Saraswatichandra: Cinta Adalah Pengorbanan, “Menikahlah Denganku Kumud – Saras”


Saraswatichandra sinopsis episode sebelumnya, semua anggota keluarga yang berkumpul di rumah Kakek ingin diakui eksistensinya. Ibunya Yash yang dihasut Kalika protes, anaknya tidak diperhatikan. Pikiran Kusum yang juga dapat ‘amunisi’ negatif dari Kalika, semakin termotivasi untuk memiliki Saras. Kumud tau bahwa sakit kakek hanya sandiwara. Kakek jujur kalau sandiwara sakit kakek itu untuk satukan hubungan Saras Kumud dan Kusum menerima Danny secara utuh.

Saraswatichandra episode 218 219 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 218 dan 219, dimulai di ruang tengah keluarga. Vidya sedang memainkan hp ditangannya, Guniyal, Dugba serta chandrika sedang memilah milih gandum. Dugba berkata, “apapun kata orang, gandum hasil ladang kita ini yang terbaik hampir di seluruh Gujarat, hehe”. Guniyal hanya melirik dengan wajah manyun. “Kakak ipar, ada apa”, tanya Dugba heran.

Guniyal memberitau, “Dugba, kakak ipar masih kesal. Dia merasa terluka karena kita memihak Yash dan Kalika”. Dugba tersenyum, “suatu saat kita pasti bahagia, upacara penyambutan untuk Kalika dan ini yang pertama kalinya, benar kakak ipar, upacaranya pasti akan meriah”. Mereka semua tersenyum, Vidya menyentuh lengan adiknya itu sebagai tanda setuju.

Saraswatichandra episode 218 219 01

Kakek masuk ruangan di bimbing Saras, “sebaiknya besok kita berangkat pagi, karena besok pasti akan sangat panas, dan aku tidak mau kalau aku terus dijemur dijalanan”. Saras tersenyum mendengarnya. Kumud ikut bergabung, duduk disebelah ibunya, “iya, kakek benar sekali karena itulah aku ingin makan jambu dari kebun kita selama dijalan, jambunya maniskan Kek”. Kakek tertawa, Saras juga.

Kusum ikut bergabung dengan wajah tanpa senyum. Kumud dengan nada biasa menyambutnya dengan ucapan, “Kusum, kali ini aku akan memetik jambu lebih banyak darimu”. Chandrika langsung merespon, “kalau kau kalah, dia pasti akan sedih. Seperti biasa,kau pasti akan memberikan semua jambu kepadanya, jadi tidak usah khawatir, aku yakin dia pasti akan menang”. Kusum hanya menunjukkan wajah datar mendengarnya. Keluarga lain saling pandang. Karena situasi sekarangpun, mereka tau Kusum pun masih menginginkan hal yang paling berharga bagi hidup Kumud, bukan hanya jambu.

Saraswatichandra episode 218 219 02

Guliyan masuk membawa senampan penuh jambu, “makanan dataaang. Lihat ini, aku punya jambu sekeranjang penuh. Kau baru saja mengambilnya kan, ini bukan lomba, tak ada yang menang atau kalah”. Kumud langsung mengambilnya dan menggigitnya dengan semangat. Yash ikut mengambil jambu yang sudah ditaroh di meja, “Tapi Paman, kita butuh kendaraan yang lebih besar, supaya kakek merasa nyaman selama di perjalanan”. Guliyan memberitau, “aku punya nomor yang bisa dihubungi, aku akan panggil taksi sekarang, baiklah”, Guliyan bangkit. Yash setuju.

Saras menyampaikan pendapatnya, “Paman, aku punya nomer telpon agen perjalanan, aku juga akan bicara dengannya”. Saras keluar ruangan, mata Kusum langsung mengikutinya. Dia berpikir sesaat, kemudian langsung punya alasan, “o, ibu, sepertinya anting emasku ketinggalan diatas meja, sebentar, akan ku ambil”, Kusum bergegas keluar ruangan. Guniyal bergumam, “dia benar-benar ceroboh. Cepat, jangan sampai tertukar”.

Saraswatichandra episode 218 219 03

Di luar ruangan, Kusum mencari arah Saras berjalan, dia memeriksa lorong seperti berburu waktu. Tiba-tiba matanya melihat Saras ada di lorong depan, menuju arahnya. Kusum merapat ke dinding, menenangkan dirinya yang tiba-tiba agak cemas, tapi punya mau. Ia memegang bandul iket pinggang rantainya agar jangan berbunyi dulu akibat tarikan nafasnya yang memburu.

Kusum memegang krincingan ikat pinggangnya dengan tangannya, memejamkan mata, menarik nafas dalam, langkah Saras semakin dekat, Kusum kemudian menjatuhkan dirinya menabrak Saras. Saras yang kaget, mau tidak mau memegang tubuh Kusum, menahannya, agar tak jatuh dan ia juga tidak ikut jatuh, karena sebelah tangan Kusum mencengkram bahunya dengan sangat kuat, penuh nafsu, sementara berat tubuhnya dia biarkan mengikuti grafitasi bumi, akibatnya, wajah Saras hanya beberapa senti dari wajahnya. Kusum menatap Saras penuh godaan.

Kumud yang datang dari ruang lain, melihat adegan itu dari pintu yang terbuka, ia shok, merapat ke dinding agar ia tak terlihat, tapi bisa menyaksikan apa yang terjadi. Saras menatap Kusum, kemudian melihat tangan Kusum yang mencengkram bahunya, ia tau, kalau itu disengaja Kusum. Ia melihat Kusum dengan menggertakkan gerahamnya menegakkan tubuh Kusum dan melepaskannya, “hati-hatilah”, kemudian mau melangkah dari situ. Kusum langsung menyenggol krincingan ikat pinggang yang dipakainya.

Saraswatichandra episode 218 219 04

Mendengar itu, langkah Saras terhenti, menoleh ke arah ikat pinggang itu, memundurkan langkahnya. Kumud melihat dari tempatnya berdiri. Kusum memainkan rambutnya. Saras bertanya, “Ini, ini ikat pinggang Kumudkan?”. Kusum menatap Saras, melangkah mendekat ke hadapannya, Saras mundur. Kumud melihat dari tempatnya berdiri dengan dada sesak dan airmata yang mengalir.

Kusum dengan tenang menjawab pertanyaan Saras, sambil menatapnya berkaca-kaca menunjukkan kerinduannya yang dalam, “tapi sekarang sudah menjadi milikku. Kumud sendiri yang memberikan kepadaku, padahal aku tidak memintanya”.

Saras melihat Kusum dengan wajah mengernyit tidak suka. Ia menegaskan, tanpa melihat Kusum yang menatapnya minta dibelas kasihani, “Cinta dan benda, itu dua hal yang berbeda. Hanya cinta, yang tidak bisa diberikan, meskipun kau memintanya”. Saras kemudian melangkah bergegas meninggalkan Kusum. Kusum berdiri menahan kecewa. Kumud ditempatnya berdiri melihat semua kejadian bercucuran air mata dalam diam.

Kusum kemudian kembali ke imajinasinya, ia memegang krincingan ikat pinggangnya dengan sepenuh hati, kemudian tersenyum menatap ke arah Saras pergi. Kumud dari tempatnya berdiri, melihat dengan dada sesak. Ia merapatkan punggungnya ke dinding, menangis dalam diam.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Saraswatichandra: Cinta Adalah Pengorbanan, “Menikahlah Denganku Kumud – Saras”

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Upacara Pernikahan Kusum Ke Rumah Danny & Penderitaan Cinta Kumud? | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s