Shakuntala: Cinta, Sebuah Perasaan Yang Tak bisa Disembunyikan


Shakuntala episode sebelumnya, Karan dan teman-temannya benar-benar sudah enek ngelihat Pangeran Mritunjay yng tak pergi juga dari ashram. Mereka melakukan berbagai macam cara membuat Mritunjay ga betah, sayangnya Mritunjay mengetahuinya, akibatnya Mritunjay mau menyingkirkan Karan, sementara di istana Veer pamit pada Gauri.

Shakuntala episode 61 #60 01

Sinopsis Shakuntala episode 61 #60, ibu Ratu yang melihat Veer dan Gauri yang berdiri berhadapan dengan mimik wajah keduanya sedih, terlihat menahan marah melihat pemandangan itu, ia menegur, “Gauri?!”. Gauri dan Veer sama-sama kaget, mereka menoleh ke arah ibu Ratu.

Gauri berdiri gelisah, wajah Veer ikutan panik tapi kemudian bersuara, “aku disini hanya untuk memberitau perkembangan sayembara Tuan Putri”. Ibu Ratu menatap Gauri yang tertunduk tetap dengan wajah sedih, “kalau sudah diberitau, kau boleh pergi darisini”. Veer mengangguk dengan hormat, “baik”, kemudian bergegas pergi. Gauri menatap ibu Ratu dengan mimik wajah semakin sedih.

Shakuntala episode 61 #60 03

Di hutan, Karan dan tiga temannya masih berjalan sambil mengobrol. Anhusuya bersuara, “Pangeran Mritunjay entah pergi kemana?”. Karan menjawab, “dia pasti sudah pergi berburu, itupun tanpa senjata”. Mereka pun tertawa. Anhusuya menambahkan, “Maksudmu, auman singa buatanmu langsung membuat dia seperti kucing ketakutan”. Mereka tertawa lagi.

Sementara, balik pepohonan, Mritunjay masih mengintai kondisi lengah Karan, dia masih berniat menyumpit Karan dengan anak panah. Karan yang berjalan di belakang Shakuntala sangat susah mendapatkan posisinya bebas dari tubuh Shakuntala di depannya. Saat jalan menurun, Mritunjay mendapatkan posisi bahu Karan yang bebas, ia mempersiapkan anak panah, meniupnya. Di saat bersamaan, Shakuntala kakinya terpeleset, Karan langsung meraihnya. Shakuntalanya tak apa-apa, tapiKarannya menggelinding, ia menahan tubuhnya dengan sikunya, kemudian berdiri.

Shakuntala episode 61 #60 04

Shakuntala dan temannya bergegas menghampiri, “Karan kau tak apa-apa”. Karan bilang tak apa-apa. Tapi Shakuntala melihat luka di siku Karan, “lalu apa ini?”. Karan bilang, “Tidak apa-apa cuma luka kecil, hanya tergores saja”. Shakuntala protes, “Karan jangan berbicara yang tidak-tidak kita harus segera membersihkannya dan mengoleskan ramuan, tapi disini tidak ada tanaman”.

Shakuntala mengidarkan pandangannya ke sekeliling, “Pryamvada, kau tunggu disini bersama Karan. Aku akan pergi bersama Anhusuya mengambil ramuan obat. Kalian tunggu disini ya”. Shakuntala mengajak Anhusuya jalan. Karan terus menatap wajah Shakuntala yang terlihat panik.

Shakuntala episode 61 #60 06

Di istana, dipinggir tempat tidur Gauri, ibu Ratu memasangkan perhiasan pada Gauri yang menunjukkan wajah tanpa senyum. Ibu Ratu sebagai seorang ibu tidak bisa dibohongi oleh wajah anak gadisnya, tapi ia juga tak mau mencari tau. Ia hanya mencoba memberi nasehat, “kau suka perhiasannya?”. Gauri hanya menggerakkan kepalanya. Ibu Ratu tersenyum dan berbicara lagi, “kau jangan menganggapnya sebagai hiasan semata, ini adalah suatu keharusan yang mau tidak mau harus dipakai seorang putri. Demi kehormatan keluarga, kadang-kadang kita wanita, harus melupakan perasaan kita yang sebenarnya. Ini adalah kewajiban kita”. Gauri tetap diam dan melamun.

Shakuntala episode 61 #60 05

Ibu Ratu memasangkan gelang ke tangan putrinya. Ratu memberi nasehat lagi, “kehidupan seorang putri, tidak hanya untuk diri sendiri, dan sifat-sifatnya penentu kehormatan keluarga. Karena satu kesalahan dia, seluruh kehormatan bisa hancur. Karena itulah, apapun yang kau lakukan, kau harus mau memikirkan bahwa kehormatan dan harga diri keluarga bisa ternoda olehnya”. Gauri hanya melihat ibu Ratu sebentar, kemudian tertunduk lagi dalam lamunan dan wajah sedihnya.

Ibu Ratu menyentuh dagu Gauri, mengangkatnya supaya melihat ke matanya, “Kalau kau ingin dirimu layak dihormati, maka kehormatan keluarga akan terjaga, jangan kau hancurkan itu”. Gauri kembali menundukkan pandangannya. Ibu Ratu menyentuh sebelah pipinya. Terakhir, ibu Ratu memasangkan hiasan di kepala Gauri, ia tersenyum, “sekarang kau seperti putri kesayangan Hastinapura”. Gauri melihat ibunya sebenatr, kemudian kembali menundukkan pandangannya, dadanya mulai sesak.

Shakuntala episode 61 #60 07

Di hutan, Karan dan Pryamvada memilih duduk di kayu pohon yang tumbang menunggu Shakuntala. Tak jauh di belakangnya, di balik sebuah pohon, Mritunjay mengawasi mereka. Pryamvada berbicara, “Kenapa kau diam saja Karan. Kau ini sangat berarti bagi Shakuntala. Mungkin saja, bila kau mengutarakan isi hatimu, dia juga mempunyai perasaan yang sama denganmu”. Mritunjay yang mendengar pembicaraan itu, terkejut.

Karan memberitau pendapatnya, “Tidak Pryamvada, dia hanya melihatnya sebagai seorang sahabat yang baik”. Pryamvada menambahkan, “tidak cuma baik, tapi paling baik. Dan kenapa seorang sahabat tidak bisa jadi kekasih?”. Mritunjay semakin terbelalak ditempatnya berdiri, di balik pohon.

Pryamvada berkata lagi, “selama kau tidak menceritakan padanya, bagaimana dia akan tau. Pergi dan katakan padanya bahwa kau sangat mencintainya”. Mritunjay mengangguk-angguk ditempatnya berdiri. Karan tetap dengan pendapatnya, “tidak”. Karan berdiri diikuti Pryamvada. Karan berpesan, “Shakuntala tidak boleh tau tentang hal ini. Dia masih terluka dengan masalalunya, dan di keadaan seperti ini, aku tidak mau membuatnya menjadi susah lagi. Kita tidak usah membicarakan hal seperti ini lagi, kau mengerti”. Pryamvada hanya diam, justru Mritunjay yang bergumam di tempatnya berdiri, “Aku tidak akan berhenti membicarakan hal seperti ini”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Shakuntala: Cinta, Sebuah Perasaan Yang Tak bisa Disembunyikan

  1. Ping-balik: Shakuntala: Perjalanan ke Hastinapura Lagi & Persiapan Sayembara Gauri | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s