Saraswatichandra: Sandiwara Sakit Kakek Untuk Satukan Saras Kumud & Kusum Menerima Danny?


Saraswatichandra sinopsis episode sebelumnya, di acara ritual penghormatan pernikahan Kusum Danny, Kakek memberitau Saras bahwa cinta perlu waktu, tidak harus membutuhkan ikatan pernikahan, tapi menyatukan hati selamanya. Saras mengangguk mengerti. Sementara itu, Kusum bertekad menunjukkan ke Saras kalau ia adalah pasangan Saras yang sesungguhnya, ia sangat cemburu melihat Saras sangat memperhatikan Kumud.

Saraswatichandra episode 216 217 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 216 dan 217, Saras yang menggosok tangan Kumud memberi kehangatan berkata, “kalau kau kedinginan, kenapa kau keluar”. Kumud menjawab, “kalau kau sangat peduli padaku, kenapa kau menyakiti aku”. Saras menatap Kumud, “aku tau aku banyak menyakitimu karena aku sendiri merasakan sakitnya”. Kusum yang mengintip dari tempatnya berdiri, tentu saja tidak mendengar percakapan Saras Kumud itu, yang dilihatnya hanya perhatian Saras pada Kumud yang mengusap telapak tangan Kumud.

Saraswatichandra episode 216 217 01

Sementara itu, Kumud menjawab pernyataan Saras dengan kalimat yang tetap nyelekit buat dikuping, “tapi kali ini, rasanya sulit sekali mema’afkanmu Saras, asal kau tau”. Saras menunjukkan wajah memaklumi, “aku bisa mengerti kalau kau marah, karena aku tau bahwa kau juga percaya padaku”. Kusum ditempatnya berdiri, matanya semakin banjir oleh air mata.

Saras menggenggam erat tangan Kumud, “Kumud, akan kuatasi semua masalah ini, sampai nanti kau mau mendukungku”. Saras Kumud saling tatap ke dalam mata masing-masing sambil tangan Kumud tetap dalam genggaman Saras. Saras melepaskan pegangannya, mendekat ke Kumud, membenarkan jaket di leher Kumud dengan penuh sayang. Kusum semakin menahan tangis melihat semua itu. Saras Kumud, walau mereka dalam perbedaan pendapat dalam masalah yang dihadapi, ikatan cinta mereka tetap kuat dan tak perlu dibuktikan lewat kata-kata, tapi terlihat lewat tindakan dan tatapan satu sama lain.

Saraswatichandra episode 216 217 02

Kumud sebelum luluh lagi dalam tatapan cinta Saras, memilih meninggalkannya. Saras tetap tersenyum penuh cinta di posisinya semula, sebelum membalikkan badan melihat ke arah Kumud jalan, tapi yang dilihat disitu, justru Kusum di tempat agak tertutup sedang menatap ke arahnya sambil menangis. Wajah senyum Saras langsung hilang dan membuang pandangannya ke arah lain.

Kusum lari ke kamar, menjatuhkan diri ke tempat tidur. Tergugu dan melontarkan pertanyaan bodoh, “kenapa semua ini terjadi padaku? Kenapa? hiks, hiks, hikss”. Ia tergugu menangis sambil tengkurap di tempat tidur.

Kumud sedang kepayahan mengangkat seember air. Saras yang melihat itu tak tega, ia mau membantunya dan meminta Kumud untuk memberikan ember itu. Kumud tak mau, ia bisa melakukannya. Mereka mulai mepertahan ego masing-masing. Saras tau sebarapa baik Kumud melakukannya, Kumud tetap menolak. Saras bilang kenapa kau selalu keras kepala. Kumud malah mengatakan kenapa Saras selalu menganggunya. Saras heran, kapan aku menganggumu. Kumud menarok embernya, “saat Danny dan kau,,,”. Saras langsung memperlihat wajah tak enak, karena semua yang terjadi tak bisa lagi diubah. Kumud merasa tak enak hati, ia mengucapkan, “ma’afkan aku, aku tidak bermaksud begitu”.

