Saraswatichandra: Kusum ‘Membakar’ Dirinya Bersama Bayangan Saras? Kumud Meninggalkan Rumah, Hilang.


Saraswatichandra sinopsis episode sebelumnya, keluarga sibuk mempersiapkan upacara pernikahan Kusum ke rumah Danny walau sempat diiringi protes Kusum yang dihasut Kalika dan diwarnai kambuhnya sakit kakek. Setelah diancam ibunya, Kusum mengikuti ritual. Sebelumnya, Kumud memberitau tau kakek kalau dia siap menanggung penderitaan cintanya bersama Saras, tidak bersatu dalam pernikahan jika Kusum Danny tak bahagia. Hari pertama di rumah mertua, Kusum pura-pura bahagia dengan memasak dan mengirim makanan untuk Kumud.

Saraswatichandra episode 222 223 00

Sinopsis Saraswatichandra episode 222 dan 223, Kumud yang terpaku dipintu kamar yang lilinnya menyala dan diujung tempat tidur ditaroh bulu merak dan ikat pinggang Kumud dari Saras yang sudah diibahkan ke adiknya itu, Kumud dengan wajah mengernyit membalikkan menoleh ke Kusum yang berdiri di belakangnya, melihat ke dalam kamar lagi, kemudian dengan tergagap mundur, menarik lengan Kusum, “Apa maksudnya. Kusum ini apa ini”.

Saraswatichandra episode 222 223 01

Kusum tak menjawab, ia malah melangkah masuk ke dekat pinggir tempat tidur, membalikkan badan ke arah Kumud yang tetap bingung di luar kamar. Kusum membuka lebar-lebar tangannya, “ini Saraswatichandraku”. Kumud terkejut, terpana sesaat melihat Kusum yang berdiri dengan merentangkan tangan di dalam kamar seperti menikmati suasana kamar yang sudah dipersiapkannya.

Kumud bersuara, “Apa yang kau katakan”. Kusum melangkah ke pintu dengan tatap tak merasa tak ada yang salah dengan yang diperbuatnya, “kau tidak bisa melihatnya Kak. Makanya kau harus melihat dari sudut pandangku, kau akan melihat dia dimana-mana kak”. Kusum mendekat ke tempat tidur lagi dan menunjuk, “di bulu merak itu. Haa ak, diikat pinggang ini, *genggam ikat pinggang dengan sepenuh hati*, Juga dikemeja ini, *usap kemeja, sambil duduk dipinggir tempat tidur*, Semua ini tentang dia Kak”. Kumud menatap Kusum dengan wajah tak percaya.

Kusum berdiri lagi, melangkah mendekat ke arah Kumud, “Bahkan dengan aku membakar semua ini atau aku menengglamkannya, bayangannya akan selalu bersama ku Kak. Jika kau masih bisa membawanya jauh dari ku, kau bebas untuk melakukannya. Bawa dia jauh dari ku!”. Kumud melihat Kusum dengan mata berkaca tanpa bersuara.

Saraswatichandra episode 222 223 02

Kusum melangkah lagi ke tempat tidur, mengambil sebelah anting yang dulu milik Kumud, mengangkat dan menatapnya, “apa gunanya ini. Apa gunanya anting ini. *ambil kertas yang dulu di kasih Kumud untuk Saras*, Apa gunanya puisi ini. Apa artinya, *menjatuhkan kertas itu kelantai*, Apa artinya Kusum tanpa Saras Kak. Aku hanya memiliki bayangannya saja Kak. Tapi lihat, kau sudah memilikinya Kak”. Kumud sangat kaget melihat posesifnya Kusum terhadap Saras, tapi ia masih bisa berpikir, “Jangan bilang begitu, jangan bilang begitu Kusum”, Kumud mendekat ke pintu Kamar tempat Kusum berdiri menatapnya.

Kusum menahannya, “Sudahlah Kak. Aku tidak akan melakukan apapun sama sekali. Aku sudah menyakitimu kan, iya kan?”. Kumud mencoba membuka pikiran jernih adiknya itu, dengan suara serak, “Tidak Kusum”. Kusum merasa yakin dengan apa yang dirasakannya, “Iya Kak. Selama aku ada disini, aku akan menyakitimu”. Kumud dengan mata berkaca meyakinkan adiknya yang sudah berpikir pendek itu, “Tidak”.

Kusum dengan wajah kecewa, karena merasa yang disalahkan, bersuara, “Akulah satu-satunya hambatan diantara kau dan Saras. Bagaimana Kak, kau sudah membuat pengorbanan yang besarkan. Iya, kan”. Kusum menatap tajam pada Kumud yang terlihat cemas dengan kenekatan adeknya itu.

Kumud dengan mata berkaca dan mata menatap tajam, “Tapi sekarang tidak. Tidak lagi!!”, Kusum menutup pintu kamar. Kumud diluar kamar teriak-teriak sambil memukul pintu dengan telapak tangannya, “Kusum, dengarkan aku Kusum. Kusm!”.

Saraswatichandra episode 222 223 05

Di dalam kamar seperti orang kesetanan, Kusum menyiramkan bahan bakar ke lantai sambil menangis. Di luar, Kumud masih terus berteriak, “Kusum, dengarkan aku! Kusum! Kusum bukan pintunya”. Di dalam kamar, dirigen yang berisi bahan bakar sudah habis dituangkan Kusum, ia membantingnya. Kumud semakin berteriak diluar menggedor pintu, “Kusum, buka pintunya. Kusum apa yang kau lakukan! Kusum,,,”, ucapan Kumud terhenti saat ia melihat lantai, disana sudah penuh Cairan. Ia mencolek dengan ujung jarinya, panik, “Tidak, Kusum. Kusum buka pintunya, Kusuuuum!”. Kumud semakin menggedor pintu.

Di dalam kamar, Kusum menjatuhkan korek api ke lantai sambil berteriak, “Sekarang kau bebas dari ku Kak. Sekarang kau bebas untuk menikahi Saras di atas kayu bakarku! hek, heks”, mulai menangis. Kumud diluar sempat terdiam, “Kau jangan gila Kusum. Kusum, dengarkan aku. Kusum buka pintunya, jangan lakukan itu Kusum. Kusum, buka pintunya!”.

Kusum sambil menangis bersimpuh ke pinggir tempat tidur berkata, “aku tidak bisa melupakan Saras. Tapi aku bisa membuatnya lebih mudah untukmu! Aku lebih baik mati, daripada menjadi orang lain!”. Kumud di luar menangis, menggedor-gedor pintu, “apa yang kau katakan Kusum. Kusum buka pintunya, aku mohon”.

Kusum berteriak di dalam sambil memegang baju Saras yang disimpannya, “Bahkan aku memohon padamu untuk Saras, tapi aku tidak mendapatkannya. Saras pasti sudah menjadi milikku kalau kau tidak ada disana Kak. Tapi dia sekarang adalah milikmu! Karena aku, tidak akan cemburu lagi Kak. Aku cuma ingin mati saja!”. Kumud mencoba membuka pintu, belum bisa, dia menggedor lagi, “Kusum, buka pintunya”.

Saraswatichandra episode 222 223 06

Adik yang tak punya perasaan itu malah berkata, “kau akan mengingatnya setiap kali kau melihat Saras. Kau bisa saja menyelamatkanku jika kau mau. Tapi kau memilih Saras, daripada aku! Karena aku tidak berarti untukmu kak!”. Si kakak diluar menangis berurai air mata berkata, “Tidak Kusum, tidak. Aku memilihmu Kusum. Aku tidak memilih Saras, aku memilihmu. Karena itu aku meminta Saras untuk menikahimu. Kami mengorbankan kebahagiaan kami sampai sekarang, hanya demi kau Kusum. Aku selalu memilihmu Kusum, aku akan selalu melakukan itu. Buka pintunya Kusum”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Kusum ‘Membakar’ Dirinya Bersama Bayangan Saras? Kumud Meninggalkan Rumah, Hilang.

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Hukuman Dan Pertobatan Kusum? Harus Menemukan Kumud | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s