Saraswatichandra: Kumud, Cinta Tak Terpisahkan, Batalnya Pernikahan Kusum Mohan & Kutukan Saras


Vidyachatur ternyata tak berhenti disitu. Ia menyeret tangan Danny sampai ke halaman di ikuti Saras di sebelahnya yang tak bisa berbuat banyak melihat kemarahan Vidya. Keluarga lain mengikuti.

Vidyachatur berkata, “Kenapa aku tidak ingin Danny berada disini hingga pernikahan berakhir. Sekarang kau lihat apa yang terjadi”. Saras menghaturkan tangannya dengan hormat, “Tolong ma’afkan kami”.

Saraswatichandra episode 204 205 61

Ibunya Yash langsung berteriak menjawab, “Berapa kali kami harus mema’afkanmu Saras. Aku tidak berbohong. Jika aku hanya mengatakan sekali atau dua kali, tapi tiga kali. Prosesi pernikahan akan terulang lagi. Dulu ayahmu meninggalkan Dugba, kau melakukan hal yang sama pada Kumud”. Wajah Saras mengerut mendengar ucapan ibunya Yahs itu yang masih belum berhenti, “Dan hari ini, karena dirimu, prosesi pernikahan Kusum, juga dibatalkan. Kau seperti kutukan!”.

Saras mendongakkan kepalanya. Ibunya Yash masih nyerocos, “Kau seperti kutukan bagi anak-anak perempuan di kelaurga ini”. Saras dan Danny melihat ke wajah semua keluarga Kumud di hadapannya yang terdiam oleh ucapan ibunya Yash. Sekali lagi hanya Kalika yang menunjukkan ekspresi senang. Saras melihat ke arah Kumud yang berdiri agak jauh. Kumud menundukkan kepalanya yang terlihat sedih. Saras mengatupkan tangan di dadanya, menunduk, berbicara pada Vidya, “Kami akan pergi”.

Saraswatichandra episode 204 205 62

Saras kemudian memegang bahu Danny, mereka berjalan keluar dari halaman rumah itu dengan langkah gontai. Kumud menatap langkah Saras dari temapatnya berdiri dengan wajah sedih. Kusum mentapnya dengan air mata masih mengalir di pipi. Kalika dengan senyum. Danny menoleh ke belakang. Melihat itu, Kumud menoleh ke tempat Kusum berdiri yang ternyata sedang mewek. Kalika jadi ikut menoleh juga ke arah Kusum, dan ia sepertinya semakin tersenyum senang. Keluarga Kumud akhirnya masuk kedalam.

Saraswatichandra episode 204 205 63

Kepanikan lain dimulai. Kumud mengejar Kusum yang turun tangga dengan wajah putus asa. Ia memegang pundak adiknya itu untuk menahan langkahnya, “Kau mau kemana, hah”. Kusum dengan wajah mewek menjawab, “Biarkan aku pergi kak. Yang bibi katakan itu benar. Anak perempuan di keluarga ini, bernasib sama. Pertama bibi, lalu kau, dan sekarang aku. Kita tidak akan pernah bisa bahagia kak. Aku meludahi gambarmu, nasibku juga akan sama sepertimu. Aku harus berurusan dengan orang seperti Pramad, sama seperti mu”.

Kumud mengguncang tangan Kusum, menepuk pipinya, “Apa kau bilang? Jangan katakan itu. Itu takkan terjadi padamu”. Kusum dengan berurai air mata menjawab, “Tapi itulah yang terlihat, itulah kenyataannya”. Kumud dengan wajah keras menjelaskan, “Tidak. Tidak akan terjadi apa-apa”. Kusum tetap dengan pendapatnya, “Kita bernasib sama”. Kumud menyuruh Kusum untuk menunggunya, sementara ia bergegas keluar rumah.

Saraswatichandra episode 204 205 65

Di rumahnya, Saras menyeret tangan Danny sampai masuk rumah. Danny mencoba menenangkan Saras, “Kakak, tolong dengarkan aku. Kusum membutuhkan ku saat ini”. Saras melepaskan tangannya, menunjuk Danny sambil berteriak, “Diam kau!!”. Danny terpana melihat emosi kakaknya yang tak pernah dilihat sebelumnya, ia tertunduk.

