[Ocehan Tak Lucu] Kebelet Ingin Jadi Pemimpin


Sekarang ini, setiap orang menunjukkan kemampuannya kalau semua bisa menjadi pemimpin, lebih tepatnya bisa dengan mudah mencari, melihat dan menyimpulkan kekurangan mereka yang berada di pucuk pimpinan dan mengoreksinya. Pemimpin yang dimaksud disini adalah pemimpin yang mengantarkannya ke posisi pimpinan tersebut berdasarkan suara sekelompok orang yang mempercayainya, yang sebelumnya juga di dahului dengan mengumbar janji akan amanah alias bisa dipercaya. Nah, wajar orang yang memilihnya melakukan koreksi atas kepemimpinannya.

Jadi Pemimpin

Tapi, masalahnya. Sekarang ini, begitu mereka naik jadi pemimpin, sepertinya si pemimpin juga lupa dengan semua jargon-jargon yang diusungnya, dia sibuk sendiri dengan apa yang menurutnya baik, tak peduli anggota yang dipimpinnya udah menjerit mengingatkan kalau itu tak berpihak pada kesejahteraan anggota atau masyarakat yang dipimpinnya.

Penjelasan pemimpin diatas, pemandangan umum di negeriku yang berada di dunia dongeng.

Kalau cerita kebelet ingin jadi pemimpin di dunia nyata, seperti berikut ini, kemaren-kemaren saat belanja ke warung dekat rumah, aku mendengar istri pemilik warung ngomel-ngomel sama suaminya setelah pulang dari pertemuan ibu-ibu RT setempat.

Istri: “Eudan, ibu-ibu yang baru diangkat jadi pengurus, menolak, saat banyak yang ngusulin agar arisan diselesaikan dalam waktu satu tahun aja, biar ga bosen dan kelamaan, sehingga bisa fokus ke kegiatan lain”.

Suami: “Emang anggotanya berapa orang”.
Istri : “Cuma 30 orang, dan lagian, titik beratnya kan ke silaturrahimnya, bukan arisannya”.

Suami: “Emang apa alasan pengurus?”.
Istri : “Yang bikin gondok, sebenarnya alasannya itu, terlalu cepat kepengurusan berubah 😛 “.

Suami: “Lha, baru diangkat, kok udah mikir malesh melepas jabatan?!”.

Istri : “Nah, ntu dia, malah ada yang ngingetin, ibu kalau mau jadi pengurus lagi, kan tinggal mencalonkan diri lagi. Eh dianya tetap ga mau arisannya cepat selesai. Akhirnya ibu-ibu pada berbisik-bisik, jangan-jangan si ibu enggan memberi laporan pertanggungjawaban keuangannya terlalu cepat :mrgreen: “.

Suami : “O, yang jadi pengurus ibu Anu ya. Si ibu itu kan memang kebelet ingin jadi pengurus dan jadi pemimpin ibu-ibu di RT ini dari dulu. Wacana pemekaran RT baru bergulir aja, dia udah usul ke panitia pemekaran, untuk membantu mengkoordinir ibu-ibunya. Sebenarnya suaminya ingin jadi perangkat RT atau RW, tapi warga ga ada yang setuju”.

Istri: “??####,, Oalah. Baru sekarang aku ngelihat di komplek perumahan, orang-orang pada semangat jadi pengurus RT/RW, yang udah-udah di tempat lain, pada ogah jadi pengurus”.

Suami: “Malah banyak bapak-bapak yang kebelet jadi Pemimpin di tingkat RT, mereka bergerilya mendatangi warga satu-satu dengan dalih silaturrahim, sayangnya mereka ga mau mengurus KTPnya sendiri menjadi KTP setempat, padahal syarat jadi pengurus RT itu, harus mereka yang punya KTP setempat”.

Respon si istri mendengar informasi suaminya, hanyalah kata-kata, “oaalaaahhh”.

Aku yang tanpa sengaja ikut nguping pembicaraan kepemimpinan, di lini terbawah sebuah masyarakat itu, ikutaan ngomong ‘oaalaahhh’ dalam hati. Ternyata,  ga pemimpin partai, ga pemimpin bangsa, setelah sampai di kursi pemimpin itu, pada lupa atau enggan mendengar masukan dari bawah. Nasib menjadi orang yang dipimpin :mrgreen: .

Makanya, lain kali, cerdaslah memilih pemimpin, jangan mau dikibulin oleh janji-janji dan proyek pencitraan aja, kita itu hidup di dunia nyata, bukan dunia dongeng. Pilihlah pemimpin yang cinta pada rakyat dan menjunjung tinggi persaudaraan dan kesejahteraan rakyatnya 😳 . Ngomongin opo iki??##?.

Iklan

One response to “[Ocehan Tak Lucu] Kebelet Ingin Jadi Pemimpin

  1. Ping-balik: [Ocehan Tak Lucu] Anak Sudah Remaja? | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s