Saraswatichandra episode 216 217 03

Tetap dengan wajah masam Saras merespon, “Ya sudahlah, aku tau kau tidak bermaksud begitu. Lupakan”, Saras menunduk, memegang tangkai ember. Melihat itu, Kumud langsung memegang tangkai ember juga, “Apa yang kau lakukan, aku bilang ini pekerjaanku, aku saja yang bawa”. Mereka pun tarikkan tangkai ember saling berkata mereka masing-masing yang akan membawa itu ember, akhirnya tangkai emberpun sama-sam terlepas dari tangan mereka, air tumpah ke lantai. Mereka terpana.

Kumud mendelik geram pada Saras, “apa kau senang sekarang, coba kau lihat. Sekarang cepat bersihkan”. Kumud mengangkat roknya pergi melewati lantai yang penuh tumpahan air. Lampu mati. Saras mengkhawatirkan wanita keras kepala yang dicintainya itu, “tunggu, Kumud ada air dimana-mana”. Kumud tetap melenggang sambil ngedumel, “aku bisa mengatasinya”.

Saras pun mengeluarkan hp dan menjadikannya senter dari kantong celananya sambil ngedumel juga, “dasar gadis keras kepala. Aku harus bicara tentang Kusum, tapi aku tidak bisa”. Saras melewati lorong gelap, mencari ‘teman’ bicara.

Saraswatichandra episode 216 217 04

Saras sampai di depan kamar Kakek, ia melongok, disana, disamping tempat tidur, Kumud sedang mengipas Kakek yang rebahan. Kakek mengingatkan cucunya waktu dulu Vidya mendapatkan mainan alat-alat dapur dari kota, isinya perlengkapan alat dapur mini termasuk kompor. Kumud bilang kalau dia masih menyimpannya tapi ada satu yang hilang. Saras tersenyum mendengar dan melihat Kakek cucu sedang mengobrol nostalgia itu.

Kakek bertanya pada Kumud kenapa dihilangkan, walaupun mainan, alat itu kan berguna, bisa dipakai untuk mainan menuang-nuangkan teh, lalu membayar dengan uang asli. Saras makin menahan senyum melihat Kakek menggoda Kumud dengan ceritanya. Kumud menegaskan pada kakeknya itu kalau sekarang dia sering menyuguhkan teh asli dan tak minta bayaran, jadi impas. Kakek tertawa mendengarnya ia menoleh ke pintu dan melihat Saras berdiri disitu dan memanggil, “Hei, Saras, ayo sini, sini”. Senyum Kumud langsung hilang. Saras melirik Kumud yang menunjukkan wajah tak sukanya.

Saras melangkah mendekat. Kakek memberitau, “dia punya cerita yang unik sekali, duduk sini, ambil kipas, lalu kipasi aku”, Kakek meminta Saras duduk dipinggir satunya, sehingga ia akan dikipas oleh cucu dan kekasih cucunya itu dari sisi kiri dan kanan. Saras bertanya sok heran, “kau merasa kepanasan walau air itu dingin?”. Kakek memberi alasan, “Ya begitulah penyakit ku itu”.

Saras mulai bikin ulah, membalas Kumud, “tapi kakek, Kakek tidak perlu kipasku, tangan Kumud sangat kuat untuk membuat pekerjaan jadi lebih mudah lagi”. Kakek menoleh ke sisi kiri dan kanan dengan wajah bingung. Saras berkata lagi, “dia bahkan akan bangun saat orang tertidur lelap”. Kumud tetap mengipas Kakek walau mulai semakin gondok. Saras dengan lugunya bertanya, “dari mana kau bisa tau itu?”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

3 responses to “Saraswatichandra: Sandiwara Sakit Kakek Untuk Satukan Saras Kumud & Kusum Menerima Danny?

  1. Ping-balik: Saraswatichandra: Cinta Adalah Pengorbanan, “Menikahlah Denganku Kumud – Saras” | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.