Saraswatichandra: ‘Persembahan’ Kumud & Pengkhianatan Cinta? (Percobaan Bunuh Diri Kusum)


Saraswatichandra sinopsis episode sebelumnya, usai pernikahan Kusum Danny yang dikira dengan Saras, tanpa dasar cinta.Kumud larut dalam tangis kesedihan. Ia tak bisa membedakan antara melihat bayangan atau yang sebenarnya, karena yang dilihatnya hanya sosok Saras.

Saraswatichandra episode 208 209 00

Sinopsis serial Saraswatichandra episode 208 dan 209, Kumud yang masih larut dalam kesedihan lari keluar kamarnya, kehalaman, menuju sumur. Ia menarik tali timba air seperti orang kesetanan, ya menangis, ya kesal, ya marah, ya kecewa, semuanya. Ia menimba air sambil mata tertutup air mata, ember terisi penuh yang sudah ditarik naik, ia siramkan ke sekujur tubuhnya mulai dari kepala. Terus begitu berulang-ulang, dengan nafas tersengal. Sempat berhenti sesaat untuk terisak, kemudian mulai menimba lagi, seperti orang kerasukan.

Saraswatichandra episode 208 209 01

Dugba, diikuti Guniyal tergesa ke halaman, mata mereka mencari, karena malam, agak kesulitan. Begitu melihat apa yang di kerjakan Kumud, Dugba langsung memberitau Guniyal. Mereka langsung berlari ke arah Kumud. Guniyal sambil berteriak-teriak, “Kumud, jangan Kumud, Kumud”. Kumud tetap aja terus menimba air. Dugba meraih kain yang masih ada di jemuran dekat situ, bergegas. Guniyal berteriak agar Kumud menghentikan kegiatannya itu.

Saat Kumud mau mengguyur tubuhnya lagi, Dugba menahan ember yang berisi air itu, membuangnya dari tangan Kumud, menyelimuti badan Kumud dengan kain yang diambilnya tadi, memegang kedua pundak Kumud kuat, supaya melihat ke arahnya, mengguncangnya kuat, “Kumud! Apa yang kau lakukan, nak? Kenapa kau hukum dirimu sendiri!”.

Saraswatichandra episode 208 209 02

Kumud sambil terus menangis setengah berteriak menjawab, “Aku tidak senang menghukum diriku sendiri bibi! Aku menuangkan air, hikss, sebagai tanda persembahan. Aku melakukan persembahan! Apa bibi tidak ingat? Pramad membuatku teringat pada Saras. Ijinkan aku melakukan persembahan. Aku ingin membebaskan diri dari semua kenangannya”. Kumud menangis meronta, Dugba memegangnya.

Guniyal sambil menangis berbicara ikut menenangkan anaknya, “Sudah tau kau tidak bisa menanganinya. Kenapa kau relakan untuk adikmu sendiri Kumud. Kumud, kau boleh menolaknya kalau tidak sanggup”. Kumud masih terus meronta dari pegangan Dugba, “Aku menyebabkan kesalahan yang sama ibu. Tapi aku tidak tahan lagi ibu, hikhs. Aku tidak bisa melakukannya, hiks, hiks”. Guniyal ikutan menangis melihat Kumud yang ‘mengamuk’ Dugba menenangkan Kumud dengan rangkulannya.

Saraswatichandra episode 208 209 03

Kumud masih berteriak dalam tangisnya, “Dia selalu ada dimana-mana! saat ku tutup mataku! saat ku buka mataku! di setiap nafasku! dia selalu ada dihadapanku! hiks,hiks, hikss”. Dugba meraih Kumud ke bahunya. Guniyal berteriak, “Kenapa kau buat dirimu menderita, padahal Saras sudah melukai hatimu”.

Kumud menangis dengan sebelah bahunya tetap dirangkul Dugba, “Aku tidak melakukan apa-apa ibuuu. Aku tidak melakukan apa-apaaa! Ini adalah takdirku, Apa salahkuuu!!!”. Guniyal berkata, “Melepas Saras demi untuk kebahagiaan Kusum, sekarang, ibu tidak ingin hidupmu dengan Pramad menderita Kumud”.

Kumud menangis mulai sedikit tenang, kepalanya mulai terkulai ke lengan Dugba, “Tidak Ibu, tidak akan. Aku mengambil tanggung jawab Pramad termasuk Saras bersamaku, dan sekarang, Saras sudah bersama Kusum, tanggung jawab Kumud kepada Pramad tidak akan pernah berubah ibuu. Apa yang aku lakukan, aku muak ibu, aku muak, aku muak dengan yang kulakukan”. Kumud lunglai dalam pelukan Dugba, Guniyal mengusap-usap kepalanya.

Saraswatichandra episode 208 209 06

Di kamar, Pramad sudah dalam posisi rebahan sambil terbatuk-batuk dengan menutup mulut dengan sapu tangan. Ia sampai hampir setengah duduk dan miring karena batuk. Vidyachatur masuk, “Pramad”. Pramad menoleh, “Ayah mertua”. Vidyachatur, tanpa basa basi langsung berbicara, “Dengar Pramad, kau ku ijinkan untuk tinggal di rumahku, sedangkan kau telah menculik putriku”. Pramad terpana, berusaha menjelaskan, “tunggu, ayah mertua”.

Vidyachatur tak mengubris, “Setelah aku mengetahui semua ini, kau tidak akan kubiarkan untuk tinggal disini. Cepat tinggalkan rumahku! Bohong, walau orang-orang telah menuduh Saras, tapi aku tau, kaulah yang harus bertanggung jawab. Tinggalkan rumah ini sekarang juga”. Vidyachatur berbalik, langsung keluar kamar. Pramad mencoba menahan, “Ayah mertua, huk,huk”, batuk menghentikan keinginan Pramad untuk bangkit dari tempat tidur.

Saraswatichandra episode 208 209 07

Di kamar pengantin, Kusum melangkah ke dinding, disana tergantung foto Saras dan Danny berdampingan dalam satu bingkai. Kusum berbicara dengan tatapan bahagia ke foto itu, “Aku telah lihat kalau kau benar-benar mencintai kakakku Saras. Mungkin itulah alasannya kenapa aku jatuh cinta denganmu. Semoga saja, *tertunduk malu sendiri* Walau kau tidak mencintaiku, kau tetap akan setia karena adanya hubungan pernikahan ini”. Kusum berdiri sambil memejamkan matanya sendiri, menarik nafas, menghirup kebahagiaan yang sebentar lagi akan ia dapatkan, tertunduk malu-malu saat mendengar langkah kaki di luar kamar yang terdengar mendekat.

Saraswatichandra episode 208 209 08

Pramad keluar kamar membawa tas, menutup pintu kamar dengan sangat hati-hati, melangkah dengan langkah pelan, tidak ingin mengganggu penghuni lainnya, sempat terbatuk, tapi berusaha menahan suara batuknya agar tak berisik, meneruskan langkah sambil terus melihat ke kiri dan kanan. Sampai di ruang serba guna tempat keluarga Desai biasa berkumpul, ia kaget saat melihat Kumud berdiri di pintu keluar rumah dalam gelap. Pramad berdiri terpana di tengah ruang.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan