum kelimpungan, tapi berusaha meyakinkan Saras, “O,o,, a, maksudku, kakak kan tidak hilang. Dia sudah menulis dalam suratnya, dia pergi atas keinginannya sendiri”.

Saras menatap Kusum tajam, dan menjawab, “dia tidak pergi atas keinginannya sendiri, aku sangat yakin kalau Kumud pergi dari rumah dengan berat hati. Dan bagaimana Kumud tertekan, serta oleh siapa, kita harus mencari tau hal itukan”. Kusum berkali-kali menghindar dari tatapan tajam Saras yang menyelidik.

Saraswatichandra episode 222 223 47

Saras menoleh ke Dugba, “Bibi, aku akan ke kantor polisi”. Dugba mengangguk. Vidya, Guniyal dan kakek juga mengangguk tanda setuju. Saras melangkah keluar ruangan sambil menepuk pundak Danny yang berdiri di belakangnya. Mereka saling menguatkan.

Kusum berdiri dengan gelisah sambil membathin, ‘apa yang sudah ku lakukan. Kalau polisi sampai tau bahwa itu tulisan tanganku. Aku, harus bagaimana’. Wajah Kusum mulai panik.

Episode selanjutnya, Kusum menangis-nangis ke Danny, agar menghentikan Saras agar tidak melapor ke kantor polisi. Kalika tersenyum senang membayakan Kusum akan ditangkap polisi. Saras memberi tau kalau dia sudah memberikan pengaduan pada polisi dan polisi akan segera datang meminta pernyataan semua orang. Kusum pucat.