Saraswatichandra: Kumud, Cinta Tak Terpisahkan, Batalnya Pernikahan Kusum Mohan & Kutukan Saras


Saraswatichandra episode 204 205 52

Vidyachatur menghadang di depan jalan mereka, “Aku mohon, tolong jangan pergi. Jika pernikahan ini dibatalkan, tidak ada lagi yang percaya pada kami”. Kumud menundukkan wajahnya tak tega melihat ayahnya sampai memohon begitu. Mohan melihat ke ibunya.

Perlahan, Vidyachatur melepas kopiah sorbannya (Simbol kepala, simbol tertinggi harga diri), bersimpuh dihadapan Nyonya Phana dan Mohan. Vidyachatur memelas, “Aku mohon jangan batalkan pernikahan ini”. Vidyachatur menaroh kopiahnya di lantai, di dekat kaki Nyonya Phana, “Aku mohon padamu”. Mohan merasa tak enak, Nyonya Phana menolehkan pandangannya. Pramad tertegun.

Saraswatichandra episode 204 205 53

Kumud tak tahan lagi, ia menangis, bergegas ke dekat ayahnya, “Ayah?!”. Mengambil kopiah ayahnya, memasangkan ke kepala ayahnya, “Tidak ayah, tidak”. Pramad masih sangat tertegun. Guniyal terpana, Dugba menahan tangis. Kumud membantu ayahnya berdiri, “Bangun ayah”. Nyonya Phana hanya menatap melengos.

Kumud menarik nafas dalam, menghdapa Nyonya Phana berdiri, mengangkat tangannya di dada, berbicara dengan intonasi jelas, tegas dan percaya diri, “Nyonya Phana, tolong pikirkan sebelum menuduh Kusum. Jika seseorang menyebutmu tercemar, tanpa kau melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan, dan jika pernikahanmu dibatalkan, bagaimana perasaanmu?”.

Nyonya Phana terlihat ogah-ogahan mendengarnya. Vidyachatur mulai terlihat tenang. Kalika menyimah serius, kemana arah pembicaraan Kumud. Kumud melanjutkan ucapannya, “Kau datang kesini dengan prosesi, bahkan setelah kau memiliki CDnya. Apakah kau,,”. Nyonya Phana mulai gelisah, Guniyal sepertinya mulai paham arah pembicaraan putrinya itu.

Saraswatichandra episode 204 205 55

Kumud dengan nada terbata terus berbicara, “melakukan semua itu, untuk mempermalukan semua keluarga kami disini. Kalau kau tidak yakin kau bisa membicarakannya, orang yang melakukan kejahatan itu pada kami, sekarang berada di rumah ini. Ini membuktikan kalau kami tidak tercemar seperti yang kau tuduhkan. Tapi sebaliknya, kami sangat manusiawi. Bahkan setelah keluarga kami dipermalukan, aku masih bicara padamu dengan tangan seperti ini”.

Kumud menoleh ke ayahnya, memegang pundak ayahnya, “Itu karena ayah kami menanamkan nilai-nilai dalam hidup kami”. Semua kelurga Kumud terlihat lega setelah mendengar ucapan Kumud, setidaknya harga diri mereka tidak bisa seenaknya diinjak-injak. Nyonya Phana hanya menarik nafas, tapi tetap dengan wajah tak bersimpati.

Saraswatichandra episode 204 205 56

Mohan berkata pada Nyonya Phana, “Ibu, yang dikatakan Kumud itu benar. Dan Kusum sama sekali tidak bersalah”. Kumud dan keluarganya terlihat lega. Mohan berbicara lagi, “Tapi sebelum aku membuat keputusan lebih lanjut, aku mau bicara dulu dengan Kusum”. Ibunya terlihat kurang setuju.

Mohan bertanya pada Vidyachatur, “Bisakah aku bicara dengan Kusum?”. Vidyachatur dengan senang hati membolehkan dan menunjukkan tempat Kusum sedang bersiap. Ibunya Mohan, mau tak mau, ikut keinginan putranya. Kalika membathin dengan tersenyum, ‘Kau hebat Kalika, sepertinya kau berada dijalur yang benar. Segala pekerjaanku selesai, tanpa usaha apapun”.

Saraswatichandra episode 204 205 57

Vidyachatur membukakan kamar Kusum, ia diikuti Mohan, ibunya dan keluarga lain. Di dalam kamar, dipinggir tempat tidur, ia melihat Saras duduk sambil sebelah tangannya memegang kepala Kusum yang sedang menangis. Saras sendiri terlihat kaget, ia langsung berdiri, diikuti Kusum yang pipinya penuh air mata. Semua yang datang di ruangan itu lebih kaget lagi.

Ibunya Mohan langsung bersuara, “Lihat, kau lihat sendirikan Mohan. Kekasih kakaknya, berada di kamar adiknya dan pintunya tertutup”. Saras menjawab heran, “Kau keliru, apa yang kau katakan”. Nyonya Phana mengangkat tangannya, “Cukup! Aku tidak ragu lagi, bahkan sekarang aku yakin”. Wajah Saras mengernyit tak mengerti.

Saraswatichandra episode 204 205 59

Nyonya Phana bertanya pada putranya, “Mohan, setelah apa yang kau lihat, apa sekarang kau masih ingin bicara dengannya?”. Mohan tak langsung menjawab, bingung juga. Keluarga lain menunggu keputusan Mohan. Nyonya Phana berbicara lagi, “Jika kau tinggal disini lebih lama lagi, itu berarti kau menghina ibumu”. Nyonya Phana pergi.

Saras mencoba menghentikannya, “Tunggu, Nyonya Phana, dengarkan aku dulu”. Pramad ikut bersuara, “Nyonya Phana tolong dengarkan aku”. Saras berbicara pada Mohan, “Mohan, ini tidak seperti yang kau lihat, ini tidak seperti itu. Mohan, Tunggu dulu!”. Mohan dengan wajah kesal akhirnya memilih meninggalkan tempat itu.

Semua keluarga terlihat sedih, Kalika kembali tersenyum senang. Ibunya Yash terlihat sangat marah, “Saras, kenapa kau datang ke kamarnya Kusum!”. Saras dengan terbata menjelaskan, “Aku, aku tadi,,”. Danny muncul di sebelahnya, “kakak datang untuk mencariku”. Keluarga makin kaget lagi dengan kemunculan Danny.

Saraswatichandra episode 204 205 60

Vidyachatur melangkah ke hadapan Danny, “Aku sudah melarangmu untuk datang. Danny melihat ke arah Kusum yang masih menangis, “Aku datang untuk menemui Kusum, agar dia tidak menikah”. Saras mendnegar ucapan adiknya itu dengan wajah mengernyit. Kumud hanya menatap kosong, cinta yang rumit.

Plak, tangan Vidyachatur menampar pipi Danny dengan keras hingga Danny hampir tersungkur, untung Saras yang berdiri disebelah, merangkul Danny. Wajah Saras mengeras. Keluarga terkejut melihat reaksi Vidya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Saraswatichandra: Kumud, Cinta Tak Terpisahkan, Batalnya Pernikahan Kusum Mohan & Kutukan Saras

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.