News

Shakuntala: Cinta, Sebuah Perasaan Yang Tak bisa Disembunyikan


Shakuntala menatap Karan serius, “Karan, kau adalah sahabat ku yang baik, sampai kapanpun dengan alasan apapun, aku tidak akan mau, kehilangan dirimu Karan”. Karan meyakinkan, “itu tidak mungkin terjadi”. Shakuntala terus menatap mata Karan, “Dalam kehidupanku, kau menempati posisi yang sangat penting. Tidak ada yang bisa menggantikan tempatmu”. Karan berkata, “Bagiku itu sudah cukup”. Shakuntala tertawa. Karan tersenyum melihatnya.

Shakuntala episode 61 #60 15

Di ashram, Mritunjay masuk pondok tempatnya dengan wajah kesal. Ia memundurkan langkahnya begitu menyadari Kalki duduk di dipan menunggu. Mritunjay bertanya, “untuk apa kau kesini”.ย Kalki berdiri, menatap kakaknya tajam, “Justru aku ingin menanyakan hal itu kepadamu”. Mritunjay menarik nafas dalam, “Aku disini karena Shakuntala”.

Kalki memberitau, “Di Hastinapura akan diadakan sayembara Putri Gauri. Dan kau,, disini mengejar gadis sederhana seperti dia!”. Mritunjay heran, “Sayembara Putri Gauri?”. Kalki membenarkan, “Iya, sekarang ikut pulang denganku, dan pikirkan bagaimana kau bisa mengalahkan Pangeran Dushyant dalam pertarungan. Karena yang bisa mengalahkan dia, orang itulah yang akan menikah dengan Putri Gauri”.

Mritunjay kelihatan bimbang, “Tapi aku,, “. Kalki mengangkat tangannya, “Hanya demi mendapatkan anak Rishi itu, kau tidak bisa kehilangan kesempatan untuk menikah dengan Gauri. Dan kau juga tau hal ini. Apa kau akan tetap disini dan kehilangan kesempatan menikah dengan Gauri?”.

Shakuntala episode 61 #60 16

Mritunjay beranjak ke pinggir jendela, “Baiklah. Kau berangkat duluan, karena aku harus menemui Rishi Satanand”. Kalki mengultimatum, “Aku tidak mau kembali ke Hastinapura tanpa kau. Jangan membuat aku menunggu”. Kalki meninggalkan Mritunjay yang masih berpikir.

Mritunjay mendatangi pondok Rishi Satanand. Setelah sampai di dalam ia memberi salam. Rishi Satanand yang serius menghadapi buku dihadapannya menoleh, “Pangeran Mritunjay, mari, silahkan duduk”, ia berdiri, “Ayo, silahkan duduk”. Mritunjay tetap di posisi berdirinya, “Aku sedang terburu-buru”. Rishi heran, “Buru-buru? kenapa buru-buru”.

Mritunjay memberitau, “Di Hastinapura sedang diadakan sayembara Putri Gauri. Aku ingin mengambil bagian dari itu”. Rishi Satanand mengangguk-angguk, “Ya, ya, Yang Mulia sudah mengirimkan undangannya. Aku baru saja menuliskan balasannya”.

Rishi Satanand ingat sesuatu, “Tapi kau kan pergi dengan Shakuntala”. Mritunjay menjawab, “Aku akan kembali setelah sayembara”. Rishi bingung, “Ya, tapi Shakuntala?”. Mritunjay memberi ide, “Kau ajak saja Shakuntala kesana”. Rishi makin bingung, “Aku tidak mengerti”.

Shakuntala episode 61 #60 18

Mritunjay membalikkan badannya dan memberi tau gagasan rincinya, “Aku akan mengaalhkan Pangeran Dushyant dan memenangkan Gauri, dan setelah itu aku akan menikah dengan Shakuntala di hadapan semua orang”. Rishi Satanand langsung tersenyum mendengarnya. Mritunjay membalikkan badan manghadap Rishi lagi, “Tapi masalahnya adalah aku tidak bisa mengorbankan yang satu, demi yang satunya lagi. Aku akan menikahi Gauri dan juga Shakuntala”.

Rishi Satanand wajahnya semakin cerah, “Bagus sekali. Itu pemikiran yang bagus sekali. Kau pergi saja dengan tenang. Aku akan datang bersama Shakuntala”. Mereka saling tersenyum. Mritunjay meninggalkan pondok Rishi. Rishi tersenyum

Shakuntala episode 61 #60 19

Di hutan, Karan dan Shakuntala, sudah duduk di pohon yang tumbang. Di ujung ke ujung. Mereka mau berbicara lagi, saat memulainya mereka mengatakannya berbarengan. Kemudian masing-masing tertunduk dan mulai bicara lagi, tapi sama-sama mengucapkan kata, “waktu kecil dulu”. Kemudian mereka sama-sama tertawa.

Karan akhirnya bertanya, “Siapa yang lebih tua?”. Shakuntala menajwab, “Kau”. Karan memutuskan, “Kalau begitu, aku lebih dulu ya”. Shakuntala tersenyum mengangguk. Karan memulai ceritanya, “Kau ingat waktu kita kecil dulu? Tidak ada seharipun, kita berdua tanpa kena hukuman dari Rishi Satanand”. Shakuntala tertawa, “Ya, dan kau ingat kau pernah menyembunyikan semua barang-barang pemujaan Rishi Satanand?”. Karan tersneyum, “Ya dan dia sampai lama mencarinya”. Shakuntala merenung, “Dan dia juga menghukum kita dengan tidak memberi makan”.

Shakuntala episode 61 #60 20

Karan berkata, “Aku paling tidak suka hukuman itu”. Shakuntala mengingatkan, “ya, tapi diam-diam kau memberi makanan kepada kami, iyakan”. Karan bilang, “Aku mengatakan satu hal, sekarang pun, aku masih senang saat mengganggu Rishi Satanand”. Shakuntala tersenyum, “Karan, kau masih saja seperti anak kecil”. Karan protes, “Heh, mestinya kau bangga punya teman seperti aku”. Shakuntala tertawa. Karan melanjutkan ceritanya, “Aku sudah punya cara untuk menghindari hukuman Rishi Satanand”. Shakuntala bertanya apa. Karan memberitau, “Sebelum dihukum, aku akan menyembunyikan makanannya di gudang”. Shakuntala tertawa. karan juga.

Shakuntala kemudian serius, “Karan, setelah kepergian ayah. Hanya kepadamulah aku bisa bicara yang meringankan beban dihatiku. Selain ayahku, aku hanya percaya padamu. Kau tidak akan meninggalkan aku kan Karan”. Karan menggelengkan kepalanya dengan tersenyum. Anhusuya dan Pryamvada mendatangi mereka dengan tersenyum. Mereka sempat berdiri melihat dari jauh Shakuntala dan Karan saling tersenyum.

Shakuntala episode 61 #60 21

Di istana, Kalki mengingatkan Mritunjay, “Kau harus latihan yang keras Kak, karena kau harus mengalahkan Pangeran Dushyant untuk memenangkan sayembara ini”. Mritunjay tertawa. Ia ikut berdiri, “Yang dibutuhkan adalah kecerdasan dan bukan berlatih”. Kalki menahan kesal, “Ya ampun, kenapa kakak tidak mengerti juga. Kakak, kakak itu harus mengalahkan dia dengan segala cara”.

Mritunjay membalikkan badan membelakangi Kalki, “Yang kau katakan itu benar sekali”. Kalki memberi saran, “Pertama kau harus cari tau dulu bagaimana kalian semua akan diuji nanti”. Mritunjay kembali melihat Kalki, “Jangan terlalu banyak berpikir, kepalamu bisa sakit. Bila aku tau apa saja tantangan dalam sayembara itu. Lihat saja, aku bisa memainkan siasatku terhadap Dushyant”. Kalki tersenyum sumbang, “Kau tidak mungkin mengalahkan Dushyant tanpa melakukan sebuah kecurangan”. Mritunjay serius, “Kita harus mencari tau dulu, apa tantangannya, lihat saja nanti”. Kalki lebih serius lagi, “Aku harus cari tau tentang hal ini dari Pangeran Dushyant dengan cara apapun”. Mereka tersenyum memikirkan siasat jahatnya.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Shakuntala: Cinta, Sebuah Perasaan Yang Tak bisa Disembunyikan”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.