Saraswatichandra: Kusum Jatuh Cinta. Itu Bukan Cinta, Tapi Pengabdian. Cinta Tak Bisa Dipaksakan-Kumud


Saraswatichandra episode 202 203 54

Kumud menoleh ke arah belakangnya berdiri, bergegas menghampiri Saras yang muncul sambil menarik koper, “Saras, kau, kau mau kemana dengan tas itu Saras”. Saras menaroh tasnya, membalikkan badan ke ruang dalam lagi. tanpa merespon Kumud. Kumud mengikuti sambil bersuara, “Saras, dengarkan aku. Aku tidak tau tentang keputusan Kusum. Aku tidak tau tentang itu”.

Di depan bufet, Saras menghentikan langkahnya dan membalikkan badan menghadap Kumud, berbicara dengan menahan emosi “Apa kau benar-benar tidak tau tentang itu?! Apa kau tidak punya petunjuk apapun soal itu! Atau keputusanmu ini, sengaja diberitau melalui Kusum”.

Saraswatichandra episode 202 203 56

Kumud mengernyitkan dahinya, tak mengerti maksud ucapan Saras, “Apa?”. Saras menjelaskan maksudnya, “Kau tidak pernah punya keyakinan padaku. Kau masih menderita atas satu-satunya kesalahan yang ku lakukan. Jadi kau tidak akan pernah mempercayai adikku untuk menikah”. Kumud meyakinkan Saras yang salah menyimpulkan, “Saras, aku mempercayaimu lebih dari diriku sendiri. Aku bisa bertahan hidup selama ini, hanya karenamu Saras”.

Saras menatap mata Kumud dan bersuara, “lalu kenapa kau tidak menceraikan Pramad. Ceraikan dia”. Kumud tertunduk, ia dihadap kan pada pertanyaan itu lagi, keningnya berkerut, “Kau seharusnya sangat yakin bahwa tidak ada hubungan diantara kami sekarang”.

Saras mengambil gulungan dokumen yang sebelumnya di serahkan Pramad padanya untuk diberikan ke Kumud. Saras menyodorkan ke Kumud, “kau lihat”. Kumud bertanya apa. Saras menyuruh Kumud untuk melihatnya tetap dengan wajah menahan kesal. Kumud membaca dokumen tersebut.

Saras menjelaskan, “Itu surat dari dana perwaliannya. Disitu disebutkan bahwa dia telah mengalihkan seluruh uangnya atas namamu”. Kumud membaca dan mendengarkan ucapan Saras dengan kening berkerut dan wajah bingung. Mana Saras terus berbicara dengan emosi, “Dengan begitu, kau bisa memenuhi impianmu. Impianmu untuk membangun sebuah SMU akan segera terwujud”. Kumud kemudian menatap Saras.

Saraswatichandra episode 202 203 55

Saras semakin terbawa emosi, “Aku bahkan sudah bicara dengan dokter yang ada di Amerika tentang operasi transplatasi hati untuk Pramad. Dan kau tau, dia bilang apa?! Dia bilang tidak ingin melakukan operasi transplatasi hati”. Kumud menjawab, “Ya, dia tidak mau, tapi kenapa?”. Saras memberitau dengan wajah datar, “karena jika nanti dia sehat, dia tau bahwa dia harus pergi darimu. Dia ingin menghembuskan nafas terakhirnya di dalam pelukanmu”.

Wajah Kumud langsung mengernyit, “Saras, kau, kau bicara apa”. Saras menatap mata Kumud dengan wajah marah, “Kalau kau begitu khawatir tentang kondisinya, lalu apa yang kau lakukan disini! Kenapa kau tidak pergi padanya! Uruslah dia! Lagi pula seluruh keluarga mendukung padanya”. Kumud hanya diam menatap Saras.

Saras meluapkan emosinya, “Tapi adikku sendirian disini Kumud. Dia tidak punya siapapun selain aku disini. Biar saja aku yang mengurus adikki sendiri”. Saras membuka laci bufet disampingnya. Kumud berbicara, “Saras, Saras dengarkan aku, Saras dengarkan aku sekali saja Saras”.

Saraswatichandra episode 202 203 59

Saras sudah menemukan yang dicarinya, membalikkan badan, “Kumud, kami berdua akan pergi. Kami akan kembali ke Dubai hari ini, untuk selamanya”. Kumud terpana, ia menatap mata Saras dengan wajah syok. Saras berjalan bergegas. Kumud mengejarnya, “Saras, Saras dengarkan aku. Saras berhentilah, Saras berhenti”.

Saras sambil melangkah bergegas menjawab, “Kenapa aku harus berhenti. Lagi pula aku tidak punya harapan yang tersisa. Danny adalah alasan kebahagianku, aku tidak bisa melihatnya sangat kecewa”.

Saraswatichandra episode 202 203 61

Di depan pintu, Saras akhirnya berhenti menatap Kumud dengan wajah sedih, “Aku sudah pernah melihatmu menikah dengan orang lain. Tetapi Kumud, meskipun seperti itu, tapi aku mencoba untuk tetap bertahan”. Kumud tertunduk tak bisa berkata-kata.

Saras hampir setengah berteriak berbicara, “Tetapi aku tidak ingin Danny mengalami hal yang sama denganku”. Kumud yang tertunduk mencoba menenangkan, “Aku mohon Saras”. Saras langsung memotong, “Tidak Kumud! Ini bukan takdirnya, tapi Kusum telah mengkhianatinya!”. Kumud semakin tak bisa menatap mata Saras yang emosi.

Saras sangat marah, “tidak bisakah dia bertanya pada Danny, sekaliii saaja, sebelum mengambil keputusan ini”. Saras menatap Kumud dengan wajah tak mengerti, “Setidaknya dia tidak menyebut cintanya sebagai kesalahan”.

Saraswatichandra episode 202 203 62

Kumud dengan menundukkan mata memberi tau, “Kusum tidak mengkhianati Danny, karena dia tidak mencintai Danny”. Kumud menatap Saras dengan wajah sedih, “Dia mencintaimu Saras”.

Saras terdiam, terpana, tubuhnya belum merespon, sama saat Kumud mendengar pengakuan dari mulut Kusum sebelumnya, waktunya seperti berhenti. Kumud menatap Saras sambil menahan air mata. Beberapa saat, mata Saras baru berkedip. Informasi yang di dengarnya setelah meluapka emosi, jauh diluar perkiraannya.

Iklan