Shakuntala: Cinta, Sebuah Perasaan Yang Tak bisa Disembunyikan


Shakuntala episode 61 #60 08

Tiba-tiba ada suara di belakang mritunjay yang membuatnya menoleh kaget. Di belakangnya berdiri Shakuntala, “Pangeran Mritunjay, kau disini?”. Mritunjay langsung menyembunyikan alat tiup dan anak panah yang dipegangnya dibalik lipatan bajunya. Shakuntala dengan lembut masih bersuara, “Dari tadi kami mencarimu”. Mritunjaya beralasan, “aku, aku sedang tersesat”.

Shakuntala memanggil dan memberitau dua temannya, “Karan, Pryamvada, kalian tidak tau, Pangeran Mritunjay ada disini”. Karan dan Pryamvada mendekat. Karan langsung berceloteh, “begitu mendengar auman singa, kau kemana? kami pikir kau telah mengalahkan singa, atau mungkin,, singa yang telah,, mengalahkan mu”. Mritunjay hanya menatap Karan. Dua teman Shakuntala menahan tawa. Karan dengan wajah serius berbicara, “sejak tadi aku mencarimu, tapi kami tak menemukanmu”.

Mritunjay dengan tenang menjawab, “kau akan lihat nanti kalau kau akan berhenti mengekanga Shakuntala”. Shakuntala terkejut, melihat Mritunjay, bisa diartikan kekagetan wajahnya itu dalam kata-kata seperti ini mau bicara pa dia nih. Karan juga terlihat kaget. Pryamvada dan nhusuya tak kalah bingungnya.

Shakuntala episode 61 #60 09

Mritunjay masih terus bicara, “cara yang bagus, dengan alasan berteman, kau berada di dekatnya terus. Kau pikir apa, apakah dengan berpura-pura berteman, kau akan menarik hati Shakuntala. Kau berpura-pura berteman dengan Shakuntala, tapi diam-diam kau mencintainya”. Karan menahan geramnya dan terus menatap Mritunjay. Shakuntala agak tertunduk ga enak dihadapkan pada situasi ini. Mrintujay setengah berteriak biacra, “kalau kau berani katakan saja langsung padanya, atau kau sekarang sudah mengerti kenapa”.

Karan melangkah lebih dekat ke hadapan Mritunjay, “Hentikan Pangeran! Kalau tidak,, “. Mritunjay menjawab dengan tenang, “Kalau tidak apa”. Karan memegang sebelah bahu Mritunjay dengan tangannya, tangan satunya mengepal tinju. Mritunjay pun mengepalkan tangannya. Shakuntala berteriak, “Karan! Karan, lepaskan Karan, biarkan saja”. Karan menurunkan tangannya yang siap menggampar Mritunjay kemudian pergi dari situ. Shakuntala kembali berteriak, “Karan, tunggu!”. Shakuntala menyusul Karan. Mritunjay berdiri dengan mata terbelalak.

Shakuntala episode 61 #60 10

Di istana, Gauri menangis di pinggir jendela sambil menatap keluar, tiba-tiba ada yang mengusap air matanya dengan sebuah benda. Ia melihat ke samping, kakaknya Dushyant, berdiri tersenyum smabil memainkan boneka ditangannya, dengan menirukan suara cewek, “kelihatannya Gauri tidak mau pergi meninggalkan kakaknya. Tanpa kita, dia mau bertengkar dengan siapa”.

Dushyant mengengkat boneka karakter pria satunya lagi, “kakaknya akan mencarikan suami bagi Gauri yang akan bisa untuk menghibur Gauri. Membuat Gauri tertawa, hingga Gauri pun akan melupakan semuanya. Bahkan dia, akan melupakan kakaknya juga”. Dushyant tersenyum, Gauri bukannya tertawa tapi malah makin menangis, Dushyant terkejut. Ia kemudian membawa Gauri ke dadanya, Gauri menumpahkan tangisnya di dada sang kakak.