Saras langsung terasadar. Ia memegang ke dua pundak adiknya itu, “Danny, cobalah untuk mengerti”. Saras memegang pipi Danny dengan kedua tangannya, setengah menangis berbicara, “Sadarlah, Kusum tidak mencintaimu. Danny spontan melepaskan kedua tangan kakaknya, langsung berbicara sambil menunjuk, “Tapi dia hanya akan menikah denganku. Mungkin itulah sebabnya kenapa Mohan pergi. Biarkan Kusum mengatakan yang diinginkannya. Aku sangat mencintainya Kak”. Saras menggelengkan kepalanya, bingung menjelaskan pada adiknya yang kepedean itu. Danny memilih pergi keluar rumah lagi, walau Saras sudah berteriak memanggilnya.

Saras berdiri, membalikkan badan, menutup wajah dengan satu tangannya yang ditopang tangan satunya yang terlipat di depan dadanya, pusing. Kumud muncul dipintu rumah, berjalan mendekat.

Saraswatichandra episode 204 205 66

Saras yang berdiri membelakangi pintu langsung menyadari kehadiran Kumud, ia membalikkan badan langsung bicara, “Ma’afkan aku Kumud, aku benar-benar tidak tau kalau Danny akan datang kesana”. Kumud menjelaskan, “Bahkan kalau dia tidak datangpun, kejadian ini akan tetap terjadi”. Saras heran.

Kumud memberitau, “Karena Nyonya Phana telah menerima MMS sebelumnya”. Saras semakin heran, MMS?. Kumud tersedu, “Dimana beberapa orang jahat, beberapa orang jahat mencoba untuk menganiaya Kusum”. Kumud terduduk ke lantai dekat meja, ia menangis tersedu. Saras mendekat, ikut jongkok dihadapannya, “Kumud, tolong kau jangan khawatir. Aku akan bicara pada mereka, aku ada saat itu, akua tau kejadian yang sebenarnya”.

Kumud makin tersedu, “Tapi bagaimana caranya kau akan mengubah nasibnya Saras. Seperti kau yang tidak bisa mengubah nasibku. Dia juga bilang, kalau dia juga akan berurusan dengan orang seperti Pramad”. Kumud tergugu bertumpu pada meja tamu. Saras terduduk dengan sikap bingung. Ia mengingatkan Kumud, “kalau kau terus menangis, lalu siapa yang akan menjaga Kusum. Kau adalah salah satu pejuang yang bisa mengubah nasibmu”.

Kumud berkata dengan nada putus asa dalam tangisnya, “Tapi tidak kali ini Saras. Kusum sangat berarti bagiku. Kalau terjadi sesuatu padanya aku tidak akan bisa. Tolong bantu aku Saras”.

Saraswatichandra episode 204 205 67

Saras langsung menggenggam satu tangan Kumud dengan dua tangannya, “Tolong beritau aku, aku bisa melakukan apapun untukmu. Katakan saja Kumud, katakan padaku”. Dengan tertunduk, Kumud memberitau, “Nikahi Kusum”. Saras kaget mendengar permintaan Kumud, ia langsung melepas pegangan tangannya dari tangan Kumud dengan menatap Kumud dalam tatapan tak mengerti. Kumud semakin menunduk dalam tangisnya.

Saras menggertakkan gerahamnya, “Apa kau bilang? sekarang lihat aku Kumud”. Kumud tetap menangis tertunduk. Saras meraih kedua bahu Kumud dengan tangannya, dengan wajah menahan geram, “Lihat aku dan katakan sekali lagi”. Kumud dalam tangisnya mengulang permintaanya, “Nikahi Kusum”. Saras spontan melepas tangannya dari bahu Kumud. Saras menatap Kumud dengan wajah mengernyit.

Satu respons untuk “Saraswatichandra: Kumud, Cinta Tak Terpisahkan, Batalnya Pernikahan Kusum Mohan & Kutukan Saras

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.