Saraswatichandra: Cinta Perlu Waktu, Tidak Harus Membutuhkan Ikatan Pernikahan Tapi Menyatukan Hati Selamanya


Saraswatichandra sinopsis episode sebelumnya, Kemenangan Saras terlihat, Danny tetap tinggal berkat bujukan Kumud. Kekakuan hubungan Saras Kumud perlahan mencair, akibatnya Kusum yang keblinger dengan perasaan cinta buta pada Saras ditambah ‘gosokan’ Kalika, semakin cemburu. Ia tak ada malu-malunya menatap Saras dengan tatap cinta, sampai Saras risi sendiri.

Saraswatichandra episode 214 215 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 214 dan 215, yang biasa merawat Kakek tanpa sungkan memarahi Kakek yang bersikeras menyambut keluarga anak dan menantunya. Salah satu anggota laki-laki yang menemaninya memberitau memberitau keluarga Vidyachatur kalau perempuan itu adalah Yamuna, ia kelihatannya keras tapi sangat baik dan pandai merawat Kakek dengan baik.

Kakek membantah ucapan laki-laki itu, “Apa kau bilang, dia itu membuat aku sulit bernafas, tiap aku bersin aja dia sudah langsung memanggil dokter, dia itu terlalu berlebihan”. Yamuna tak terima, “Kakek tau, kalau bersin mu itu adalah pertanda buruk”. Kakek langsung ngelesh, “darimana ia tau itu, iyakan”. Saras, Kumud, Vidyachatur dan keluarga lain, tersenyum mendengar adu argumentasi tentang ‘kebandelan’ Kakek kalau diminta istirahat.

Saraswatichandra episode 214 215 01

Yamuna mengambil nampan puja untuk penyambutan dan membawanya kehadapan Kakek. Kakek langsung memberitaunya sambil tersenyum, “sekarang, setelah melakukan upacara ini, apa aku harus istirahat”, kakek tertawa. Yamuna dan semua keluarga tersenyum. Kalika dipanggil kakek, ia langsung maju mengambil nampan untuk penyambutan, ia melakukan gerakan ritual di hadapan pengantin Danny Kusum, menempelkan tanda merah di jidat Kusum dan Danny. Keluarga yang melihat tersenyum, Saras melirik Kumud penuh makna, Kumud tertunduk, masih dengan wajah cemas.

Wajah Danny terlihat tegang, wajah Kusum semakin manyun. Setelah selesai, Kalika mengembalikan nampan pada Yamuna, kemudian menoleh ke Kakek, “hadiah untukku?”. Yang mendengar langsung mengernyit, Kakek menjawab dengan bijak kalau hadiah untuk Kalika di dapatkannya setelah semua ritualnya selesai. Kalika melirik Yash, yang mendengar tersenyum. Kakek menambahkan, “Ini pertama kali kau datang kemarikan, kau pengantin baru, siapkan saja gula untukku, nanti hadiahnya akan tiba”. Kalika tersenyum mendengarnya.

Saraswatichandra episode 214 215 02

Vidyachatur langsung memprotes Kakek, “Apa yang ayah lakukan, ayah kan tidak boleh makan yang manis”. Dengan kalem Kakek menjawab, “Ya ampun Vidya kalau yang membuat itu menantuku, tentu saja aku makan dan tentu saja tidak akan masalah”. Vidyachatur tersenyum mendengar ‘kenakalan’ ayahnya dalam menjaga makanan yang boleh dan tidak untuk di konsumsinya. Dugba melototkan matanya melihat saudara dan ayahnya.

Guniyal menyuruh semua keluarga istirahat, ia akan bawakan sarapan. Laki-laki yang membantu Kakek memberitau, “Kamar Kusum dan Danny ada di lantai atas”. Danny dan Kusum saling lirik dengan wajah tak bersahabat satu sama lain. Kumud, Saras, agak tegang menunggu reaksi pengantin labil itu. Dugba sedikit terkejut, tapi kemudian biasa lagi. Kusum melototkan matanya ke Danny, Danny malah menunduk. Saras Kumud saling lirik.

Chandrika bersuara, “barang-barangku masih ada diluar, aku ambil dulu ya”. Chandrika melangkah keluar. Vidya mengajak dan membimbing ayahnya untuk istirahat ke dalam, yang lain ikut bubar. Kusum kembali melirik Danny, Danny memilih melangkah meninggalkan Kusum.

Saraswatichandra episode 214 215 05

Kakek sudah istirahat di tempat tidurnya sambil membaca, Kumud masuk mengendap, lebih menyembunyikan apa yang dibawa ditangannya, kemudian melangkah ringan mengelendot di samping Kakek dan bersuara manja, “Kakek”. Kakek tanpa menolehkan mata dari bukunya menjawab, “Ini pasti malaikat anakku. Aku mau bicara denganmu, tapi, ambilkan asam untukku”.

Kumud menegakkan badannya, duduk sambil berkata, “Tolong Kek, minta yang lain saja. Aku punya asam, tapi tidak akan ku berikan. Itu dilarang, karena Kakek sedang sakit, kalau Kakek mau, Kakek harus istirahat dulu”. Kakek menggeleng, “Tapi Yamuna sudah menyuruhku istirahat sendirian. Lihatlah, badanku sudah bisa bergerak dengan bebas”. Kakek langsung duduk dari tidurnya dengan gerak cepat. Sambil mengernyit Kakek menengadahkan tangannya, “sekarang, berikanlah padaku”. Kumud menggelengkan kepalanya.

Kakek kemudian berbicara, “Apa kau ingat, saat penjual asam waktu ke toko itu, kakek mengelabuinya dan diam-diam kau mengambil asam dari toko itu, iyakan”. Kumud mengingat sesaat, kemudian tertawa lepas, “Iya, aku ingat Kek”. Kakek senang melihat tawa Kumud. Kumud memegang tangan Kakek, “Kakek, Telpon dari Taun Guliyaan, membuat kami semua merasa sangat takut Kakek saat itu”.

Kakek menowel dagu Kumud yang terlihat sedih, “Tidak ada yang harus ditakuti. Ingatlah, semua menelpon Kakek dan mereka bilang membutuhkan Kakek, dan itu artinya, Kakek akan hidup ribuan tahun lagi”. Kumud kembali tertawa. Kakek menambahkan ucapannya, “Lagi pula, kakek kan juga harus menghadiri acara pernikahanmu”. Kumud tertunduk, Saras masuk ke ruangan tersebut dengan diam. Kumud bicara pada Kakek, “Sekarang aku sedang mencemaskan Danny dan Kusum Kek. Aku merasa, mereka harus dibawa ke kuil saat ini Kek”. Kakek terlihat berpikiri, “Oh, yaa”.

Saraswatichandra episode 214 215 06

Saras langsung ikutan nimbrung, “Itu ide yang sangat bagus”. Kumud dan Kakek menoleh. Saras bergegas mendekat, “Ayo, kita pergi hari ini”. Saras melihat asam ditangan Kumud, “Ini”, ia langsung mengambilnya dan mengigitnya, wajahnya mengernyit, kemudian mengeluarkan asam yang sudah terpotong besar dari mulutnya. Kumud langsung berdiri, “Asam itu tidak sama dengan coklat, begini cara makannya”. Kumud mengemut asam, menggigit sedikit, menyesepnya, wajahnya mengernyit menaham asam. Wajah Saras udah terlihat kecut duluan melihatnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan