Saraswatichandra: Kumud, Cinta Tak Terpisahkan, Batalnya Pernikahan Kusum Mohan & Kutukan Saras


Saraswatichandra episode 204 205 45

Mohan melangkah ke tempat TV dan pemutar CD di taroh, ia meneytelnya, semua yang hadir ikut meliha ke arah TV. Di layar TV terlihat adegan saat-saat Kusum diculik oleh beberapa orang, ia berusaha menghindar dari beberapa lelaki menyeramkan itu. Guniyal dan Dugba meringis melihatnya. Kumud mencoba menganalisa yang dilihatnya. Pramad menundukkan kepalanya. Kalika melihat ke hp ditangannya dengan wajah bingung. Mohan tak tega melihat ke layar TV. Kumari ternganga, Vidyachatur bengong.

Kalika dengan wajah heran, bingung, melihat hp dan layar TV, membathin ‘tapi aku belum mengirim pesannya, lalu siapa yang sudah mengirim CDnya?”. Kalika menunduk bingung, kemudian ingat sesuatu, ia menoleh ke Pramad yang berdiri tak jauh dari situ dengan wajah terlihat gelisah, ‘apa mungkin Pramad?”.

Sementara di layar TV terlihat Kusum yang mulutnya di tutup, terlihat semakin terdesak ke dipan yang ada diruangan tempat dia di sekap oleh beberapa orang itu. Kusum merapatkan tangannya dengan sikap memohon, orang-orang itu tak mendengar. CD terpotong. Vidyachatur bereaksi, “Itu bohong! Itu tak pernah terjadi, siapa yang memberi CD ini padamu”.

Saraswatichandra episode 204 205 46

Dengan gaya santai, Nyonya Phana menjawab, “Aku tidak tau. Tapi itu anugerah untuk kami, dan karena itu kami terlepas dari penipuan besar ini. Kau mencoba menikahkan putrimu yang kotor itu dengan anakku pria terhormat”. Kumud menggelengkan kepalanya, ia melihat ayahnya menarik nafas dalam tak bisa bersuara, ibunya semakin panik, Dugba tak bisa berkata-kata.

Kumud melangkah ke samping ibunya Mohan, “Tidak Nyonya Phana, Kusum masih suci. Saras telah menyelamatkannya dan membawanya pulang”. Vidyachatur, Guniyal, Dugba menatap heran ke arah Kumud. Pramad menggelengkan kepalanya, Kalika mengernyitkan wajahnya. Vidyachatur berbicara, “Kumud, kau tau tentang ini, kapan itu terjadi Kumud. Kanapa tidak ada yang memberitauku!”.

Saraswatichandra episode 204 205 47

Kumud memegang tangan Vidyachatur, “Ayah. Aku mau memberitaukan ayah, tapi,, tapi Kusum menghentikanku. Dia taku, kalau kemarahan ayah akan membuat ayah sakit. Ayah, aku mengatakan yang sebenarnya Ayah. Saras membawanya pulang dalam keadaan selamat ayah, sungguh”. Nyonya Phana bersuara dengan nada heran, “Saras?!?? Bukankah dia, orang yang telah membawa putri sulungmu lari dari rumah mertuanya?”. Pramad terlihat semakin ga enak. Vidyachatur tertunduk.

Nyonya Phana menambahkan ucapannya, “Putri bungsumu telah di culik oleh beberapa preman. Seluruh keluargamu telah tercemar Tuan Vidyachatur. Dan kami harus menjadi kerabat dari keluargamu?!”. Vidyachatur memejamkan matanya mendengar semua penghinaan itu. Nyonya Phana mengultimatum, “Tuan Vidyachatur, kami tidak bisa melanjutkan pernikahan ini”. Semua anggota keluarga yang mendengar, terbelalak, terkejut, termasuk Pramad. Hanya Kalika yang terlihat sangat senang.