Shakuntala episode 61 #60 11

Dushyant mengusap kepala adiknya lembut, “Aku tidak menyangka, kau akan pergi secepat ini Gauri”. Gauri dalam tangisnya berkata, “Kakak, aku tidak ingin sayembara ini diadakan”. Dushyant tersenyum, “kenapa? Apa kau telah memilih sendiri calon suamimu?”. Gauri terpana, ia mengangkat kepala dari dada kakaknya kemudian menatap kakaknya.

Dushyant meneruskan ucapannya, “Pangeran manapun yang kau sukai, beritau aku, aku dengan senang hati akan menyerahkanmu pada mereka”. Dushyant kemudian mengusap air mata di pipi Gauri, “Tapi yang harus kau perhatikan, dia harus punya kedudukan yang setara dengan kita. Calon suamimu itu harusnya seorang pewaris kerajaan dan dia juga harus memiliki semua sifat-sifat yang baik, sebagai seorang teman hidup yang baik”. Gauri tertunduk sedih mendengar kriteria yang disebutkan kakaknya.

Dusyant bertanya, “Kenapa? Seharusnya kau bahagia, ayo, tersenyumlah sedikit. Ayo senyum. Gauri, sekaliiii saaja”. Gauri menarik garis senyumnya, Dushyant ikut senyum, “Nah, seperti inilah aku ingin melihatmu tersenyum sepanjang hidupmu”. Gauri kembali ke wajah sedihnya.

Shakuntala episode 61 #60 13

Di hutan, Karan yang berdiri dekat pohon membalikkan badannya, “Shakuntala, aku,,”. Shakuntala memotong ucapannya, “Kau tak perlu mengatakan apapun Karan. Aku tau semuanya”. Karan kaget, “Apa?!?”. Shakuntala menjelaskan, “Sesuatu yang selama ini kau sembunyikan dari ku. Karan, cinta adalah sebuah perasaan yang tidak bisa disembunyikan dengan sekarung air”. Karan merasa tak enak, ia melangkah maju sedikit, tak berani menatap gadis di depannya, “Ma’afkan aku Shakuntala”.

Shakuntala justru melangkah kehadapan Karan, “untuk apa Karan? Mencintai seseorang bukanlah suatu kesalahan. Cinta terjadi dengan sendirinya. Tapi,, aku tidak pernah membayangkan kau punya pemikiran seperti itu. Aku yang seharusnya minta ma’af. Aku tidak bisa, memberikan cinta yang sama padamu”, Shakuntala menatap Karan dnegan sedih.

Karan menjawab, “tidak apa-apa, aku tidak minta balasan cinta dan aku tidak akan memintamu. Jadi kau jangan cemaskan aku Shakuntala. Aku tidak apa-apa”. Karan memperlihatkan wajah senyumnya. Shakuntala tetap menatap sedih, “Tidak Karan. Bagaimana tidak apa-apa, kau hanya pura-pura saja”.

Shakuntala episode 61 #60 14

Karan mulai dengan wajah jenakanya, “Kau lihat,, mhhaha, aku bisa tertawa, itu yang ingin kau lihatkan?”. Shakuntala malah matanya berkaca-kaca, “Kau adalah sahabat yang paling baik Karan, jika kau ingin berbagi suka dan dukamu kau bisa melakukannya. Apa yang akan kau utarakan, apa saja yang kau rasakan, kau bisa melakukannya”.

Karan menatap Shakuntala serius, “sebenarnya hal ini sama dengan apa yang selama ini aku pikirkan. Aku merasa sangat kesal pada para Dewa, kenapa dia bangkitkan rasi bintang untuk Shakuntala, karena dia tau, aku bisa mengarang cerita ini. Dan bagiku yang paling penting adalah kebahagiaanmu, Sunggguh. Apa kau menjadi takut? Aku hanya bercanda Shakuntala”. Karan tertawa.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan