Saraswatichandra: Kumud, Cinta Tak Terpisahkan, Batalnya Pernikahan Kusum Mohan & Kutukan Saras


Saraswatichandra episode 204 205 08

Saras menambahkan, “Sekarang kita tidak akan pernah berpisah dan tidak ada yang bisa memisahkan kita, tidak ada. Baik Pramad, atau Kusum. Ataupun aku, dan juga kau”. Saras menghapus air mata di pipi Kumud sambil terus memegang pipinya dan menatapnya dengan tatap meyakinkan terhadap rasa yang mereka rasakan berdua. Diringi sountaract cinta Saraswatichandra.

Perlahan, tangan Kumud pun mengusap pipi Saras dengan tangannya, mata Saras terpejam, saling merasakan energi cinta baru yang meresapi aliran darah mereka, lewat sentuhan tangan itu.

Saat mata Saras terbuka dan menatapnya dengan tatap cinta, Kumud tersadar, ia melihat ke sekitar, mereka berdiri di depan pintu rumah Saras. Agak kikuk, Kumud mau meneruskan langkahnya, karena sudah menyampaikan apa yang mengganjal hati dan pikirannya, serta sudah tau kebenaran yang sesungguhnya.

Saraswatichandra episode 204 205 19

Saras sigap meraih tangan Kumud kembali, Kumud terhenti. Saras memberitau Kumud dengan suara penuh keyakinan, “keputusan Kusum, aku yakin bahwa itu juga sudah ditakdirkan. Kita tidak bisa menolaknya Kumud”. Saras kemudian melepaskan pegangan tangannya. Kumud melanjutkan langkahnya untuk kembali ke rumahnya. Saras menatapnya, kemudian mengerjapkan mata, mengembalikan semua kesadaran penuhnya pada realita lain yang juga sedang dihadapinya. Ia bergegas masuk rumah.

Kumud sudah sampai di gerbang rumahnya, melangkah masuk. Tak berapa lama, Kalika juga sampai di gerbang rumah, memperhatikan sekitar, melihat bungkusan yang dibawanya, memastikan tidak ada yang melihatnya membawa bungkusan itu, melangkah masuk.

Saraswatichandra episode 204 205 20

Sesampai di depan kamar Pramad, ia menatap sedih Pramad yang sedang bersandar ke tempat tidur sambil memejamkan mata.
Kalika melangkah pelan masuk kamar, mendekat ke tempat tidur Pramad. Pramad membuka matanya, agak heran melihat wajah Kalika, “Apa yang terjadi”. Kalika dengan tatap sedih mengeluarkan bungkusan yang dibawanya. Pramad langsung tersenyum melihat bawaan Kalika. Kalika menahan tangannya untuk menyerahkan bungkusan itu, “Dengar Pramad, aku tidak pernah menghentikanmu sebelumnya. Ini tidak bagus untukmu”.

Pramad tersenyum, mengambil bungkusan di tangan Kalika, “berikan padaku”. Pramad mengeluarkan bungkusan yang dibawa Kalika, minuman alkohol, ia langsung membuka tutupnya. Kalika menatap sedih dan cemas, “Jangan Pramad, kenapa kau masih minum alkohol itu!”.

Saraswatichandra episode 204 205 21

Pramad menjawab, “Orang yang sedang sakarat, tidak takut dengan racun Kalika”, tersenyum, melanjutkan membuka tutup botol minumannya. Kalika menarik nafas dengan wajah tak bisa berbuat apa-apa, membalikkan badan, kaget, Kumud sudah berdiri di hadapannya dengan tatap menahan marah. Kalika grogi, “Kumud , aa,ku”. Plak! Kumud menampar pipi Kalika. Pramad yang sedang menunduk serius dengan botolnya, ternganga kaget melihat kemarahan Kumud. Kalika memegang pipinya dengan menahan geram juga.

Kumud berbicara dengan geram, “Aku hanya punya satu saran, jangan merusak kepercayaanku Kalika”. Kalika masih memegang pipinya menatap Kumud dengan wajah marah juga. Pramad mengumpulkan keberaniannya, “Kumud, aku yang minta pada Kalika untuk membawakan alkohol. Ini bukan salah dia Kumud”.

Kumud menjawab geram, “Ini salahku, karena sudah percaya padanya”. Kalika sambil menahan sakit menatap Kumud, tak percaya juga dengan perlakuan yang diterimnya. Pramad meminta Kalika untuk segera pergi, “Cepat pergi Kalika”. Kalika yang menahan geram bergegas pergi.

Saraswatichandra episode 204 205 22

Kumud mendekat ke penggir tempat tidur Pramad yang asyik lagi dengan botol ditangannya, “Kenapa kau ingin mati, kenapa kau menolak untuk dirawat di Amerika!”. Pramad menoleh ke Kumud, ia langsung paham siapa yang memberika informasi itu pada Kumud, ia tak menjawab, malah memilih mau menenggak isi botol ditangannya. Kumud menepis botolditangan Pramad dengan kasar, botol terlempar ke pojok kamar, isinya tumpah. Pramad kaget, menoleh ke Kumud lagi.

Kumud yang menahan marah, hampir setengah berteriak, “Jawab pertanyaanku”. Pramad tanpa melihat Kumud bersuara, “ini adalah satu-satunya obat, yang bisa memberiku kebahagiaan Kumud, *lihat Kumud*, aku tidak ingin hidup lagi”. Kumud menatap Pramad bukannya menaruh kasihan, tapi menunjukkan tatap benci.

Saraswatichandra episode 204 205 24

Di rumahnya, Danny masih terus mengemas barang-barangnya ke ransel. Saras datang, “Cepatlah berkemas Danny, kau akan terlambat ke bandara”. Danny dengan sikap lemas menatap kakaknya, “Aku tidak bisa pergi kak”. Saras memegang sebelah pundak Danny. Danny berkata, “Ia tidak seperti Kumud, ia bahkan terlalu lemah”. Saras membuang pandangannya dari mata Danny sambil menarik nafas.

Danny ikut memegang pundak Saras, sehingga mereka berhadapan, yang satu pegangan menguatkan, yang satu pegangan meyakinkan, “Aku tau dia mencintaiku,kak. Aku hanya ingin bertemu dengan dia sekali saja. Sekali saja”. Saras menatap mata adiknya, ia tau ada luka didalam mata itu.

Saras meraih Danny, memeluknya sambil membathin ‘kau akan semakin terluka, jika kau, mengetahui yang sebenarnya Danny’. Saras memeluk adiknya dengan erat, menunjukkan kalau ia selalu mendukungnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Saraswatichandra: Kumud, Cinta Tak Terpisahkan, Batalnya Pernikahan Kusum Mohan & Kutukan Saras

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.