Vidyachatur masih perlu meyakinkan dirinya, “Apa yang kau katakan Nyonya Phana”. Ibunya Mohan dengan yakin memberitau, “Aku bilang, pernikahan ini, tidak usah diteruskan”. Kumud tak tega melihat ayahnya. Guniyal, Dugba dan keluarga lain semakin cemas terlihat takut, apa yang akan terjadi pada putrinya kalau pernikahan dibatalkan. Ibunya Mohan mengajak anaknya itu untuk pegi.

Saraswatichandra episode 204 205 50

Pramad menahannya, “Nyonya Phana. Tunggu sebentar”. Pramad melangkah mendekat, “kalian memang telah tertipu, tapi, bukan oleh mereka. Tapi oleh orang yang telah mengirimkan CD itu padamu”. Kalika di tempatnya berdiri, kesel mendengar ucapan Pramad itu.

Pramad masih meneruskan ucapannya, “Apapun yang kau lihat di CD itu, semua tidak benar”. Nyonya Phana menatap Pramad yang berusaha meyakinkannya, “Dalam hal ini, Kusum tidak bersalah”. Vidyachatur menatap Pramad heran. Kalika mulai menggigit bibirnya saking kesalnya melihat sikap Pramad.

Saraswatichandra episode 204 205 51

Nyonya Phana bertanya pada Pramad, “Bagaimana kau begitu yakin”. Dengan rikuh Pramad menjawab, “Aa,, ak,, karena akulah yang telah mengirim preman-preman itu”. Nyonya Phana dan yang lainnya terkejut mendengar pengakuan Pramad, Kumud akhirnya mendeagarnya langsung dari mulut Pramad, karena peristiwa itu sempat membuatnya juga bersitegang dengan Saras. Kalika mengepalkan tangan sambil menundukkan kepala, ia merasa rencananya gagal total oleh sikap sok pahlawan Pramad. Nyonya Phana melihat Mohan dan suaminya sambil angkat bahu.

Pramad meneruskan pengakuannya, “Aku ingin membalas dendam pada Kumud”. Kumudumenolehkan pandangannya ke arah lain, mencoba menenangkan diri. Kalika seperti ingin menyembunyikan wajahnya. Pramad dengan wajah bersalah berbicara, “Tapi, karena satu kesalahan, mereka menculik Kusum dan bukannya Kumud. Mereka salah menculik orang.

Saraswatichandra episode 204 205 49

Vidyachatur melangkah kehadapan Pramad, menatapnya, Pramad melihatnya dengan takut. Plak, Vidyachatur menempleng pipi Pramad. Semua yang hadir terkejut. Pramad memegang pipinya. Vidyachatur berkata, “Pertama kau berniat menculik Kumud, dan sekarang kau sendiri yang telah memfitnah putriku Kusum!!!”.

Pramad berbicara pelan, “Aku tau itu, dan aku sudah membuat kesalahan yang tidak pernah bisa diampuni. Akulah yang telah merencanakan konspirasi ini”. Tuan Vidya membalikkan badannya. Pramad menghadap Nyonya Phana, “Karena itulah sekarang aku pasti, tidak ada satupun yang terjadi pada Kusum”. Pramad menghaturkan sikap hormat dengan merapatkan kedua tangannya di dada,”Aku mohon Nyonya Phana, jangan batalkan pernikahannya ini”. Guniyal ikut mengangkat tangan memohon.

Nyonya Phana berujar, “Aku tidak bisa mempercayai siapapun”. Nyonya Phana menggamit lengan Mohan, “Ayo kita pergi Mohan, Ayo Mohan”. Vidyachatur panik, ia mengejar, “Jangan hukum putriku karena kesalahan Pramad itu. Mohan, Nyonya Phana tunggu dulu”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Saraswatichandra: Kumud, Cinta Tak Terpisahkan, Batalnya Pernikahan Kusum Mohan & Kutukan Saras

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.